<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446</id><updated>2011-11-28T07:58:22.892+07:00</updated><category term='Lebaran'/><category term='SAAT INI...'/><category term='Merasa Bersalah'/><category term='Wanita'/><category term='CINTA'/><category term='Ramadhan'/><category term='Death'/><category term='Munakahat'/><category term='SYUKUR'/><category term='Usia'/><category term='SAKIT'/><title type='text'>ryanie_muhasabah</title><subtitle type='html'>.:. MUHASABAH DIRI UNTUK MENGGAPAI RIDHO ILAHI .:.

“Hasibu anfusakum kobla antuhasabu” 
(Hisablah dirimu sebelum di hisab)
{Umar bin Khatab}</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>128</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-534372283705195321</id><published>2007-10-07T11:13:00.000+07:00</published><updated>2007-10-07T11:14:45.566+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lebaran'/><title type='text'>Selamat Lebaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:center;"&gt;&lt;br /&gt;               &lt;embed src="http://img.kapanlagi.com/c/s/01260.swf" quality="high" bgcolor="#FFFFFF" width="500" height="400" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1  _Prod_Version=ShockwaveFlash" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-534372283705195321?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/534372283705195321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=534372283705195321' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/534372283705195321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/534372283705195321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/10/selamat-lebaran.html' title='Selamat Lebaran'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-661099905593390772</id><published>2007-09-08T13:28:00.000+07:00</published><updated>2007-09-08T13:31:55.634+07:00</updated><title type='text'>Sambut Ramadhan, Jemput Ampunan</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;Ramadhan, bulan suci yang penuh ampunan telah datang. Duh, pasti dong kamu-kamu suka cita menyambutnya. Apalagi bila di benak sudah terbayang lebaran di depan mata ketika puasa usai. Watau…sebulan lagi &lt;em&gt;atuh itu mah &lt;/em&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;Mungkin yang membuat Ramadhan berkesan buat kita-kita selain suasananya, juga soal daftar makanan yang cuma ngetren di saat Ramadhan. Ehm, nanti bakal ada lagi kolak pisang yang manis legit, bubur kacang ijo, es kelapa muda, kurma, dan makanan-makanan lain yang jadi rajin hadir ketika Ramadhan datang. Lauk pauk pun jadi lebih istimewa daripada hari-hari biasanya. Yang biasanya cuma tahu, tempe, dan krupuk jadi ada ayam goreng, ayam opor, pepes ikan, dan lain-lain. Biasanya ibu kamu pasti beralasan untuk menghargai yang berpuasa, katanya. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;Belum lagi jam sekolah yang jadi lebih pendek setiap harinya plus libur awal dan akhir Ramadhan yang selalu ditunggu. Guru-guru pun juga jadi lebih sabar. Yang biasanya &lt;em&gt;killer &lt;/em&gt; jadi lebih anteng di bulan puasa ini. Mengendalikan hawa nafsu, dalihnya. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;Program-program televisi, radio, surat kabar, majalah, sekolah, kantor dan lain-lain semua jadi sok sibuk menyambut datangnya Ramadhan. Acara demi acara digelar untuk menambah semarak bulan suci ini. Disesuaikan dengan kondisi. Ada ngabuburit atau acara yang dikemas menjelang berbuka, ada kentongan sahur, buka puasa bersama, siraman ruhani hingga kuis-kuis juga tak mau ketinggalan. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ramadhan adalah… &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;Bagi remaja seusia kamu, nggak semua loh bersuka cita menyambut Ramadhan. Ada yang menganggap kalo Ramadhan adalah bulan siksaan karena harus puasa menahan lapar dan haus. Belum lagi kudu tarawih malamnya karena paksaan mama-papa. Atau bahkan satu bulan menyebalkan karena kamu tak lagi bisa &lt;em&gt;indehoi &lt;/em&gt; pacaran bebas kayak bulan-bulan lainnya. Gubrakz…naudzhubillah, nyebut Neng! &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;Kalo kata yang Tercinta kita. Yup, siapa lagi kalo bukan Rasulullah Muhammad saw. dalam khutbahnya tentang Ramadhan: &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;“Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat, dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari paling utama. Malam-malamnya adalah malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakanNya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah.” &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;Tuh kan, sudah gamblang bin jelas banget diterangkan oleh Rasulullah tentang apa itu Ramadhan. Rugi banget kalo kita nggak bisa manfaatin bulan spesial ini. Martabak aja kita maunya yang spesial, masa' bulan penuh ampunan ini dijalani biasa aja. Betul? &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;Sobat, kamu pasti bakal nyesel bila Ramadhan tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Padahal jelas-jelas di bulan ini obral pahala begitu banyaknya. Seperti sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits qudsiy: &lt;em&gt;“Demi dzat yang jiwaku berada di tanganNya, bau mulut orang yang berpuasa benar-benar lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi. Dia meninggalkan makanannya, minumannya, dan syahwatnya semata-mata karena Aku. Puasa itu adalah bagiKu. Dan Aku sendirilah yang akan memberikan pahalanya. Dan kebajikan (pada bulan Ramadhan) diberi pahala dengan sepuluh kali lipat kebajikan yang semisalnya.” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR Bukhari dari Abu Hurairah) &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;Emang sih, semua juga butuh upaya supaya kamu dapetin berkahnya Ramadhan. Bayangin, cuma bernafas dan tidur aja udah dapat pahala. Gimana lagi nilainya kalo kamu juga ngelakuin sholat, puasa, bersedekah, berbakti pada guru dan ortu, menyantuni fakir miskin, belajar Islam, dan mengamalkannya. Wuih...kamu bakalan bingung cara ngitungin pahalanya hehehe. Semoga ya. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;Eits…jangan berbangga dulu. Pahala emang mudah banget didapat di bulan Ramadhan ini, tapi hal-hal yang mengakibatkan pahala itu ngabur kayak ditiup angin juga banyak. Kalo kamu nggak bisa ngejagain mulut kamu dari bergunjing, memfitnah, mengolok dan menyakiti hati orang lain, maka semua pahala puasa kamu jadi sia-sia di bulan ini. Rasulullah bersabda: &lt;em&gt;“Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR Ahmad) &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Jangan nodai Ramadhan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;Banyak banget yang bilang kalo bulan Ramadhan itu adalah bulan suci jadi kita kudu menghormati. Mereka yang biasanya suka pake baju kurang kain, jadi alim berbaju panjang pas Ramadhan. Kamu yang biasanya hot kalo pacaran jadi agak kaleman. Pun mereka yang biasanya suka korupsi jadi &lt;em&gt;brenti &lt;/em&gt; sementara. Wah, itu namanya pembodohan. Sebab, yang namanya umbar aurat, pacarannya hot atau nggak, korupsi biar dikit or banyak, sekali haram tetap haram. Nggak peduli di bulan Ramadhan or di bulan lain. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;Jadilah bulan Ramadhan ini menjadi ajang ganti kulit bagi mereka yang nggak punya pendirian. Kerudung jadi rajin nempel di kepala yang biasanya suka berpakaian sexi. Apalagi didukung oleh artis pujaan yang mencontohkan demikian. Bukannya &lt;em&gt;su'udzon &lt;/em&gt;, tapi fakta hehe. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;Bahkan beberapa stasiun radio menyiapkan sebuah acara bertajuk ‘Ramadhan khusyuk asmara syahdu'. Walah! Dari judulnya aja kamu pasti sudah bisa ngebayangin jalannya acara. Kamu-kamu yang notabene masih remaja berebut telepon ke stasiun radio itu untuk berbagi cerita tentang bagaimana kamu menjalani ibadah di bulan Ramadhan tapi aktivitas pacaran kamu juga semakin hot. Misal, ketika tarawih janjian berangkat bareng dengan pacar, atau ketika ikutan kuliah shubuh bareng mama eh, ternyata malah dapat gebetan baru. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;Belum lagi para ibu-ibu kita yang juga biasanya jadi suka sok sibuk menyambut Ramadhan. Persediaan makanan yang jadi berlimpah, ditumpuk di rumah hingga masak makanan yang seakan menjadi ‘wajib' menjelang Ramadhan untuk dibagikan ke para tetangga. Tak ada yang salah sih, tapi jangan lupa Ramadhan bukan hanya sekadar itu. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Jadikan Ramadhan-mu berarti &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;Sungguh sobat, kamu bakal nyesel seumur-umur kalo Ramadhan tahun ini nggak dimanfaatin sebaik-baiknya. Belum tentu kamu masih bisa bersua lagi dengan Ramadhan tahun berikutnya. Biar kamu nggak salah langkah, ini ada tips-tips sederhana buat kamu: &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pertama, &lt;/strong&gt; niatkan ibadahmu karena Allah semata. Yang semula punya niat puasa supaya nyenengin ortu, buang pikiran itu sejauh-sejauhnya. Karena kamu nggak bakal dapat nilai apa pun di sisi Allah kecuali lapar dan haus aja. Rugi banget dong. Lagipula kalo niat puasamu karena apa-apa selain untuk Allah, kamu bakal mudah tergoda. Pulang sekolah di siang bolong ketemu abang jual es, udah kepikiran aja untuk mengabatalin. (hayo…ngaku. Sori bukan nuduh). Belum lagi waktu tarawih. Kalo niat kamu gak murni untuk meraih ridho Allah, kamu bakal males berangkat ke masjid kalo si doi nggak ada. Udah capek jalan jauh-jauh ke masjid eh, tanpa pahala pula. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kedua, &lt;/strong&gt; perbanyak tilawah Quran. Selain pahala yang berlipat-lipat ganda di bulan suci ini, banyak baca al-Quran bikin hati dan pikiran kamu tentram. Nggak melulu nungguin waktu berbuka yang terasa lama. Apalagi melulu ke doi karena jadwal apel terhadang sholat tarawih. Udah deh…niatkan sejak Ramadhan ini adalah ajang kamu mengendalikan hawa nafsu dan syahwatmu. Pacaran mah cuma ajang mancing-mancing kamu mendekati zina. &lt;em&gt;Naudzubillah &lt;/em&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, &lt;/strong&gt; perbanyak sodaqoh dan amal sholih lain. Uang jajanmu yang praktis utuh karena puasa, bisa kamu gunakan untuk memberi sedekah kepada orang yang lebih membutuhkan. Bukannya berkurang, harta yang kamu belanjakan di jalan Allah ini bakal kamu petik hasilnya yang berlipat-lipat kali di akhirat kelak. Uang seribu yang cuma buat segelas es, bisa jadi satu kolam es di surga kelak untuk kamu minum sepuasnya. Insya Allah. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Keempat, &lt;/strong&gt; tinggalkan dusta dan berbuat buruk. Diriwayatkan dari Abu Hurayrah r.a.: Rasulullah bersabda: &lt;em&gt;“Barangsiapa tidak meninggalkan dusta dan berbuat buruk pada Ramadhan, Allah tidak butuh kepada usahanya meninggalkan makan dan minum.” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR Bukhari) &lt;/strong&gt;. Apa sih yang buruk itu? Semua hal yang nggak dibolehin sama syara' (hukum Allah) maka itu adalah buruk. Mulai dari berbohong, korupsi, pamer aurat, hingga aktivitas mendekati zina alias pacaran adalah nggak boleh. Hehe, ke sini lagi dah. Semua hal buruk itu nggak boleh dilakukan di bulan Ramadhan. Eits…bukan berarti yang nggak boleh di bulan Ramadhan, berarti di bulan lainnya jadi boleh loh. Ati-ati dengan jebakan ini. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kelima, &lt;/strong&gt; ini yang pasti, tingkatkan pemahamanmu tentang Islam. Amal tanpa ilmu buta dan ilmu tanpa amal sia-sia. Jangan mau jadi remaja muslim yang bodoh. Ilmu Islam sedemikian luasnya, kamu tinggal pilih. Otomatis kamu bakal pilih belajar Islam yang bisa buat kamu jadi remaja oke dong. Ibadah bagus, wawasan luas, amal segudang. Jangan mau jadi tipe Si Boy. Sholat oke maksiat jalan terus. Intinya, kita harus punya iman, ilmu, dan amal. Tingkatin yuk! &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Finally… &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;Udah seabreg tips yang bisa kamu amalkan untuk Ramadhan kali ini. Sejuta contoh hal buruk yang nggak patut kamu tiru. Bilapun masih ada hal-hal yang bikin kamu nggak nyaman menjalankan ibadah Ramadhan, itu bukan salah kamu. Ketika kamu berangkat dan pulang sekolah masih nemuin warung dan kedai makanan buka serta orang-orang yang dengan cueknya makan minum di sana, anggap itu ujian. Ketika kamu istirahat pingin baca buku di perpus sekolah masih aja ada yang mojok berdua, atau di pojok taman ada temen kamu yang merokok, teman kamu menggunjing, mengolok, dan semua hal yang bikin nggak khusyuk Ramadhan-mu, itu semua bukan salah kamu. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;SEKULER. Yah…semua fenomena yang terjadi adalah produk sekularisme ketika agama dipisahkan dari kehidupan dan dianggap cuma ngurusin sholat, puasa dan zakat doang. Kamu nggak perlu merasa tertekan karena takut mengotori ibadah di bulan Ramadhan. Sebaliknya, kamu kudu peduli dan sayang sama mereka. Kamu kudu ngingetin. Apalagi kalo kamu kebetulan punya kedudukan jadi ketua Rohis or OSIS misalnya. Dengan jabatanmu ini kamu punya hak dan wajib mengingatkan teman-temanmu yang salah jalan dan belum tercerahkan. Atau dengan serendah-rendahnya iman, kamu wajib mengingkari dalam hatimu dengan perbuatan mereka yang jelas-jelas dilarang oleh Islam. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;Finally… &lt;/em&gt;Ramadhan telah datang. Jangan mau hanya mendapat lapar dan dahaga saja. Raihlah ampunan Allah yang seluas langit dan bumi itu. Selamat menjalankan ibadah Ramadhan, sobat. Selamat berjuang di bulan Ramadhan ini untuk mendapat predikat &lt;em&gt;muttaqin&lt;/em&gt;, orang yang bertakwa. Sambut Ramadhan, jemput ampunan. &lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div  style="text-align: center; color: rgb(51, 51, 255);font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Thanks to dudung.net&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-661099905593390772?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/661099905593390772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=661099905593390772' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/661099905593390772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/661099905593390772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/09/sambut-ramadhan-jemput-ampunan.html' title='Sambut Ramadhan, Jemput Ampunan'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-1003552499666987059</id><published>2007-09-08T09:34:00.000+07:00</published><updated>2007-09-08T09:37:42.267+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Marhaban yaa RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:center;"&gt;&lt;br /&gt;               &lt;embed src="http://img.kapanlagi.com/c/s/07731.swf" quality="high" bgcolor="#FFFFFF" width="500" height="357" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1  _Prod_Version=ShockwaveFlash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-1003552499666987059?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/1003552499666987059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=1003552499666987059' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/1003552499666987059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/1003552499666987059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/09/marhaban-yaa-ramadhan.html' title='Marhaban yaa RAMADHAN'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-1382987356672840262</id><published>2007-08-18T08:56:00.000+07:00</published><updated>2007-08-18T08:58:23.884+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Usia'/><title type='text'>Di Balik Detik Kehidupan</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;Waktu adalah umur manusia, ia tersusun dari detik    demi detik hingga meningkat menjadi menit lalu jam, hari, dan    seterusnya. Hasan Al Bashri pernah berkata: "Wahai Bani    Adam! Sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari-hari. Ketika    hari telah berlalu,maka berlalu pulalah sebahagian dari dirimu"&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;Diantara sebab terpenting dari suksesnya para pendahulu kita    dalam menapaki segala tantangan dan rintangan yang    menghadang adalah kedisiplinan mereka mengisi waktu dengan    menginterospeksi setiap detik yang berlalu. Lebih-lebih    terhadap menit, jam ataupun hari. Maka pantaslah jika mereka    (umat Islam saat Rasulullah masih hidup) menyandang gelar    "Khoirul Ummah" (sebaik-baik generasi).&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;Demikian agungnya makna waktu dalam kehidupan manusia. Rosulullah    SAW telah bersabda :&lt;em&gt; "Tidaklah akan berpindah Kaki seorang hamba pada    hari kiamat, sampai ia ditanya Tentang empat perkara. Tentang umurnya, bagaimana    ia menghabiskannya, tentang jasadnya, bagaimana ia mempergunakannya tentang    hartanya, dari mana ia mendapatkannya dan kemana ia menghabiskannya, dan tentang    ilmunya, bagaimana ia mengamalkannya.&lt;/em&gt; (Ad Darimi: 538)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;Manusia akan mempertanggungjawabkan sekecil apapun    persoalannya di dunia ini. Maka sungguh mengherankan,    bagaimana jam, hari dan tahun berlalu dengan sia-sia. Ibnu    Mas'ud berkata: "Saya sangat membenci sekali, jika melihat    seseorang yang leha-leha, tidak mengerjakan amalan untuk    dunianya maupun untuk akhiratnya."&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;Begitulah para salaf ash sholih, mereka selalu mengisi umurnya    dengan tekun, baik dengan perkara dien ataupun dunia, tanpa    letih dan jemu. Waktu yang terkait dengan tujuan penciptaan    manusia, yaitu beribadah kepada Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk    beribadah kepada-Ku."&lt;/em&gt; (Adz. Dzariyat :56).&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;Ibadah kepada Allah tidak akan terwujud kecuali dengan    penjagaan terhadap waktu. Jika seorang hamba memahami    makna ibadah dan tujuan penciptaan makhluk, maka sudah    pasti ia akan memahami pentingnya waktu. Dan jika waktu    adalah barang yang berharga bagi orang yang berakal, itu tak    lain karena waktu adalah umur manusia, sebuah kehidupan    yang dimulai ketika saat kelahiran dan berakhir hingga    detik-detik menjelang ajal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Thanks to dudung.net&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-1382987356672840262?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/1382987356672840262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=1382987356672840262' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/1382987356672840262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/1382987356672840262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/08/di-balik-detik-kehidupan.html' title='Di Balik Detik Kehidupan'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-5391936977772038332</id><published>2007-08-04T09:40:00.000+07:00</published><updated>2007-08-04T09:41:55.582+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SAAT INI...'/><title type='text'>Bicara Dengan Bahasa Hati</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Semua itu haruslah berasal dari hati anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   menjalani segala sesuatunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   jauh di dalam dada anda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   keberhasilan anda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   **************************************************&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Hari Ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Aku akan memulainya dengan ucapan syukur dan senyuman bukan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   kritikan. Akan kuhargai setiap detik, menit dan jam, karena &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   tak sedetik pun dapat ditarik kembali. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Hari ini tidak akan kusia-siakan, seperti waktu lalu yang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   terbuang percuma. Hari ini takkan kuisi dengan kecemasan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   tentang apa yang akan terjadi esok. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Akan kupakai waktuku untuk membuat sesuatu yang kuidamkan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   terjadi. Hari ini aku belajar lagi, untuk merubah diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Hari ini akan kuisi dengan karya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Kutinggalkan angan-angan, yang selalu mengatakan: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   "Aku akan melakukan sesuatu jika keadaan berubah." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Jikalau keadaan tetap sama saja, dengan kemurahan-Nya aku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   tetap akan sukses dengan apa yang ada padaku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Hari ini aku akan berhenti berkata: "Aku tidak punya waktu" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Karena aku tahu, aku tidak pernah mempunyai waktu untuk &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   apapun. Jika aku ingin memiliki waktu, aku harus meluangkannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Hari ini akan kulalui seolah hari akhirku. Akan kulakukan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   yang terbaik dan tidak akan ditunda sampai esok. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   Karena hari esok belum tentu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Thanks to dudung.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-5391936977772038332?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/5391936977772038332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=5391936977772038332' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/5391936977772038332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/5391936977772038332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/08/bicara-dengan-bahasa-hati.html' title='Bicara Dengan Bahasa Hati'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-3821536308626237045</id><published>2007-08-04T09:25:00.000+07:00</published><updated>2007-08-04T09:51:56.937+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SAAT INI...'/><title type='text'>Saat ini adalah KARUNIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Di awal tahun ajaran baru, di suatu universitas di USA, CEO Coca Cola, Brian Dyson, berbicara mengenai hubungan antara pekerjaan dan kewajiban (komitmen) hidup yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara. Bola-bola tersebut bernama : Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit dan kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan segera mengerti bahwa ternyata "Pekerjaan" hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali.Tetapi empat bola lainnya *Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit-terbuat dari gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping. Dan ingatlah mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya. Kita harus memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya. Bagaimana caranya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita special.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan tetapkan tujuan dan sasaran Kita dengan mengacu pada apa yang orang lain anggap itu penting. Hanya Kita yang mengerti dan dapat merasa "apa yang terbaik untuk kita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengganggap remeh sesuatu yang dekat di hati kita, melekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana tanpanya, hidup menjadi kurang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan hidup kita terpuruk dengan hidup di 'masa lampau' atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk seluruh waktu hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan.Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berusaha untuk mengunci Cinta memasuki hidupmu dengan berkata : "tidak mungkin saya temukan". Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah dengan memberinya, cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik untuk menjaga agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya "sayap".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah berlari, meskipun hidup tampak sangat cepat, sehingga kita lupa dari mana kita berasal dan juga lupa sedang menuju kemana kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu Pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat Kita bawa kemanapun tanpa membebani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan gunakan waktu dan kata-kata dengan sembrono. Karena keduanya tidak mungkin kita ulang kembali jika telah lewat. Hidup bukanlah pacuan melainkan suatu perjalanan dimana setiap tahap sepanjang jalannya harus dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya resapilah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASA LALU adalah SEJARAH,&lt;br /&gt;MASA DEPAN merupakan Misteri dan&lt;br /&gt;SAAT INI adalah KARUNIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenapa dalam bahasa inggris saat ini disebut "The Present".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Thanks to dudung.net&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-3821536308626237045?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/3821536308626237045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=3821536308626237045' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3821536308626237045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3821536308626237045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/08/saat-ini-adalah-karunia.html' title='Saat ini adalah KARUNIA'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-7422431284980007457</id><published>2007-07-16T10:05:00.000+07:00</published><updated>2007-07-16T10:06:23.269+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munakahat'/><title type='text'>Ketika...</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000099;"&gt;1. KETIKA AKAN MENIKAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;2. KETIKA MELAMAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Anda bukan sedang meminta kepada orangtua/wali si gadis, tetapi meminta kepada ALLOH melalui orang tua/wali si gadis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;3. KETIKA AKAD NIKAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan ALLOH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoakan anda, karena anda harus berpikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berpikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan doa mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;5. SEJAK MALAM PERTAMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yg penuh onak dan duri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Cintailah isteri atau suami anda 100%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;9. KETIKA TELAH MEMIKI ANAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;10.KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUMMEMBAIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Yakinlah bahwa pintu rezeki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.KETIKA EKONOMI MEMBAIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkanpertolongan Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Tetaplah berjalan dengan gemulai danlemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semuapekerjaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;14. KETIKA MENDIDIK ANAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Jangan pernah berpikir bahwa orang tuayang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orangtua yang jujur kepada anak ..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;15.KETIKA ANAK BERMASALAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;16.KETIKA ADA PIL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;17.KETIKA ADA WIL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;18.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;19.KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Gunakanlah formula 7 K&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;1 Ketakwaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;2 Kasih sayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;3 Kesetiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;4 Komunikasi dialogis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;5 Keterbukaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;6 Kejujuran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;7 Kesabaran&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Thanks to Mr. SiWe&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-7422431284980007457?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/7422431284980007457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=7422431284980007457' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/7422431284980007457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/7422431284980007457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/07/ketika.html' title='Ketika...'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-3260878095228642865</id><published>2007-06-25T08:39:00.000+07:00</published><updated>2007-06-25T09:37:29.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Death'/><title type='text'>Death is Certain</title><content type='html'>&lt;div style="color: rgb(102, 0, 0); text-align: center;" class="Section1"&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;This is a tale of an average man, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Who acts contrary to Allah's Plan, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;If you are reflected herein, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Then repent, and commit no sin&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;It was early in the morning at four, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;When death knocked upon a bedroom door, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"Who is There?" the sleeping one cried,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"I'm Azrael, let me inside." &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;At once, the man began to shiver,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;As one sweating in deadly fever, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;He shouted to his sleeping wife, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"Don't let him take away my life."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"Please go away, O Angel of Death!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Leave me alone I am not ready yet.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;My family on me depend, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Give me chance, O please perpend!" &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;The Angel knocked again and again, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"Friend! I will take your life without a pain. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;It's your soul that Allah doth require &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;I come not with my own desire."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Bewildered, the man began to cry, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"O Angel! I am so afraid to die.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;I will give you gold, and be your slave,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Don't send me to the unlit grave."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"Let me in, O Friend!", the Angel said,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"Open the door, get up from your bed, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;If you do not allow me in, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;I will walk through it like a Jinn" &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;The man held a gun in his right hand, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Ready to defy the Angel's stand.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"I will point my gun towards your head, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;If you dare come in, I will shoot you dead." &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;By now, the Angel was in the room, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Saying, "O friend prepare for your doom. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Foolish man, Angels never die, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Put down your gun and do not sigh."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"Why are you afraid! Tell me O man, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;To die according to Allah's plan? &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Come, smile at me, do not be grim, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Be happy to return to Him." &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"O Angel! I bow my head in shame, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;I had no time to recite Allah's name,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;From morn' till dusk, I made my wealth,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Not even caring for my health." &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"Allah's commands, I never obeyed, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Nor five times a day I ever prayed. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;A Ramadhan came, a Ramadhan went,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;But no time had I to repent."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"The Hajj was already farz on me, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;but I would not part with my money.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;All charities, I did ignore.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Taking usury more and more."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"Some time I sipped my favorite wine,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;with flirting women I sat to dine. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;O Angel I appeal to you,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Spare my life for a year or two. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"The laws of the Quran I will obey,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;I will begin Salaat this very day,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;My fast and Hajj I will complete, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;and keep away from self concet. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"I will refrain from usury, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;and give all my wealth to charity. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Wine and wenches I will detest, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Allah's oneness I will attest."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"We Angels do what Allah demands, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;We can not go against his commands. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Death is ordained for everyone, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Father, Mother, Daughter or son." &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"I'm afraid, this moment is your last.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Now be reminded, more of your past.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;I do understand your fears, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;But it is now too late for tears."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"You lived in this world, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;st1:time minute="20" hour="14"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;two score&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/st1:time&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt; or more,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Never did you, your people adore.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Your parents, you did not obey, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Hungry beggars, you turned away."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"Your two ill-gotten, female offspring, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;In nightclubs, for livelihodd they sing. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Instead of making more Muslims,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;You made your children non-muslim." &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"You ignored the Muezzin's Azaan, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Nor did you read the Holy Quran.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Breaking promises all your life, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Backbiting friends and causing strife."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"From hoarded goods, great profits you made,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;And your poor workers, you underpaid. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Horses and cards were your leisure, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Money making was your pleasure."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"You ate vitamins and grew more fat,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;with the very poor and sick, you never sat.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;A pint of blood you never gave,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;which could a little baby save." &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"O human, you have done enough wrong, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;You bought properties for a song. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;When the farmers appealed to you, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;You did not have mercy, 'tis true." &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Paradise&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt; for you? I cannot tell, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Undoubtedly you will dwell in Hell.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;There's no time for you to repent, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;I'll take your soul, for which I am sent."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;The ending, however, is very sad, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Eventually the man became mad. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;With a cry he jumped out of bed, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;And suddenly, he fell dead.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;O Reader, take a moral from here,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Never know, your end may be near.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;Change your living and make amends,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;For heaven on your deeds depends.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;THE END &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; color: rgb(102, 0, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; color: rgb(102, 0, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;This poem is woven around the following Quraanic verse:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; color: rgb(102, 0, 0); text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;" &gt;"WHEREVER YOU BE DEATH WILL OVERTAKE YOU OUT, EVEN IF YOU BE IN TOWERS STRONG AND LOFTY."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; color: rgb(102, 0, 0); text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; color: rgb(102, 0, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Thanks to My Bhai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-3260878095228642865?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/3260878095228642865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=3260878095228642865' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3260878095228642865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3260878095228642865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/06/death-is-certain.html' title='Death is Certain'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-8008066751532449325</id><published>2007-05-25T13:38:00.000+07:00</published><updated>2007-05-25T13:39:15.822+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SYUKUR'/><title type='text'>Sejuta Alasan Untuk Lebih Sering Bersyukur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Jika Anda tinggal di rumah yang baik, memiliki cukup makanan dan dapat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;membaca. Maka Anda adalah bagian dari kelompok terpilih.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Jika Anda bangun pagi ini dan merasa sehat. Maka Anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak akan dapat bertahan hidup minggu ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Jika Anda tidak pernah merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara, kesakitan karena penyiksanaan, atau kelaparan. Maka Anda berada selangkah lebih maju dibandingkan 500 juta orang di dunia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Jika Anda dapat menghadiri pertemuan politik atau keagamaan tanpa merasa takut akan dilecehkan, ditangkap, disiksa, atau mati. Maka Anda beruntung, karena lebih dari 3 milyar orang di dunia tidak dapat melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Jika anda memiliki makanan di lemari pendingin, baju-baju di lemari pakaian, dan memiliki atap yang menaungi tempat anda beristirahat. Maka Anda lebih kaya dari 75% penduduk di dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Jika Anda memiliki uang di bank, di dompet, dan mampu membelanjakan sebagian uang untuk menikmati hidangan di restoran. Maka Anda merupakan anggota dari 8% kelompok orang-orang kaya di dunia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Jika orang tua Anda masih hidup dan menikmati kebahagiaan kehidupan pernikahan mereka. Maka Anda termasuk salah satu dari kelompok orang yang dikategorikan langka.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Jika Anda mampu menegakkan kepala dengan senyuman dibibir dan merasa benar-benar bahagia. Anda memiliki keistimewaan tersendiri, karena sebagian besar orang tidak memperoleh kenikmatan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Jika Anda dapat membaca pesan ini. Maka Anda baru saja menerima karunia ganda, karena seseorang memikirkan Anda, dan Anda jauh lebih beruntung dibandingkan lebih dari 1 milyar orang yang tidak dapat membaca sama sekali&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Semoga Anda menikmati hari yang indah ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Hitunglah karunia keberuntungan Anda, dan sampaikan hal ini kepada orang lain untuk mengingatkan bahwa sebenarnya, kita adalah orang-orang yang sangat beruntung. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Dengan bersyukur, Anda akan lebih menikmati hidup yang hanya sebentar ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;http://www.conectique.com/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-8008066751532449325?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/8008066751532449325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=8008066751532449325' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/8008066751532449325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/8008066751532449325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/05/sejuta-alasan-untuk-lebih-sering.html' title='Sejuta Alasan Untuk Lebih Sering Bersyukur'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-9121444082688200785</id><published>2007-05-25T13:32:00.000+07:00</published><updated>2007-05-25T14:16:08.823+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SYUKUR'/><title type='text'>Pemberian Terbaik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RlaM_zh3GuI/AAAAAAAAAag/5KmoJHE5ZDk/s1600-h/04bajak+sawah.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RlaM_zh3GuI/AAAAAAAAAag/5KmoJHE5ZDk/s320/04bajak+sawah.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068393458443950818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Suatu ketika, hiduplah  seorang petani bersama keluarganya. Mereka  menetap di sebuah kerajaan yang  besar, dengan raja yang adil dan bijaksana. Beruntunglah siapa saja yang tinggal  disana. Tanahnya subur, keadaannya pun aman dan sentosa. Semuanya hidup  berdampingan, tanpa pernah mengenal perang ataupun bencana. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Setiap pagi,  sang petani selalu pergi ke sawah. Tak lupa ia membawa  bajak dan kerbau  peliharaannya. Walaupun sudah tua, namun bajak dan kerbau itu selalu setia  menemaninya bekerja. Sisi-sisi kayu dan garu bajak itu tampak mengelupas,  begitupun kerbau yang sering tampak letih jika bekerja terlalu lama. "Inilah  hartaku yang paling berharga", demikian gumam petani itu dalam hati, sembari  melayangkan pandangannya ke arah bajak dan kerbaunya. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Tak seperti biasa,  tiba-tiba ada serombongan pasukan yang datang  menghampiri petani itu. Tampak  pemimpin pasukan yang maju, lalu berkata, "Berikan bajak dan kerbaumu kepada  kami. "Ini perintah Raja!". Suara itu terdengar begitu keras, mengagetkan petani  itu yang tampak masih kebingungan. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Petani itu lalu menjawab, "Untuk apa,  sang Raja menginginkan bajak dan  kerbauku? "Ini adalah hartaku yang paling  berharga, bagaimana aku bisa  bekerja tanpa itu semua. Petani itu tampak  menghiba, memohon agar  diberikan kesempatan untuk tetap bekerja. "Tolonglah,  kasihani anak dan  istriku...berilah kesempatan sampai besok. Aku akan  membicarakan dengan  keluargaku..."&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Namun, pemimpi pasukan berkata  lagi, "Kami hanya menjalankan perintah  dari Baginda. Terserah, apakah kau  mau menjalankannya atau tidak. Namun, ingatlah, kekuasaannya sangat kuat.  "Petani semacam kau tak akan mampu melawan perintahnya." Akhirnya, pasukan itu  berbalik arah, dan kembali ke arah istana. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Di malam hari, petani pun  menceritakan kejadian itu dengan keluarganya.  Mereka tampak bingung dengan  keadaan ini. Hati bertanya-tanya, "Apakah  baginda sudah mulai kehilangan  kebijaksanaannya? Kenapa baginda tampak  tak melindungi rakyatnya dengan  mengambil bajak dan kerbau kita?  Gundah, dan resah melingkupi keluarga itu.  Namun, akhirnya, mereka hanya bisa  pasrah dan memilih untuk menyerahkan  kedua benda itu kepada raja.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Keesokan pagi, sang petani tampak pasrah.  Bersama dengan bajak dan  kerbaunya, ia melangkah menuju arah istana. Petani  itu ingin memberikan  langsung hartanya yang paling berharga itu kepada Raja.  Tibalah ia di  halaman Istana, dan langsung di terima Raja. "Baginda, hamba  hanya bisa  pasrah. Walaupun hamba merasa sayang dengan harta itu, namun  hamba ingin membaktikan diri kepada Baginda. Duli Paduka, terimalah pemberian   ini...."&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Baginda Raja tersenyum. Sambil menepuk kedua tangannya, ia  tampak  memanggil pengawal. "Pengawal, buka selubung itu!!  Tiba-tiba,terkuaklah selubung di dekat taman. Ternyata, disana ada sebuah bajak  yang baru dan kerbau yang gemuk. Kayu-kayu bajak itu tampak kokoh, dengan  urat-urat kayu yang mengkilap. Begitupun kerbau, hewan itu begitu gemuk, dengan  kedua kaki yang tegap. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Sang Petani tampak kebingungan. Baginda mulai  berbicara, "Sesungguhnya,  aku telah mengenal dirimu sejak lama. Dan aku tahu  kau adalah petani  yang rajin dan baik. Namun, aku ingin mengujimu dengan hal  ini. Ternyata, kau memang benar-benar hamba yang baik. Engkau rela memberikan  hartamu yang paling berharga untukku. Maka, terimalah hadiah dariku. Engkau  layak menerimanya...." &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Petani itu pun bersyukur dan ia pun kembali  pulang dengan hadiah yang  sangat besar, buah kebaikan dan baktinya pada sang  Raja. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Teman, bisa jadi, tak banyak orang yang bisa berlaku  seperti petani  tadi. Hanya sedikit orang yang mau memberikan harta yang  terbaik yang  dimilikinya kepada yang lain. Namun, petani tersebut adalah  satu dari  orang-orang yang sedikit itu. Dan ia, memberikan sedikit pelajaran  buat  kita. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Sesungguhnya, Allah sering meminta kita memberikan  terbaik yang kita  punya untuk-Nya. Allah, sering memerintahkan kita untuk  mau menyampaikan yang paling berharga, hanya ditujukan pada-Nya. Bukan, bukan  karena Allah butuh semua itu, dan juga bukan karena Allah kekurangan. Namun  karena sesungguhnya Allah Maha Kaya, dan Allah sedang menguji setiap hamba-Nya.  &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Allah sedang menguji, apakah hamba-Nya adalah bagian dari orang-orang   yang beriman dan mau bersyukur. Allah sedang menguji, apakah ada dari   hamba-hamba-Nya yang mau menafkahkan harta di jalan-Nya. Dan Allah, pasti  akan memberikan balasan atas upaya itu dengan pemberian yang tak akan kita  bayangkan. Imbalan dan pahala yang akan kita terima, sesungguhya akan mampu  membuat kita paham, bahwa Allah memang Maha Pemberi Kemuliaan. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Dan  teman, mari kita berikan yang terbaik yang kita punya kepada-Nya.  Marilah  kita tujukan waktu, kerja dan usaha kita yang terbaik hanya  kepada-Nya.  Karena sesungguhnya memang, kita tak akan pernah menyadari  balasan apa yang  akan kita terima atas semua itu. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Allah selalu punya banyak cara-cara  rahasia untuk memberikan kemuliaan  bagi hamba-Nya. Dan Dia akan selalu  memberikan pengganti yang lebih  baik untuk semua yang ikhlas kita berikan  pada-Nya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Thanks to dudung.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-9121444082688200785?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/9121444082688200785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=9121444082688200785' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/9121444082688200785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/9121444082688200785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/05/pemberian-terbaik.html' title='Pemberian Terbaik'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RlaM_zh3GuI/AAAAAAAAAag/5KmoJHE5ZDk/s72-c/04bajak+sawah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-1497579101784551314</id><published>2007-05-25T13:27:00.000+07:00</published><updated>2007-05-25T13:31:46.434+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SYUKUR'/><title type='text'>Betapa Sedikit Syukur Kita</title><content type='html'>&lt;em style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Oleh : Ratnadewi Idrus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;                Bismillaahirrahmaanirrahiim&lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya jika kamu bersyukur,  pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari  (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.&lt;/em&gt;                      (QS.  Ibrahim 14:7)&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;Assalaamu'alaikum warahmatullaah  wabarakaatuh&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;Sahabat.. Bersyukurlah kepada Allah, walau bagaimanapun  adanya dirimu, karena sungguh.. tiada ada satupun yang terjadi, melainkan  semua itu adalah atas kehendak-Nya.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;Dulu, ada seorang anak kecil,  perlahan-lahan ia berusaha mengejar cinta Tuhan-nya, berusaha untuk sholat  lima waktu tapi tak pernah bisa, akhirnya.. suatu ketika keinginan itu  terwujud di usianya 9 tahun. Ia begitu bahagia.. sangat bahagia  sekali..&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;Tapi alangkah kagetnya ia, usai shalat, seakan ada yang  berbisik, "...., umur 20 tahun engkau meninggal..," ia begitu kaget  sekali, bertahun-tahun ia hidup dihantui ketakutan, sering jatuh sakit,  karena walau sakit sekecil apapun, jika difikir berat, sakit itu  sesuai dengan fikiran kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;Saat cobaan itu datang, yang ada di  benaknya hanya satu, bisa menjalani hari-hari dengan baik, tidak terfikir  nanti apakah bisa menikah, mengandung dan punya anak. Ia malu terus-terusan  menyusahkan orang tua, terkadang jika sakit itu datang, hanya dipendamnya  sendiri, airmatanya sering mengalir, sadar akan banyak dosa-dosanya, sadar  akan sedikit sekali bekalnya, sadar akan sedikit sekali  syukurnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;Ketika sakit itu reda dan ia kembali sehat,  betapa senangnya ia bisa menjalani hari-hari lagi, berusaha mengejar lagi  ibadah-ibadahnya yang tertinggal, ia mohon pada Allah diberikan jodoh, namun  sang pangeran itu tak kunjung datang.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;Silih bergantinya siang dan  malam, bilangan hari yang berganti tahun, begitupun dengan kondisi  kesehatannya, anak itu tumbuh menjadi wanita dewasa, dalam hati  ia bertanya-tanya, mengapa aku belum juga dipanggil Tuhan?, sedangkan  usiaku sudah menjelang seperempat abad?!, Ya Allah, bukan maksud hatiku  mendahului keputusan-Mu,... &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;Dari pengalaman yang panjang, dari jatuh  bangun kehidupan, tibalah ia pada suatu kesimpulan,  "Aku harus berusaha  semaksimal mungkin di dunia ini untuk kehidupanku di akhirat kelak, karena  sungguh, batas usia adalah takdir Allah yang tidak boleh  kita dahului,"&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;Karena itu sahabatku, bersyukurlah akan  bagaimanapun keadaan dirimu, jikalau kita melihat di bawah, sungguh..  masih banyak yang lebih menderita dari kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;Jikalau engkau belum  menikah, bersyukurlah.. karena dirimu masih diberi kesempatan untuk berbakti  pada orangtua, jikalau tiba masanya nanti, butiran airmata akan mengalir  dari kelopak matamu, sedih harus meninggalkan orangtua yang begitu tulus  menyayangi kita, sedih berpisah dengan Bunda yang berpayah  lelah mengandung, melahirkan dan membesarkan kita, sedih berpisah dengan  ayah yang rela membanting tulang agar kita bisa makan dan hidup layak, sedih  berpisah dengan saudara-saudara yang selalu mau meringankan beban kita Ya  Allah, betapa sedikit sekali syukurku pada-Mu..&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;Jikalau engkau telah  menikah, namun pendampingmu tak sesuai dengan impianmu, bersyukurlah.. karena  sungguh, kekurangan itu tak sepadan dengan kelebihannya. Wahai sahabatku  yang kusayang karena Allah, bukankah pernikahan adalah suatu bentuk  perjanjian yang amat kuat dan kokoh?, pendampingmu adalah amanah  terbesar yang Allah titipkan kepadamu, karena itu, bersyukurlah.. setiap  kita tak akan pernah ada yang sempurna, jadi bagaimanakah mungkin kita bisa  berharap pasangan kita akan sempurna?, belajarlah menerima kekurangannya,  ikhlaslah dalam mendidiknya, jadikan ia sebagai sahabat sejatimu di dunia  ini, insya Allah.. sorga dunia berada dalam genggamanmu.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 0);" align="justify"&gt;Jikalau kita  lebih dalam merenung hidup yang tinggal sepenggalan ini, kembali menuju  Allah, akan membuat kita jauh lebih tenang dan bersyukur.. Sahabat,  sungguh.. Allah selalu bersamamu.., Ia sungguh sangat  menyayangimu..&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Wasalaamu'alaikum warahmatullaah  wabarakaatuh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Thanks to dudung.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-1497579101784551314?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/1497579101784551314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=1497579101784551314' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/1497579101784551314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/1497579101784551314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/05/betapa-sedikit-syukur-kita.html' title='Betapa Sedikit Syukur Kita'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-8978987802171995281</id><published>2007-05-25T13:24:00.000+07:00</published><updated>2007-05-25T13:25:45.128+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SYUKUR'/><title type='text'>Bersyukur</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center; color: rgb(51, 51, 255);" class="post-title"&gt;Oleh : Andika DJ, S.Sn.&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Baitijannati&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Anak yang baik dan lucu, segala kepolosan dan keluguan ada pada anak-anak. Mereka tidak biasa berbohong untuk mengekspresikan rasa syukur dia ketika dibelikan barang baru. Sebut saja ‘Nada’ seorang anak umur 6 tahun yang baru saja dibelikan ibunya sepatu obral di sebuah toko kelontong di sudut kampung. Dua pasang sepatu bagusnya yang dibeli di kota sudah lama rusak. Saat tidur sepatu barunya dibaringkan bersama dengan boneka kesayangannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt; Pertama yang bisa kita lihat, sepatu yang baru saja dibelikan untuknya tidak berharga mahal tetapi dia tidak peduli dengan harga karena belum tahu mahal murahnya sebuah barang. Yang dia tahu, sepatunya baru! Kalau menurut dia bagus, maka baguslah…. beda dengan orang dewasa yang kadang aspek harga, brand, gengsi, yang menentukan keputusan dibelinya sebuah barang. Sehingga sifat sombong, boros, dan egois lebih melekat pada orang dewasa.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Kedua, didalam sifat polos anak-anak ternyata terkandung rasa syukur yang tinggi kepada Allah, walaupun barangkali belum nampak dalam kata-kata. Contoh; ketika Anda diberi sebuah barang oleh sahabat Anda, misalnya sebuah buku. Ketika Anda tidak membacanya apakah bisa dikatakan bersyukur? Anak-anak kadang memang bisa menjadi teropong evaluasinya orang dewasa. Perbuatan baik buruknya belum tercatat oleh malaikat. Kalau kita ambil pelajaran lebih dalam lagi, rasa ‘syukur’ yang dialami orang dewasa semestinya berkembang menjadi kekuatan untuk melakukan seluruh potensi pemberian Allah ini dengan hal-hal yang maksimal. Yang kadang tiap hari menjadi pertanyaan banyak orang. Prestasi apa yang sudah Anda capai sekarang? Anda memiliki segalanya. Pemikiran dan bentuk fisik yang sempurna. Sehingga kita tersadar betapa potensi yang diberikan Allah begitu besar belum termanfaatkan secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Siapa yang tidak kenal Louis Amstrong seorang pembalap sepeda menjuarai 7 kali dan 6 kalinya didapat secara berturut-turut. &lt;em&gt;Tour de france&lt;/em&gt; lomba balap sepeda paling ganas didunia dengan memakan waktu 26 hari setiap lombanya. Apa kelemahan yang dimiliki Louis? Dia pengidap kangker. Kekurangan apa lagi yang dimilikinya? Dia pengidap polio sejak lahir. Orang dengan kekurangan yang dia punya, semestinya memilih olahraga catur atau bridge atau main game aja dirumah tidak usah sering keluar rumah, percuma. Tetapi tidak untuk Louis!.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Helen Keller, seorang mahasiswi yang tuli, buta dan memiliki kesulitan wicara. Telah menulis beberapa buku dan telah menjadi pembicara di 49 negara. Trus… tidak usah jauh-jauh, Kuntowijo sastrawan jogja yang tetap produktif paska stroke untuk menulis buku walaupun hanya dengan dua jari telunjukknya.&lt;br /&gt;Kita sudah sepantasnya malu…. malu…. dengan pemberian dari-Nya yang sempurna. Prestasi apa yang sudah kita buat. Dan masih banyak lagi yang bisa kita ambil ‘ibroh’ dari cerita diatas.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu A’lam….. (www.baitijannati.wordpress.com)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-8978987802171995281?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/8978987802171995281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=8978987802171995281' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/8978987802171995281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/8978987802171995281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/05/bersyukur_25.html' title='Bersyukur'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-3084474967880699407</id><published>2007-05-25T13:21:00.000+07:00</published><updated>2007-05-25T14:06:34.755+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SYUKUR'/><title type='text'>Arti Kesendirian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RlaKGTh3GsI/AAAAAAAAAaQ/-DUk_s1862M/s1600-h/red-rose.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 113px; height: 128px;" src="http://bp0.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RlaKGTh3GsI/AAAAAAAAAaQ/-DUk_s1862M/s320/red-rose.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068390271578217154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Sebutir air ikut mengucur dari sebuah slang air di tangan seorang tukang kebun.    Ia merasa dirinya seperti kekuatan raksasa yang mampu mematahkan ranting ringkih    dan dedaunan kering di kebun yang gersang, karena musim kemarau yang sangat    panjang. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Tetapi, setelah slang itu terserak kembali sendiri dan menempel di sehelai    daun mawar yang masih menghijau. Sebutir air itu menjadi oase kecil yang amat    cantik di mata &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RlaKvzh3GtI/AAAAAAAAAaY/Np_2rvP9zNw/s1600-h/bgsingle_red_rose.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 148px; height: 227px;" src="http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RlaKvzh3GtI/AAAAAAAAAaY/Np_2rvP9zNw/s200/bgsingle_red_rose.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068390984542788306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;seorang pelukis yang sedang memindahkan keindahan mawar itu ke    atas kanvasnya yang dipesan oleh istana untuk dihadiahkan kepada tamu negara.    Dan butir air itu pun terpindahkan gambarnya menjadi puncak pesona di dalam    sebuah lukisan yang membuat semua orang takjub kepada kemolekannya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Sampai akhirnya, tetesan air itu merasa dirinya melayang-layang oleh bahagia.    Karena meskipun hanya setetes dan tidak lagi terkumpul sebagai sebuah kekuatan    ia masih bisa memberikan arti. Lalu, butir air itu berpikir bahwa seandainya    ia tidak terpercik sendirian ke atas dedaunan, tetapi tetap berkumpul dalam    sebuah kungangan air, ia mungkin hanya menjadi tempat tetas nyamuk berdarah.    Jadi, alhamdulillah kesendirian punya arti yang tak kecil bila disyukuri.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Thanks to dudung.net&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-3084474967880699407?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/3084474967880699407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=3084474967880699407' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3084474967880699407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3084474967880699407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/05/arti-kesendirian.html' title='Arti Kesendirian'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RlaKGTh3GsI/AAAAAAAAAaQ/-DUk_s1862M/s72-c/red-rose.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-3512107574365194286</id><published>2007-05-25T13:10:00.000+07:00</published><updated>2007-05-25T13:16:58.697+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SYUKUR'/><title type='text'>Tantangan Iman</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;"Wahai manusia, siapakah makhluk Allah yang imannya paling menakjubkan    (man a'jabul khalqi imanan)?" Demikian pertanyaan Nabi Muhammad kepada    sahabatnya di suatu pagi. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Para sahabat langsung menjawab, "Malaikat!".     Nabi menukas, "Bagaimana para malaikat    tidak beriman sedangkan mereka pelaksana perintah Allah?"&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sahabat menjawab lagi, "kalau begitu, para Nabi-lah yang     imannya paling menakjubkan!"    "Bagaimana para Nabi tidak beriman, padahal wahyu turun kepada    mereka," sahut Nabi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Untuk ketiga kalinya, sahabat mencoba memberikan jawaban,    "kalau begitu, sahabat-sahabatmu ya Rasul."    Nabi pun menolak jawaban itu dengan berkata, "Bagaimana     sahabat-sahabatku tidak beriman, sedangkan mereka     menyaksikan apa yang mereka saksikan."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Rasul yang mulia meneruskan kalimatnya, "Orang yang     imannya paling menakjubkan adalah kaum yang datang     sesudah kalian. Mereka beriman kepadaku, walaupun mereka     tidak melihatku. Mereka benarkan aku tanpa pernah     melihatku. Mereka temukan tulisan dan beriman kepadaku.     Mereka amalkan apa yang ada dalam tulisan itu.     Mereka bela aku seperti kalian membela aku.     Alangkah inginnya aku berjumpa dengan ikhwanku itu!"&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Berangkat dari riwayat di atas, saya belajar memaknai     iman sebagai sebuah tantangan. Semakin tinggi tingkat     tantangan, semakin tinggi pula tingkat iman kita.     Semakin sulit kita menjalankan sebuah keyakinan (iman),     semakin tinggi pula nilai iman kita di sisi Allah. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Ilustrasi berikut mungkin bisa menyederhanakan     persoalan: Seorang waliyullah tidak diragukan lagi     telah melihat berbagai "keajaiban" dan "rahasia" Allah.        Dia sudah menyaksikan dan merasakan getaran cinta ilahi.     Kalau Allah mengangkat derajatnya, tentu saja kita tak     akan heran. Yang membuat kita takjub adalah, seorang     manajer yang sangat sibuk dan telah menyaksikan bahwa     "time is money", namun tetap berusaha menunaikan shalat     lima waktu di sela-sela kesibukannya. Begitu juga     dengan seorang kuli bangunan yang lebih banyak     menggunakan potensi otot dibanding potensi otaknya,     namun tetap berpuasa di bulan Ramadhan meskipun dia harus     kerja di tengah terik mentari. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bagi saya, manajer dan kuli bangunan tersebut memiliki     iman yang paling menakjubkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kita bukanlah sahabat Nabi yang menyaksikan secara langsung betapa    mulianya akhlak junjungan kita itu;&lt;br /&gt;  kita juga bukan malaikat yang tidak memiliki hawa nafsu;&lt;br /&gt;  kita juga bukan waliyullah yang telah merasakan manisnya kasih sayang Allah.   &lt;br /&gt;  Kita adalah manusia biasa yang penuh dengan kelemahan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Dalam kelemahan itulah kita masih beriman kepada Allah.     Dalam ketidakhebatan kita itulah kita selalu berusaha     mendekati Allah. Di tengah kesibukan dan beban ekonomi     yang semakin meningkat, kita tetap keluarkan zakat dan     sedekah. Tak sedikitpun kita akan gadaikan iman kita. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Di tengah dunia yang semakin kompetitif, kita masih     sempatkan untuk shalat. Di tengah godaan duniawi yang     luar biasa, kita tahan nafsu kita di bulan Ramadhan.     Di tengah kumpulan manusia yang putus asa dengan     krisis moneter ini, kita masih bisa mensyukuri     sejumput ni'mat yang diberikan Allah. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Nabi Muhammad menghibur kita, "Berbahagialah orang yang     melihatku dan beriman kepadaku," Nabi ucapkan kalimat     ini satu kali. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;"Berbahagialah orang yang beriman kepadaku padahal     tidak pernah melihatku." Nabi ucapkan kalimat terakhir     ini tujuh kali.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Thanks to dudung.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-3512107574365194286?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/3512107574365194286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=3512107574365194286' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3512107574365194286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3512107574365194286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/05/tantangan-iman.html' title='Tantangan Iman'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-7830494682148367109</id><published>2007-05-25T13:07:00.000+07:00</published><updated>2007-05-25T13:10:51.829+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SYUKUR'/><title type='text'>Bersyukur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu, Lulu."&lt;br /&gt;Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu."&lt;br /&gt;Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, "Lulu, Lulu". "Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?" tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita terakhir adalah mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, "Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat,saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;http://sayangdibuang.blogspot.com/2007/03/bersyukur.html&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-7830494682148367109?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/7830494682148367109/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=7830494682148367109' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/7830494682148367109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/7830494682148367109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/05/bersyukur.html' title='Bersyukur'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-5645263110430764081</id><published>2007-05-25T13:05:00.000+07:00</published><updated>2007-05-25T13:06:53.316+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SYUKUR'/><title type='text'>Jikalah...</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;br /&gt;  Maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,&lt;br /&gt;  Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;br /&gt;  Maka mengapa tidak dinikmati saja,&lt;br /&gt;  Sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;br /&gt;  Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,&lt;br /&gt;  Sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Jikalah kebencian dan kemarahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;br /&gt;  Maka mengapa mesti diumbar sepuas jiwa,&lt;br /&gt;  Sedang menahan diri adalah lebih berpahala.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;br /&gt;  Maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya,&lt;br /&gt;  Sedang taubat itu lebih utama.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;br /&gt;  Maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri,&lt;br /&gt;  Sedang kedermawanan justru akan melipat gandakannya. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;br /&gt;  Maka mengapa mesti membusung dada dan membuat kerusakan di dunia,&lt;br /&gt;  Sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia agar sejahtera.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;br /&gt;  Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama,&lt;br /&gt;  Sedang memberi akan lebih banyak menuai arti.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;br /&gt;  Maka mengapa mesti dirasakan sendiri,&lt;br /&gt;  Sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;br /&gt;  Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka,&lt;br /&gt;  Sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Suatu hari nanti,&lt;br /&gt;  Saat semua telah menjadi masa lalu&lt;br /&gt;  Aku ingin ada di antara mereka&lt;br /&gt;  Yang bertelekan di atas permadani&lt;br /&gt;  Sambil bercengkerama dengan tetangganya&lt;br /&gt;  Saling bercerita tentang apa yang telah dilakukannya di masa lalu&lt;br /&gt;  Hingga mereka mendapat anugerah itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;[(Duhai kawan, dulu aku miskin dan menderita, namun aku tetap berusaha&lt;br /&gt;  senantiasa bersyukur dan bersabar. Dan ternyata, derita itu hanya sekejap saja&lt;br /&gt;  dan cuma seujung kuku, di banding segala nikmat yang kuterima di sini)-&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;  (Wahai kawan, dulu aku membuat dosa sepenuh bumi, namun aku bertobat dan tak&lt;br /&gt;  mengulang lagi hingga maut menghampiri. Dan ternyata, ampunan-Nya seluas alam&lt;br /&gt;  raya, hingga sekarang aku berbahagia)]&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Suatu hari nanti&lt;br /&gt;  Ketika semua telah menjadi masa lalu&lt;br /&gt;  Aku tak ingin ada di antara mereka&lt;br /&gt;  Yang berpeluh darah dan berkeluh kesah:&lt;br /&gt;  Andai di masa lalu mereka adalah tanah saja.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;[(Duhai! harta yang dahulu kukumpulkan sepenuh raga, ilmu yang kukejar setinggi&lt;br /&gt;  langit, kini hanyalah masa lalu yang tak berarti. Mengapa dulu tak kubuat&lt;br /&gt;  menjadi amal jariah yang dapat menyelamatkanku kini?)-&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; (Duhai! nestapa, kecewa, dan luka yang dulu kujalani, ternyata hanya sekejap&lt;br /&gt;  saja dibanding sengsara yang harus kuarungi kini. Mengapa aku dulu tak sanggup&lt;br /&gt;  bersabar meski hanya sedikit jua?)]&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Thanks to dudung.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-5645263110430764081?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/5645263110430764081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=5645263110430764081' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/5645263110430764081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/5645263110430764081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/05/jikalah.html' title='Jikalah...'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-756692166521414679</id><published>2007-05-25T13:00:00.001+07:00</published><updated>2007-05-25T13:04:47.973+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SYUKUR'/><title type='text'>Pandailah Bersyukur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Allah menjanjikan bahwa orang yang tidak mau bersyukur, maka nikmatnya akan berubah menjadi adzab yang pedih, minimal akan hilang ketentraman di hatinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Misalkan hidung kita oleh Allah 'di &lt;i&gt;setting&lt;/i&gt;' tidak begitu mancung, tapi kita membandingkannya dengan yang mancung-mancung. Saat becermin kan jadi tertekan, "Ini hidung atau kutil?" Padahal Allah yang menciptakan, pasti sarat dengan hikmah. Punya hidung mancung juga kalau ujub malah jadi pamer, dipotret jadi miring terus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Kalau tidak berusaha mensyukuri yang ada, punya apa saja nggak akan                 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;nikmat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Misalnya ada gelas berisi air setengah. Kalau ahli syukur, "alhamdulillah masih ada setengahnya." Tapi yang kufur nikmat, "Hah! Tinggal setengahnya!" Ini nggak enak, itu nggak enak. Tentu saja Allah murka sehingga menutup pintu rezeki lainnya. Sebaliknya, kalau bersyukur, maka akan mengundang pintu-pintu nikmatlainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Misalnya istri sedang ngidam, kita mencari mangga ke sana sini nggak ketemu. Tiba-tiba lewat tukang mangga. "Ya Allah Engkau mudahkan dia datang, tidak perlu bayar parkir dan bensin." "Berapa ini Bang?" tanya kita. "Enam ribu" kata abang penjual mangga. Lalu kita bilang "Sepuluh ribu, ya?" Nah, itu bersyukur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Tapi kalau, "Dua ribu saja ya!?" Itu zalim, betapa  sudah diberi                    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;kemudahan oleh Allah dengan didatangkan tukang penjual mangga yang dengan susah payah dia memikulnya, sudah berat, panas, masih ditawar pula oleh kita. Bukankah setiap kemudahan itu datangnya dari Allah. Kalau tidak bersyukur, maka itulah yang akan menimbulkan fitnah dan masalah. mq &lt;/span&gt;            &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;( )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(153, 51, 153); text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;http://www.republika.co.id/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-756692166521414679?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/756692166521414679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=756692166521414679' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/756692166521414679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/756692166521414679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/05/pandailah-bersyukur.html' title='Pandailah Bersyukur'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-4404253217367014490</id><published>2007-05-25T12:32:00.000+07:00</published><updated>2007-05-25T14:17:18.688+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SYUKUR'/><title type='text'>Tiga Syukur Setiap Hari</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Seorang wanita yang baru saja meninggal ternyata merindukan kehidupan yang baru saja ditinggalkannya. Ia berharap bisa ''mengunjungi'' kembali salah satu hari yang ''tidak penting'' yang pernah terjadi dalam hidupnya. Ketika harapannya dikabulkan, ia menyadari betapa selama ini ia menjalani hidupnya tanpa rasa syukur, seakan-akan semua itu sudah selayaknya menjadi miliknya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Akhirnya kunjungannya itu menjadi beban berat yang tak tertanggungkan olehnya. ''Saya tidak menyadari,'' katanya dengan penuh sesal, ''Semua yang terjadi tak pernah kita sadari benar. Selamat tinggal, rumahku. suami dan putri kesayanganku.... Ibu dan ayah.... Selamat tinggal detak jam dinding dan bunga-bunga yang indah di pekarangan. Dan makanan dan kopi. Dan baju-baju yang baru diseterika dan air mandi hangat .... dan saat-saat tidur dan terjaga. Oh hidup, kau terlalu mengagumkan hingga orang tak menyadari betapa mengagumkannya engkau.''&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Itulah salah satu adegan yang cukup menyentuh dalam sebuah drama karya Thornton Wilder - seorang pengarang Amerika -- berjudul &lt;i&gt;Our Town.&lt;/i&gt; Wilder nampaknya ingin mengingatkan kita untuk senantiasa menikmati hari dengan penuh rasa syukur. Setiap hari sebetulnya adalah istimewa. Sayang, kita sering tak menyadarinya karena ''mata'' kita tertutup. Melalui tulisan ini saya ingin berbagi satu kiat untuk menikmati hidup yang indah. Saya menyebutnya ''Tiga Syukur Setiap Hari.''&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kiat ini sangat sederhana dan dapat Anda terapkan mulai hari ini juga. Menjelang tidur setiap malam, cobalah Anda cari tiga hal yang pantas Anda syukuri hari ini sebagai rahmat dan anugerah dari Tuhan. Tiga hal saja. Tidak sulit bukan?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kalau kebetulan hari ini Anda mendapatkan berbagai ''kabar baik'' tentunya tak sulit melakukannya. Tapi, bagaimana kalau hari ini berlalu dengan berbagai kesulitan bahkan musibah: anak Anda sakit, dompet Anda hilang, Anda baru dimarahi atasan, mobil Anda ditabrak orang, atau orang tua Anda dirawat di rumah sakit. Kalau demikian apa yang harus kita syukuri?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kalau pertanyaan itu yang Anda ajukan, nampaknya kita perlu memahami tiga hal berikut. Pertama, bersyukur sebetulnya tidaklah hanya dapat kita lakukan di saat senang, tetapi juga di saat susah. Kita perlu menyadari bahwa setiap musibah selalu mengandung 'rahmat' yang terselubung. Musibah adalah alat yang sangat ampuh untuk membuka mata kita pada banyaknya kenikmatan yang telah kita lupakan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kedua, dalam menerima musibah kita perlu senantiasa bersyukur bahwa hal itu tidaklah terlalu buruk. Falsafah Jawa mengenal istilah ''Masih untung.'' Ini sebuah cara pandang yang sangat spiritual. Belum lama ini anak saya yang berusia 3 tahun jatuh di kamar mandi sehingga kepalanya harus dijahit di rumah sakit. Sudah tentu kami sekeluarga sangat sedih dan prihatin. Tapi, malam itu saya masih bisa bersyukur karena ternyata luka yang dialaminya tak terlalu parah dan akan membaik dalam beberapa hari ke depan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Paradigma ''Masih untung'' ini bukanlah sekadar untuk menghibur dan menyenang-nyenangkan diri. Sikap ini didasari oleh keyakinan mendalam bahwa Tuhan senantiasa melindungi kita. Bahwa rahmat selalu ada di sekitar kita betapa pun kecilnya. Ini akan mengubah penolakan menjadi penerimaan, kekacauan menjadi keteraturan, dan kekeruhan menjadi kejernihan. Lebih dari itu hidup kita akan senantiasa diliputi perasaan penuh. Apapun yang sudah kita miliki menjadi cukup, bahkan berlebih. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Ketiga, kita seringkali tak dapat menemukan hal-hal yang patut disyukuri karena kita sering merasa bahwa sesuatu itu sudah semestinya terjadi. Padahal, segala sesuatu tidak terjadi begitu saja. Semuanya karena rahmat Tuhan. Mungkin Anda tidak merasa mendapatkan hal istimewa pada suatu hari. Tapi, bukankah hari itu kita dan seluruh anggota keluarga sampai di rumah dengan selamat? Bukankah kita masih bisa menikmati makanan yang lezat? Bukankah jantung kita masih terus berdetak, nafas kita pun tak pernah berhenti? Bukankah kita masih dapat melihat, mendengar, berjalan, dan bekerja? &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Hal-hal yang saya sebut di atas seringkali kita anggap sebagai sesuatu yang remeh, dan terjadi begitu saja. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Coba Anda saksikan acara Tali Kasih yang dipandu Dewi Hughes di sebuah televisi swasta. Anda akan sadar, bahkan mungkin sambil meneteskan air mata menyaksikan betapa banyaknya orang yang tak dapat menikmati hal-hal yang kita anggap remeh tadi. Menyaksikan acara-acara seperti ini akan membuka mata hati kita akan betapa banyaknya rahmat yang sering kita lupakan dalam hidup ini. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Pembaca yang budiman, mulai nanti malam cobalah kiat sederhana ini. ''Tiga Syukur Setiap Hari'' akan mengubah cara pandang Anda terhadap hidup. Dengan demikian Anda akan merasakan hidup yang begitu indah, penuh rahmat, berkecukupan, dan berkelimpah-ruahan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;b&gt;Kepemimpinan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;b&gt;Arvan Pradiansyah&lt;/b&gt;, direktur pengelola Institute for Leadership &amp; Life Management (ILM) dan pengarang buku &lt;i&gt;Life is Beautiful&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;e-mail&lt;/b&gt;: kepemimpinan_probis@yahoo.com&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;http://www.republika.co.id/&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-4404253217367014490?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/4404253217367014490/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=4404253217367014490' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/4404253217367014490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/4404253217367014490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/05/tiga-syukur-setiap-hari.html' title='Tiga Syukur Setiap Hari'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-233521302880377630</id><published>2007-04-24T10:34:00.000+07:00</published><updated>2007-04-24T10:40:11.948+07:00</updated><title type='text'>Rindu ini</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Salah satu ciri seorang yang beriman adalah ketika disebut nama Allah&lt;br /&gt;maka  bergetarlah hatinya.&lt;br /&gt;Bergetar kerana takut akan azab-Nya,&lt;br /&gt;Bergetar kerana  mengharap Ridho-Nya,&lt;br /&gt;Dan bergetar kerana rindu ingin berjumpa  dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang apabila nama yang dikasihi  disebut didepannya,&lt;br /&gt;dan ia tidak merasakan getaran, maka dipertanyakan  kecintaan dan&lt;br /&gt;kerinduannya,&lt;br /&gt;maka Allah menggambarkan dalam firman-Nya  untuk hamba-hamba-Nya yang&lt;br /&gt;merindui-Nya: “… dan&lt;br /&gt;apabila disebut nama Allah  maka bergetarlah hatinya.” (QS. Al-Anfal :2).&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Bayangkan …hanya dengan disebut nama-Nya maka bergetar hatinya…&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Bagaimana dengan hati ini?&lt;br /&gt;Cintakah kita dengan-Nya?&lt;br /&gt;Rindukah kita  dengan-Nya?&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Dalam hadist Qudsi Allah berfirman “Sesungguhnya Aku sesuai  dengan&lt;br /&gt;prasangka hambaKu”&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Bila hati ini rindu kepada-Nya ,maka ia akan rindu ,Bila hati ini  ingin&lt;br /&gt;berjumpa dengan-Nya ,&lt;br /&gt;maka Ia akan mengharapkan  berjumpa,&lt;br /&gt;Subhanallah, bahagia orang yang merasakan getaran ketika nama  Allah&lt;br /&gt;disebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Jangan katakan kita cinta Rasul, kalau hati tidak bergetar  ketika&lt;br /&gt;mendengar nama Rasul.&lt;br /&gt;Jangan katakan kita merindukan Rasul kalau  hati tak bergejolak ketika&lt;br /&gt;nama Rasul disebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Begitu juga ketika seseorang merindui seseorang yang dikasihi, ingin&lt;br /&gt;hati  berjumpa, mendengar dan bicara dengannya.&lt;br /&gt;Walaupun satu kata yang terlontar  dari orang yang dirindui,&lt;br /&gt;Itu akan mengubati rasa rindu.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Subhanallah, Maha Suci Allah yang menciptakan rasa rindu,&lt;br /&gt;Setiap orang  mempunyai rasa rindu,&lt;br /&gt;seorang lelaki rindu seorang isteri solehah,&lt;br /&gt;seorang  wanita rindu seorang suami soleh,&lt;br /&gt;seorang yang beriman rindu akan  kebenaran,&lt;br /&gt;seorang yang bertakwa rindu berjumpa dengan Allah.&lt;br /&gt;Ya Rabb,  syukur aku telah kau anugerahkan dengan rindu.&lt;br /&gt;Ya Rabb, jawablah rindu  ini.&lt;br /&gt;Ya Rabb, kumpulkan aku bersama orang yang merinduiMu…&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;(Amin)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-233521302880377630?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/233521302880377630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=233521302880377630' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/233521302880377630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/233521302880377630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/04/rindu-ini.html' title='Rindu ini'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-3377886686093356040</id><published>2007-04-21T11:09:00.000+07:00</published><updated>2007-04-24T10:48:35.215+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munakahat'/><title type='text'>Bila Hati Rindu Menikah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RimO-OQ8-UI/AAAAAAAAAYA/qFrm25Joufk/s1600-h/bila+hati+rindu+menikah_m.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 233px;" src="http://bp3.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RimO-OQ8-UI/AAAAAAAAAYA/qFrm25Joufk/s400/bila+hati+rindu+menikah_m.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5055729256332327234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="product_show_desc"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 153);" margin="" 0cm="" 0pt="" justify="" align=""&gt;Merindukan untuk mendapat pasangan hidup merupakan fitrah manusia. Biasanya kerinduan ini semakin tak tertahankan saat usia semakin dewasa. Namun demikian rasa ragu dan bimbang sering mewarnai dan mendominasi langkah seseorang, walau keinginan untuk menikah sudah sangat kuat. Tidak jarang pula timbul ketakukan, sehingga belum berani untuk segera menikah karena suatu alasan yang sebenarnya bisa diatasi jika ia tahu caranya. Ada pula sebagian orang yang sebenarnya sudah siap untuk menikah dan sudah sekian lama menanti, tapi jodoh tidak kunjung datang jua.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="" margin="" 0cm="" 0pt="" justify="" align=""&gt;&lt;o:p style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style="" 12pt="" family="" times="" new="" roman="" us="" language="" sa=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kalau demikian masalahnya, lantas bagaimana solusi untuk menghilangkan rasa ragu dan bimbang, menumbuhkan keberanian untuk segera menikah, serta ikhtiar-ikhtiar yang bisa dilakukan oleh manusia dalam menyambut kedatangan jodohnya, pada masa penantian yang tak tahu kapan ia akan berakhir? Untuk lebih jelasnya, silahkan anda hayati dan rengunkan isi buku ini dan semoga anda segera menemukan jawabannya.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-3377886686093356040?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/3377886686093356040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=3377886686093356040' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3377886686093356040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3377886686093356040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/04/bila-hati-rindu-menikah.html' title='Bila Hati Rindu Menikah'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RimO-OQ8-UI/AAAAAAAAAYA/qFrm25Joufk/s72-c/bila+hati+rindu+menikah_m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-3435182695493755645</id><published>2007-04-21T10:36:00.000+07:00</published><updated>2007-04-21T10:43:55.450+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munakahat'/><title type='text'>Proposal Nikah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;em&gt;KADO BUAT YANG MAU DAN SIAP MENIKAH... BARAKALLAHU !! (By : 4121X13)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;Latar Belakang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga    Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan    nikmatNya kepada kita. Amin&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati.. sebagai hamba Allah, saya telah    diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : "Kami akan    perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka,    sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha    Melihat segala sesuatu".&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan    terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat    pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah,    hanyalah kehancuran yang didapatkannya.. Na'udzubillah ! Dan Allah telah    berfirman : &lt;em&gt;"Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan    yang    buruk lagi kotor"&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(Qs. Al Israa' : 32)&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Ibunda dan Ayahanda tercinta.. melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh    amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan    maksiat kepada Allah. Seolah-olah, di kepala mereka yang ada hanya    pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi    kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. "Saya nggak sempat mikirin    kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu," ataupun Kerja    belum mapan, belum cukup siap untuk berumah tangga, begitu kata mereka,    padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar    agar tak berbuat maksiat. &lt;em&gt;Wallahu a'lam&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Ibunda dan Ayahanda tersayang.. bercerita tentang pergaulan anak muda yang    cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Ibunda dan Ayahanda.. inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin    menyegerakan menikah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;Dasar Pemikiran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Dari Al Quran dan Al Hadits :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan      orang-orang      yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu      yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN      KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui."&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;      (QS. An      Nuur (24) : 32).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat      kebesaran Allah."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya,      baik      dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang      tidak mereka ketahui&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. Yaa Siin (36) :      36).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;em&gt;Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari      jenis      kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian      anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik&lt;/em&gt;      &lt;strong&gt;(Qs. An Nahl (16) : 72).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;em&gt;Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu      isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram      kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya      pada      yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir&lt;/em&gt;.      &lt;strong&gt;(Qs. Ar. Ruum (30) : 21).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt; Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka      (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh      (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat,      menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan      diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana&lt;/em&gt;      &lt;strong&gt;(Qs. At Taubah (9) : 71).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;em&gt;Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah      menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian      Dia      kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;      (Qs. An      Nisaa (4) : 1)&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk      wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski      yang melimpah (yaitu : Surga) &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. An Nuur (24) : 26).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt; ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga,      atau      empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah)      seorang saja..&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. An Nisaa' (4) : 3).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi      perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu      ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan      barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat      kesesatan yang nyata.&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(Qs. Al Ahzaab (33) : 36).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt; Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda:      "Nikah      itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR.      Ibnu Majah,      dari Aisyah r.a.).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;em&gt;Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang,      memakai wewangian, bersiwak dan menikah &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Tirmidzi).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Aisyah, &lt;em&gt;"Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya      mereka      akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu (HR. Hakim dan Abu Dawud).      14.Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya      akan      timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang      menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi      Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya.      Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya."&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR.      Baihaqi).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;em&gt;Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya      ialah wanita shalihat.&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;"Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah� (HR. Tirmidzi, Ibnu      Hibban      dan Hakim) :      a.Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah.      b.Budak yang menebus dirinya dari tuannya.      c.Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram."&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;em&gt;"Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah      ia      nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara."&lt;/em&gt;      &lt;strong&gt;(HR.      Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt; Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak.      Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;      (HR. Abu      Dawud).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt; Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah      (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat      yang lain&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Abdurrazak dan Baihaqi)&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;em&gt;Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik,      daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;      (HR. Ibnu Ady      dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak      menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah"&lt;strong&gt;      (HR.      Bukhari).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt; Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang,      dan      kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup      membujang&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Abu Ya��la dan Thabrani).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt; Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu      dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan      terhormat&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;(HR. Ibnu Majah,dhaif)&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;em&gt;Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian      diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki,      dan      menambah keluhuran mereka&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; (Al Hadits).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;Tujuan Pernikahan&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;li&gt;Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mendapatkan cinta dan kasih sayang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari      perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi/menguatkan ikatan      kekeluargaan)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;Kesiapan Pribadi &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;li&gt;Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah.      Rasulullah SAW. bersabda : Man Jadda Wa Jadda (Siapa yang bersungguh-sungguh      pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Termasuk tathhir (mensucikan diri).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Secara materi, Insya Allah siap. Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah      menurut kemampuannya (Qs. At Thalaq (65) : 7)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);" type="square"&gt;&lt;li&gt;Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan      dan      kasih sayang bagi orang yang menikah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban      menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.      Rasulullah SAW. bersabda:&lt;em&gt; "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,      janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi      mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan."&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;      (HR. Ahmad)&lt;/strong&gt; dan      "Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari      besi      lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya"&lt;strong&gt;      (HR. Thabrani      dan Baihaqi)&lt;/strong&gt;.. Astaghfirullahaladzim.. Na'udzubillahi min dzalik&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai    berikut ini :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;li&gt; Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir,      DR, SE, SH, ST, dsb&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan      tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu'an sesuai dengan kemampuan      yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha      Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari� manusia      (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada      apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru      dengan      menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat      menyelesaikan kuliah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;Memperbaiki Niat :&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;em&gt;Innamal a'malu binniyat.......&lt;/em&gt; Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan    pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya,    baik secara segera maupun ditangguhkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt; Niat Ketika Memilih Pendamping&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Rasulullah bersabda &lt;em&gt;"Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau    akan    kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah    pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena    kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang    menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa    yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan    padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan    nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi    barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Thabrani).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;em&gt;"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan    itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta/tahtanya mungkin    saja harta/tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita    karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk    wajahnya adalah lebih utama".&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Ibnu Majah).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;em&gt;Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab    (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Al    Hadits)&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;em&gt;Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ��Sesungguhnya    perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan    kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Muslim    dan Tirmidzi).&lt;/strong&gt;    Niat dalam Proses Pernikahan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai    berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi    mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari    dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya'.    &lt;em&gt;"Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai    pemberian dengan penuh kerelaan."&lt;/em&gt;(Qs. An Nisaa (4) : 4). &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Rasulullah SAW bersabda : &lt;em&gt;"Wanita yang paling agung barakahnya, adalah    yang paling ringan    maharnya"&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang    shahih)&lt;/strong&gt;. Dari    Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, &lt;em&gt;"Sesungguhnya berkah    nikah    yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)"&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR.    Ahmad)&lt;/strong&gt;. Nabi SAW    pernah berjanji : &lt;em&gt;"Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau    lelaki    itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan    menjadi wali pernikahannya."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Ashhabus Sunan)&lt;/strong&gt;.    Dari Anas, dia berkata :    " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya"    &lt;strong&gt;(Ditakhrij    dari An Nasa'i&lt;/strong&gt;)..Subhanallah..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan    mudah    insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan    bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori    niat.&lt;em&gt; "Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing."&lt;/em&gt;    &lt;strong&gt;(HR. Bukhari dan    Muslim)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Pernikahan haruslah memenuhi kriteria &lt;em&gt;Lillah, Billah, dan Ilallah&lt;/em&gt;.    Yang dimaksud    &lt;strong&gt;Lillah&lt;/strong&gt;, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan    caranya harus    &lt;strong&gt;Billah&lt;/strong&gt;, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya    dalam pemilihan    calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau    tidak). Terakhir &lt;strong&gt;Ilallah&lt;/strong&gt;, tujuannya dalam rangka menggapai    keridhoan Allah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya    :    adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak    makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini    yang    harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian),    Pengantin tidak disandingkan, adab mendo'akan pengantin dengan do'a :    &lt;em&gt;Barokallahu laka wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.&lt;/em&gt;.    (Semoga    Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak    bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("&lt;em&gt;Dan    janganlah    bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama" &lt;/em&gt;-    Qs. Al Ahzab    (33),&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;Meraih Pernikahan Ruhani&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka    ia    akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis,    seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang    sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena    itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan    hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling    mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk    Allah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah.    Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis,    melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah,    kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani.    KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH    UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS� PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;Penutup&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;em&gt;"Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang    dihalalkan    oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka    kepada orang-orang yang melampaui batas." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. Al Maidaah    (5) : 87).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;em&gt; Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya    sesudah kesulitan itu ada kemudahan&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(Qs. Alam Nasyrah (94) : 5-    6 )&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai    atas    nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat    berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari    Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan "Jazakumullah Khairan katsiira".    "Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan    jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku    menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau    segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN    UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin"&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; ==================================== &lt;em&gt;&lt;br /&gt;  Dedicated to : My inspiration .... yang pernah singgah dan menghuni "hati"    ...Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak di bumi-Nya..Lalu,    kucoba atur gelombang asa..Robbi kudengar panggilanMu tuk meniti jalan RidhoMu..    Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani    panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi.. " Saat Cinta dan Rindu�    tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah.."&lt;br /&gt;  &lt;/em&gt; ====================================&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;Maraji / Referensi :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;li&gt;Majalah Ishlah, Edisi Awal Tahun 1995.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid, 1994, Cet. 27, Bandung, Sinar Baru Algesindo.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq, 1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al Ma'arif.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Muhammad Faudzil Adhim, 1998, Yogyakarta,      Mitra Pustaka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1, Jakarta,      Gema      Insani Press.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Rintangan Pernikahan dan Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan, 1997, Cet.      1,      Jakarta, Studia Press.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Perkawinan Masalah Orang muda, Orang Tua dan Negara, Abdullah Nashih Ulwan,      1996, Cet. 5, Jakarta, Gema Insani Press.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6, A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1, Jakarta,      Gema Insani Press&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad Utsman Al Khasyt, 1999, Cet. 18, Jakarta,      Gema Insani Press.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Majalah Cerdas Pemuda Islam Al Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah, No. 17/Th.      2      31 Mei 2001, Jakarta, YPDS Al Mukhtar.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Thanks to: dudung.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-3435182695493755645?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/3435182695493755645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=3435182695493755645' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3435182695493755645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3435182695493755645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/04/proposal-nikah.html' title='Proposal Nikah'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-1097299077258129706</id><published>2007-04-21T10:27:00.000+07:00</published><updated>2007-04-21T11:08:45.953+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CINTA'/><title type='text'>Bila Aku Jatuh Cinta...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RimN0-Q8-TI/AAAAAAAAAX4/lua2mEqIPqE/s1600-h/girlpraying.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 244px; height: 355px;" src="http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RimN0-Q8-TI/AAAAAAAAAX4/lua2mEqIPqE/s400/girlpraying.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5055727997906909490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Allahu Rabbi aku minta izin&lt;br /&gt;Bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;br /&gt;Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang&lt;br /&gt;Hingga membuat lalai akan adanya Engkau &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;Aku punya pinta&lt;br /&gt;Bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;br /&gt;Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas&lt;br /&gt;Biar rasaku pada-Mu tetap utuh &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;br /&gt;Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu&lt;br /&gt;dan membuatku semakin mengagumi-Mu &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;Bila suatu saat aku jatuh hati&lt;br /&gt;Pertemukanlah kami&lt;br /&gt;Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati&lt;br /&gt;Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku&lt;br /&gt;Anugerahkanlah aku cinta-Mu...&lt;br /&gt;Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu &lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Amin !&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-1097299077258129706?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/1097299077258129706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=1097299077258129706' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/1097299077258129706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/1097299077258129706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/04/bila-aku-jatuh-cinta.html' title='Bila Aku Jatuh Cinta...'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RimN0-Q8-TI/AAAAAAAAAX4/lua2mEqIPqE/s72-c/girlpraying.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-5882381901342186281</id><published>2007-04-21T10:18:00.000+07:00</published><updated>2007-04-21T10:52:34.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Wanita… akal senipis rambutnya…</title><content type='html'>&lt;p&gt;Jangankan lelaki biasa..&lt;br /&gt;nabi pun merasa sunyi tanpa wanita..&lt;br /&gt;tanpa  mereka, fikiran dan perasaan lelaki akan resah..&lt;br /&gt;masih mencari walau ada  segalanya..&lt;br /&gt;apa yang ada didalam syurga..&lt;br /&gt;namun Adam tetap rindukan  Hawa..&lt;br /&gt;dijadikan wanita daripada tulang rusuk yang bengkok..&lt;br /&gt;untuk  diluruskan oleh lelaki..&lt;br /&gt;tetapi seandainya lelaki itu tidak lurus..&lt;br /&gt;mana  mungkin kayu yang bengkok menghasilkan bayang yang lurus..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luruskanlah wanita dengan jalan yang ditunjuk oleh  Allah..&lt;br /&gt;kerana mereka diciptakan sebegitu rupa oleh Allah..&lt;br /&gt;didiklah  mereka dengan panduan dariNya..&lt;br /&gt;jangan coba menjinakkan mereka dengan  harta..&lt;br /&gt;kerana nantinya mereka semakin liar..&lt;br /&gt;jangan hiburkan mereka  dengan kecantikan..&lt;br /&gt;kerana nantinya mereka semakin derita..&lt;br /&gt;kenalkan  mereka kepada Allah..&lt;br /&gt;zat yang kekal..&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RimKJOQ8-SI/AAAAAAAAAXw/s8M5bkszjBc/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 154px; height: 290px;" src="http://bp3.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RimKJOQ8-SI/AAAAAAAAAXw/s8M5bkszjBc/s400/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5055723947752749346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;disitulah punca kekuatan dunia..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akal senipis rambutnya&lt;/span&gt; tebalkan ia dengan ilmu..&lt;br /&gt;hati serapuh kaca kuatkan  dengan iman..&lt;br /&gt;perasaan selembut sutera hiasilah dengan akhlak..&lt;br /&gt;suburkanlah  ia karena dari situlah nantinya mereka akan lihat nilaian dan keadilan  Rabb..&lt;br /&gt;bisikan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan satu kelemahan..&lt;br /&gt;ia  bukan diskriminasi Allah..&lt;br /&gt;sebaliknya di situlah kasih dan sayang Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wanita yang lupa akan hakikat kejadiannya..&lt;br /&gt;pasti tidak akan  terhibur..&lt;br /&gt;dan tidak akan menghiburkan..&lt;br /&gt;tanpa iman ilmu dan akhlak mereka  tidak akan lurus…&lt;br /&gt;bahkan akan semakin membengkok..&lt;br /&gt;itulah hakikatnya andai  wanita tidak kenal Rabbnya..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila wanita menjadi durhaka..&lt;br /&gt;pasti dunia lelaki akan menjadi huru  hara..&lt;br /&gt;lelaki pula jangan mengharapkan ketaatan semata mata..&lt;br /&gt;tapi binalah  kepimpinan..&lt;br /&gt;pastikan sebelum wanita menuju Ilahi..&lt;br /&gt;pimpinlah diri  kepadaNya..&lt;br /&gt;jinakkan diri kepada Allah..&lt;br /&gt;niscaya akan jinaklah segala  galanya di bawah pimpinanmu..&lt;br /&gt;janganlah mengharapkan isteri semulia Fatimah Az  Zahra r.a..&lt;br /&gt;seandainya dirimu tidak sehebat saidina Ali karamallahuwajhah…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-5882381901342186281?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/5882381901342186281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=5882381901342186281' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/5882381901342186281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/5882381901342186281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/04/wanita-akal-senipis-rambutnya.html' title='Wanita… akal senipis rambutnya…'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RimKJOQ8-SI/AAAAAAAAAXw/s8M5bkszjBc/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-863240046866729691</id><published>2007-03-30T12:14:00.000+07:00</published><updated>2007-03-30T13:06:27.175+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CINTA'/><title type='text'>Menginstall Iman Akibat Virus Merah Jambu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RgyowMIDROI/AAAAAAAAAVw/FIkIpiF8hPg/s1600-h/love-heart.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RgyowMIDROI/AAAAAAAAAVw/FIkIpiF8hPg/s320/love-heart.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5047594828217664738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(204, 51, 204); font-family: arial;" align="justify"&gt;Pernah tidak kamu buka komputer hati, dan menemukan sebuah  virus yang mengacaukan program-program dan file-file di komputer hati kita?  Virus yang gimana? Virus yang senantiasa bikin hati tidak tenang namun suka dan  cemburu tapi cinta. Kalau pernah, pasti vi rus itu virus merah jambu. Mau tahu  virus apa itu?&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(204, 51, 204); font-family: arial;" align="justify"&gt;Virus merah jambu atau virus cinta adalah salah satu jenis  virus ganas yang mengakibatkan penyakit hati pada diri kita, dapat merambat ke  seluruh network tubuh dan sangat sulit dihilangkan. Dari berbagai kasus yang  pernah ditemukan, ternyata virus ini banyak ditemukan pada usia-usia remaja  sekitar umur belasan tahun. Lebih tepatnya virus ini banyak menjangkiti para ABG  yang nggak punya sistem pertahanan berupa software Iman.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(204, 51, 204); font-family: arial;" align="justify"&gt;Tapi survei juga membuktikan bahwa walaupun remaja-remaja  tersebut memiliki software Iman, namun karena jarang membuka file  C:\Iman\CintaIlahi.Exe atau file C:\Iman\Rajinibadah.doc yang berada dalam paket  software tersebut, maka akhirnya remaja-remaja tersebut terkena juga dengan  didahului pertahanan iman yang cenderung turun, dan virus merah jambu menyebar  ke seluruh komputer hati mereka.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(204, 51, 204); font-family: arial;" align="justify"&gt;Nah lho, kalau sudah begitu, apa yang terjadi? Maka mulailah  virus ini bekerja mengacaukan sistem, program-program, dan file-file kita dengan  selalu menampilkan gambar syaithon yang tertawa lebar, gembira melihat kegagalan  kita meraih ridlo-Nya. Namun banyak juga yang suka dengan tampilan syaithon  tersebut. Yang pada akhirnya virus ini membuat hang pusat sistem otak syaraf dan  akal mereka. Yang kalau itu terjadi, maka virus ini akhirnya dapat mengalahkan  sistem otak syaraf dan akal yang kita miliki. Menomorsatukan cinta pada sesama  manusia, dan menomorduakan cinta pada Ilahi. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(204, 51, 204); font-family: arial;" align="justify"&gt;Tapi apakah itu semua dapat dicegah??? Gimana caranya? Yang  musti kamu lakukan pertama kali, yaitu hilangkan dulu file-file yang dapat  menjadi pintu masuk virus ini, misalnya saja cintadunia.exe. Lalu masukan disket  anti virus yang berisi file syakshiyah.exe yang akan membersihkan sedikit demi  sedikit virus cinta sampai ke akar-akarnya bila file tersebut dijalankan. Kalau  anti virus tersebut tidak berhasil, maka kamu perlu menginstall kembali software  imanmu. Kamu bisa pergi ke kajian-kajian yang nawarin jasa installer iman. Atau  kamu bisa beli disket installer berisi file Aqidah.exe atau Imankuat.doc. Kalau  sudah berhasil diinstall, pastikan komputer hatimu bekerja dengan normal  kembali. Dan supaya tidak terulang kembali, maka seringlah membuka file  dakwah.exe dan ukhuwwah.doc agar hati kita senantiasa jernih.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(204, 51, 204); font-family: arial;" align="justify"&gt;Sumber : Buletin Insan Edisi 23 /Februari 2002&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-863240046866729691?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/863240046866729691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=863240046866729691' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/863240046866729691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/863240046866729691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/03/menginstall-iman-akibat-virus-merah.html' title='Menginstall Iman Akibat Virus Merah Jambu'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RgyowMIDROI/AAAAAAAAAVw/FIkIpiF8hPg/s72-c/love-heart.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-3368086325826751694</id><published>2007-03-30T12:10:00.000+07:00</published><updated>2007-04-06T10:05:22.094+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CINTA'/><title type='text'>Cinta adalah Fitrah yang Suci</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RhW4qSdvy-I/AAAAAAAAAW4/3vOTbm7MTGQ/s1600-h/love.thumbnail.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 142px; height: 150px;" src="http://bp3.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RhW4qSdvy-I/AAAAAAAAAW4/3vOTbm7MTGQ/s320/love.thumbnail.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5050145593816501218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada  laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari fitrah yang  diciptakan Allah SWT di dalam jiwa manusia , yaitu kecenderungan kepada lawan  jenisnya ketika telah mencapai kematangan pikiran dan fisiknya.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia  menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri , supaya kamu cenderung dan  merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang  .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum  yang berfikir&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; (Ar Rum ayat 21)&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor , karena  kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya. Ada bingkai yang suci dan  halal dan ada bingkai yang kotor dan haram&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Cinta mengandung segala makna kasih sayang , keharmonisan ,  penghargaan dan kerinduan , disamping mengandung persiapan untuk menempuh  kehiduapan dikala suka dan duka , lapang dan sempit.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik saja.  Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan cinta bukan puncaknya.Dan sudah  fitrah manusia untuk menyukai keindahan.Tapi disamping keindahan bentuk dan rupa  harus disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Islam adalah agama fitrah karena itulah islam tidaklah  membelenggu perasaan manusia.Islam tidaklah mengingkari perasaan cinta yang  tumbuh pada diri seorang manusia .Akan tetapi islam mengajarkan pada manusia  untuk menjaga perasaan cinta itu dijaga , dirawat dan dilindungi dari segala  kehinaan dan apa saja yang mengotorinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Islam mebersihkan dan mengarahkan perasaan cinta dan  mengajarkan bahwa sebelum dilaksanakan akad nikah harus bersih dari persentuhan  yang haram. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;PERNIKAHAN TEMPAT BERMUARANYA CINTA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Tidak terlihat diantara dua orang yang saling mencintai  (sesuatu yang sangat menyenangkan) seperti pernikahan" &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Sunan Ibnu  Majah)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Pernikahan dalam islam merupakan sebuah kewajiban bagi yang  mampu.Dan bagi insan manusia yang saling menyintai pernikahan seharusnyalah  menjadi tujuan utama mereka.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Karena itulah percintaan yang tidak mengarah kepada pernikahan  bahkan disertai hal-hal yang diharamkan agama sangat tidak disarankan oleh  islam.Cinta dalam pandangan islam bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara  fisik , dan bukan pula pembenaran terhadap perilaku yang dilarang agama.Karena  hal ini bukanlah cinta melainkan sebuah lompatan birahi yang besar saja yang  akan segera pupus.Karena itu cinta memerlukan kematangan dan kedewasaan untuk  membahagiakan pasangannya bukan menyengsarakannya dan bukan juga  menjerumuskannya ke jurang maksiat.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Percintaan tanpa didasarkan oleh tujuan hendak menikah adalah  sebuah perbuatan maksiat yang diharamkan oleh agama.Karena batas antara cinta  dan nafsu birahi pada dua orang manusia yang saling menyintai sangatlah tipis  sehingga pernikahan adalah sebuah obat yang sangat tepat untuk mengobatinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;Pernikahan adalah sebuah perjanjian suci yang menjadikan Allah  SWT sebagai pemersatunya.Dan tidak ada yang melebihi ikatan ini.Dan inilah  puncak segala kenikmatan cinta itu dimana kedua orang yang saling menyinta itu  memilih untuk hidup bersama dan saling berjanji untuk saling mengasihi dan  berbagi hidup baik suka maupun duka. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;sumber : sakinah&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-3368086325826751694?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/3368086325826751694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=3368086325826751694' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3368086325826751694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3368086325826751694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/03/cinta-adalah-fitrah-yang-suci.html' title='Cinta adalah Fitrah yang Suci'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RhW4qSdvy-I/AAAAAAAAAW4/3vOTbm7MTGQ/s72-c/love.thumbnail.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-747844500229448801</id><published>2007-03-30T12:02:00.000+07:00</published><updated>2007-04-06T10:11:32.981+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CINTA'/><title type='text'>Orang yang Dilindungi Allah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;" &gt;oleh: Aam Amiruddin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;" &gt;Berkata Abu Hurairah r.a : bahwa Nabi saw telah bersabda: "Ada tujuh kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya. Mereka adalah pemimpin yang adil, anak muda yang senantiasa beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: "Sungguh aku takut kepada Allah", seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya, dan seseorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian ia mencucurkan air mata". (H.R.Bukhary - Muslim) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;" &gt;Hadits ini menjelaskan bahwa pada hari kiamat ada tujuh tipe atau golongan manusia yang akan mendapatkan perlindungan Allah swt., yaitu: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;1. Pemimpin yang adil &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;" &gt;Menjadi pemimpin yang adil itu tidaklah mudah, butuh pengorbanan pikiran, perasaan, harta, bahkan jiwa. Dalam ajaran Islam, kepemimpinan bukanlah fasilitas namun amanah. Kalau kita menganggap kepemimpinan atau jabatan itu sebagai fasilitas, kemungkinan besar kita akan memanfaatkan kepemimpinan itu sebagai sarana memperkaya diri tanpa menghiraukan aspek halal atau aharam. Sebaliknya, kalau kita menganggap kepemimpinan atau jabatan itu sebagai amanah, kita akan melaksanakan kepemimpinan itu dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab. Nah, untuk melaksanakan kepemimpinan dengan cara yang amanah itu tidaklah mudah,. Karena itu logis kalau kita menjadi pemimpin yang adil, Allah akan mem&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;" &gt;beri perlindungan di akhirat kelak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;2. Anak muda yang saleh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;" &gt;Masa muda adalah masa keemasan karena kondisi fisik masih prima. Namun diakui bahwa ujian pada masa muda itu sangat beragam dan dahsyat. Oleh sebab itu, apabila ada anak muda yang mampu melewati masa keemasannya dengan taqarrub (mendekatkan) diri kepada-Nya, menjauhkan diri dari berbagai kemaksiatan, serta mampu mengendalikan nafsu syahwatnya, Allah akan memberikan perlindungan-Nya pada hari kiamat. Ini merupakan imbalan dan penghargaan yang Allah berikan kepada anak-anak muda yang saleh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;3. Orang yang hatinya terikat pada mesjid &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;" &gt;Kalimat "seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid" seperti yang disebutkan hadits di atas, paling tidak menunjukkan dua pengertian. Pengertian pertama, orang-orang yang kapan dan di manapun berada selalu ingin memakmurkan tempat ibadah. Pengertian kedua, orang-orang yang tidak pernah melalaikan ibadah di tengah kesibukan apapun yang dijalaninya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RhW6BCdvy_I/AAAAAAAAAXA/zi1ai0fZxN0/s1600-h/iloveuinallah.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 153px; height: 183px;" src="http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RhW6BCdvy_I/AAAAAAAAAXA/zi1ai0fZxN0/s320/iloveuinallah.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5050147084170152946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;4. Bersahabat karena Allah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;" &gt;Poin ini terambil dari kalimat "dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;berkumpul dan berpisah karena Allah&lt;/span&gt;". Bersahabat karena Allah swt. maksudnya kita mencintai seseorang atau membencinya bukan karena faktor harta, kedudukan, atau hal-hal lain yang bersifat material, namun murni semata-mata karena Allah swt. Kalau sahabat kita berbuat baik, kita mendukungnya, dan kalau berbuat salah kita mengingatkannya, bahkan kita berani meninggalkannya kalau sekiranya sahabat tersebut akan menjerumuskan kita pada gelimang dosa dan maksiat. Inilah yang dimaksud dengan persahabatan karena Allah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;5. Mampu menghadapi godaan lawan jenis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;" &gt;"Seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: "Sungguh aku takut kepada Allah." Kalimat ini menggambarkan bahwa kalau kita mampu menghadapi godaan syahwat dari lawan jenis, maka kita akan mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat. Di sini digambarkan seorang laki-laki yang digoda wanita bangsawan nan rupawan tapi dia menolak ajakannya bukan karena tidak selera kepada wanita itu, namun karena takut kepada Allah. Jadi, rasa takut kepada Allahlah yang menjadi benteng laki-laki tersebut, sehingga tidak terjerembab pada perbuatan maksiat. Karena itu Allah memberikan penghargaan pada hari kiamat dengan memberikan pertolongan-Nya. Di sini diumpamakan laki-laki yang digoda wanita, namun sangat mungkin wanita pun digoda laki-laki. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;6. Ihklas dalam beramal &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;" &gt;"Seseorang yang mengeluarkan sedekah lantas disembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya." Ini gambaran keihlasan dalam beramal. Saking ihklasnya dalam beramal sampai-sampai tangan kiri pun tidak tahu apa yang diinfakkan atau disumbangkan oleh tangan kanannya. Pertanyaannya, bolehkah kita bersedekah sambil diketahui orang lain, bahkan nama kita dipampang di koran? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;" &gt;Boleh saja, asalkan benar-benar kita niatkan karena Allah swt., bukan karena cari popularitas. Perhatikan ayat berikut, " Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikannya itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Q.S. Al-Baqarah 2: 271) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;7. Zikir kepada Allah dengan khusyu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;" &gt;"Seseorang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi, kemudian ia mencucurkan air mata." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;" &gt;Zikir artinya mengingat Allah. Kalau seseorang berdo'a dengan khusyu hingga tak terasa air mata menetes karena sangat nikmat berzikir dan munajat kepada-Nya, maka Allah akan memberikan pertolongan kepadanya pada hari kiamat kelak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;" &gt;Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan agar kita bisa menjadi orang-orang yang mendapat pertolongan dan perlindungan-Nya. Caranya? Kerjakanlah tujuh poin di atas! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;" &gt;Wallahu A'lam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-747844500229448801?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/747844500229448801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=747844500229448801' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/747844500229448801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/747844500229448801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/03/orang-yang-dilindungi-allah.html' title='Orang yang Dilindungi Allah'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RhW6BCdvy_I/AAAAAAAAAXA/zi1ai0fZxN0/s72-c/iloveuinallah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-1136414528061996253</id><published>2007-03-27T14:44:00.000+07:00</published><updated>2007-04-06T10:34:44.747+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CINTA'/><title type='text'>Kekasih Sejati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RhW-IydvzAI/AAAAAAAAAXI/4L-QnFmkWqY/s1600-h/iloveu.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 145px; height: 195px;" src="http://bp1.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RhW-IydvzAI/AAAAAAAAAXI/4L-QnFmkWqY/s400/iloveu.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5050151615360650242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 153);" align="justify"&gt;  Manusia, makhluk Tuhan termulia di muka bumi ini,  diciptakan dari  sepasang insan yang saling Cinta. Lahir  dengan tangis yang  menandakan bahwa hidup penuh dengan  perjuangan, banyak onak dan  duri...&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 153);" align="justify"&gt; Pernahkah kita sadari kehidupan ini merupakan  anugerah  yang terbesar yang Allah berikan kepada kita ?.  Bisa  kuliah, bekerja, dan berkumpul dengan  teman-teman,  berbagi cerita, tawa dan canda serta derita  yang  mewarnai kehidupan ini ...&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 153);" align="justify"&gt; Pernahkah  kita bertanya, untuk apa kita hidup di muka  bumi ini ?  ...pernahkah kita merasa punya arti dan  berarti bagi orang lain,  merasa dibutuhkan,  setidak-tidaknya bagi orang-orang yang dekat  dalam  kehidupan kita ?&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 153);" align="justify"&gt; Pernahkah kita  sadari, kita bisa bertahan hidup sampai  detik ini tak lain karena  Cinta, Cinta dari Allah Swt.  Kita akan lebih sadar jika jauh dari  orangtua. Manakala  orang-orang yang kita cintai meninggalkan kita.  Manakala  kita sunyi tak berteman. Manakala kita merasa  hampa  dalam kehidupan. Tak satupun yang abadi kecuali  Cinta  Allah pada kita, hamba-hamba_Nya. Tidakkah kita  rindu  untuk selalu berada di dekat_Nya ?&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 153);" align="justify"&gt;  (Rasulullah Saw, beliau selalu rindu untuk bertemu Allah  Swt,  mendengar suara Azan yang di "Senandung'kan Bilal.  "Shalat, adalah  kesenangan hidupku". Kata Beliau (Hamba  terkasih Allah  Swt).&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 153);" align="justify"&gt; Sekarang wahai saudaraku, hamba-hamba yang  dianugerahi  iman dan Islam. Siapkan hari-harimu, isi dengan  hal-hal  yang berguna dan bermanfaat baik bagi  temanmu,  masyarakat luas, bangsa dan negara. Apalagi  semata-mata  hanya untuk mencari Ridha Allah Swt, semua itu  sebagai  tanda Cinta dan rasa syukur kita, yang telah   diberikan_Nya anugerah yang begitu banyak.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 153);" align="justify"&gt; Waktu semakin cepat, apabila kita tidak  memanfaatkannya dengan hal-hal yang berguna, kita akan tergilas masa !!!.  Berjanjilah untuk jadi yang lebih baik dari sekarang. Dan terbaik di  hadapan_Nya. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 153);" align="justify"&gt;Karena Cintamu, tidakkah seseorang itu senantiasa ingin tampak  baik saat bertemu kekasihnya ???!!!. Jadikan Allah ?Kekasih Sejati? dalam  hidupmu.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-1136414528061996253?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/1136414528061996253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=1136414528061996253' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/1136414528061996253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/1136414528061996253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/03/kekasih-sejati.html' title='Kekasih Sejati'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RhW-IydvzAI/AAAAAAAAAXI/4L-QnFmkWqY/s72-c/iloveu.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-7556245809625918218</id><published>2007-03-27T14:35:00.000+07:00</published><updated>2007-04-06T11:22:09.532+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CINTA'/><title type='text'>Si Pencari Cinta</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;Alkisah di suatu zaman, hidup seorang lelaki yang mencari cinta,     namanya Arjuna. Saking ngebetnya, gunung tertinggi didaki, isi bumi     dijelajahi, lautan pun diarungi, cuma untuk mencari tempat berlabuh, yaitu     wanita. Gilee beneer... Nih Arjuna, kagak peduli gunung, bumi, lautan, alam        semesta ini punya siapa, maen grasak-grusuk aja! Di setiap tempat     Arjuna berkata, "Wahai wanita, cintailah aku." Ih... nih anak, malu-maluin        ya! Masa' sih sampe' gitu-gitu banget, ya...namanya juga pencari cinta     bo!&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;Di kisah yang lain, seorang laki-laki yang bernama Ibrahim pun mencari     cinta. Saat malam mulai menyapa alam, tampak sebuah bintang, tak lama     kemudian sang bintang pun tenggelam. "Aku tak menyukai yang tenggelam,"        kata Ibrahim. Beberapa saat kemudian, terbitlah sang rembulan, bersinar     indah penuh kelembutan. Namun, bulan pun hanya sesaat, tersipu malu     dengan keindahannya. Semburat cahaya subuh pun menyeruak kegelapan, kokok     ayam jantan membelah tetesan embun pagi, tak lama keperkasaan mentari     mewayungi jagat raya ini, "Inikah dia yang kucari?" tanya beliau pula.        Bukan...bukan itu, karena mentari pun bersujud, lalu merunduk sembunyi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;Ikhwah fillah rahimakumullah...&lt;br /&gt;Kisah di atas adalah ilustrasi dari 2 manusia si pencari cinta. Di dunia ini,    betapa banyak orang-orang yang mencari cinta. Namun jelas ada bedanya disini,    antara laki-laki yang bernama Arjuna dengan Ibrahim a.s., yang namanya termaktub    indah di lembaran suci Al Qur'an. Arjuna mencari cintanya tanpa tedeng aling-aling,    gak peduli sana-sini, jumpalitan, cuma mencari cinta wanita. Emangnya salah    si Arjuna, karena mencari cinta? Ih...jangan protes dulu dong, emang sih fitrah    manusia itu ya pasti merasakan cinta [QS Al Imran: 14]. Tapi apa iya harus seperti    itu? Masa' sih akal, nalar dan fikiran sampe' gak jalan, bahkan hingga melebihi    cinta-Nya! Waduh...&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;Padahal banyak kisah cinta sejati di dunia ini lho, salah satunya     adalah cinta Ibrahim yang tak pernah pudar, setelah ia mengenal dan     mengetahui siapa yang patut menerima cintanya. Beliau mengenal, dan kemudian        sayang, lantas jatuh hati kepada Sang Pencipta. Karena itu yang dicintai     pun berkenan menyambut cintanya, bahkan menjadikannya sebagai     khalilullah [QS An Nisaa': 125]. &lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;Cinta disini bukan cinta yang penuh kepalsuan, emosi apalagi birahi,     namun cinta laksana mutiara yang memancarkan cintanya pada Rabb seluruh     jagat raya ini, mengaliri denyut nadi, helaan nafas serta aliran butir     darah untuk tunduk dan patuh pada titah-Nya. Cinta ini mestinya     menempati prioritas utama pada diri seorang muslim, yakni cinta kepada Allah        SWT, Rasul dan jihad di jalan-Nya. Inilah cinta hakiki!&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;Dari nenek moyang kita dulu, sampe' sekarang, buanyak buanget     manusia-manusia yang telah jatuh cinta, namun apakah cinta mereka dan kita     adalah cinta hakiki sebagaimana cinta mereka yang disebut 'manusia langit?'&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;Adakah cinta kita adalah cinta seorang Sumayah binti Khayyath, yang     siap menjadi syahidah pertama dalam sejarah Islam demi mempertahankan     akidah yang dicintainya. Ataukah Ali bin Abi Thalib r.a. yang rela 'pasang     badan' menggantikan Rasulullah SAW di tempat tidurnya sewaktu beliau     keluar untuk hijrah, padahal beliau tahu maut telah didepan mata siap     mengancam jiwanya? Atau pun Abu Bakar Shiddiq r.a. yang tak kalah ikhlas     tangan dan kakinya dipatuk binatang berbisa saat berdua dengan seseorang     yang dicintainya? Ia tak ingin tubuh orang yang dicintai dan     dikasihinya tersentuh sedikitpun oleh binatang-binatang yang berbisa itu. &lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;Mereka hanyalah sedikit contoh dari orang-orang yang jatuh cinta dengan     cinta yang sebenarnya. Sebuah cinta sejati, cinta hakiki yang     mengharapkan ridho Illahi Rabbi. &lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;Nah...sekarang milih yang mana, seorang Arjuna yang grasak-grusuk     mencari cinta, atau seorang Ibrahim a.s., Sumayah binti Khayyath, Ali bin     Abi Thalib r.a. atau pun Abu Bakar Shiddiq r.a. yang mencari cinta     sejati?&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt; Ya akhi wa ukhti,&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang selalu mendambakan    cinta, keridhoan kepada-Nya ya, insya Allah, &lt;em&gt;aamin allahumma aamiin.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt; &lt;em&gt;Kutahu pasti cinta-Mu dalam dan murni&lt;br /&gt;Namun mengapa sulit untukku mendapatkan cinta dari-Mu&lt;/em&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RhXKPydvzBI/AAAAAAAAAXQ/ZVxepF8H6K8/s1600-h/carda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 194px; height: 274px;" src="http://bp1.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RhXKPydvzBI/AAAAAAAAAXQ/ZVxepF8H6K8/s400/carda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5050164929759267858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;&lt;em&gt;Hidupku ini terasa hampa dan sunyi&lt;br /&gt;Tanpa belaian kasih sayang-Mu&lt;br /&gt;Cintailah hamba-Mu ini Ya Allah ...&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;&lt;em&gt;Allah ...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; Leraikanlah segala beban di dunia ini&lt;br /&gt;Hanya pada-Mu yang kuharap hanya cinta ikhlas-Mu&lt;br /&gt;Merasuk ke dalam kalbu Allah dengarkanlah hamba-Mu&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;&lt;em&gt;Allah ...&lt;br /&gt;Dengarkanlah bisikan suara hatiku&lt;br /&gt;Hapuskan noda dan dosa di kalbu&lt;br /&gt;Hanya pada-Mu Agar aku dapat menggapai cinta-Mu&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;&lt;em&gt;Cintaku pada-Mu ya Allah&lt;br /&gt;Ya Allah&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;Ku bersujud kepada-Mu Mengharapkan cinta suci-Mu (Snada: Cinta Ilahi)&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: center; color: rgb(153, 51, 153);font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Thanks to dudung.net&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-7556245809625918218?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/7556245809625918218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=7556245809625918218' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/7556245809625918218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/7556245809625918218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/03/si-pencari-cinta.html' title='Si Pencari Cinta'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RhXKPydvzBI/AAAAAAAAAXQ/ZVxepF8H6K8/s72-c/carda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-4310765038724323461</id><published>2007-03-27T11:38:00.000+07:00</published><updated>2007-04-06T11:51:55.127+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CINTA'/><title type='text'>Hakikat Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RhXRHCdvzDI/AAAAAAAAAXg/ncbWHSfw7lQ/s1600-h/ali_loveAllahCD.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 225px; height: 214px;" src="http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RhXRHCdvzDI/AAAAAAAAAXg/ncbWHSfw7lQ/s320/ali_loveAllahCD.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5050172476016806962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;"&gt;Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikam:&lt;br /&gt;"Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik." (Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli (HR. Abu Dawud dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta memang sudah ada didalam diri kita, diantaranya terhadap lawan jenis. Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati karena seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cinta yang sejati adalah cinta yang setelah akad nikah, selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara untuk bisa mengendalikan rasa cinta adalah jaga pandangan, jangan berkhalwat berdua-duaan, jangan dekati zina dalam bentuk apapun dan jangan saling bersentuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang tua yang membolehkan anaknya berpacaran, harus siap-siap menanggung resiko. Marilah kita mengalihkan rasa cinta kita kepada Allah dengan memperbanyak sholawat, dzikir, istighfar dan sholat sehingga kita tidak diperdaya oleh nafsu, karena nafsu yang akan memperdayakan kita. Sepertinya cinta padahal nafsu belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Bundel by  UGLY --- Jan '02&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-4310765038724323461?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/4310765038724323461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=4310765038724323461' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/4310765038724323461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/4310765038724323461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/03/hakikat-cinta.html' title='Hakikat Cinta'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RhXRHCdvzDI/AAAAAAAAAXg/ncbWHSfw7lQ/s72-c/ali_loveAllahCD.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-2363814216307127609</id><published>2007-03-27T09:34:00.000+07:00</published><updated>2007-04-06T13:25:00.531+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CINTA'/><title type='text'>Carilah Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: center;" class="attr"&gt;Album : Demi Masa&lt;br /&gt;Munsyid : Raihan&lt;br /&gt;http://liriknasyid.com  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RhXmKCdvzEI/AAAAAAAAAXo/u50d5KqjUYw/s1600-h/love-allah.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RhXmKCdvzEI/AAAAAAAAAXo/u50d5KqjUYw/s320/love-allah.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5050195617300597826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 255);" class="text"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  Carilah cinta yang sejati&lt;br /&gt;yang ada hanyalah  padanya&lt;br /&gt;Carilah cinta yang hakiki&lt;br /&gt;Yang hanya padanya yang Esa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carilah cinta yang abadi&lt;br /&gt;yang ada hanyalah padanya&lt;br /&gt;Carilah kasih  yang kekal selamanya&lt;br /&gt;Yang ada hanyalah pada Tuhanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;a....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam mencari cinta yang sejati&lt;br /&gt;Banyaknya ranjau kan ditempuhi&lt;br /&gt;Di dalam mendapati cinta yang hakiki&lt;br /&gt;Banyaknya onak yang diredahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carilah cinta yang sejati&lt;br /&gt;yang ada hanyalah padanya&lt;br /&gt;Carilah cinta yang hakiki&lt;br /&gt;Yang hanya padanya yang Esa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun janjinya&lt;br /&gt;Kepada Hamba-Nya&lt;br /&gt;Tidak pernah dipungkiri&lt;br /&gt;dan tidak pernah melupakanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam mencari cinta yang sejati&lt;br /&gt;Banyaknya ranjau kan ditempuhi&lt;br /&gt;Di dalam mendapat cinta yang hakiki&lt;br /&gt;Banyaknya onak yang diredahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun janjinya&lt;br /&gt;Kepada Hamba-Nya&lt;br /&gt;Tidak pernah dimungkiri&lt;br /&gt;dan tidak pernah melupakanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah kepada Tuhan-Mu&lt;br /&gt;Kerna dialah cinta hakiki&lt;br /&gt;Kerna dialah cinta hakiki&lt;br /&gt;Kerna dialah cinta yang hakiki&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-2363814216307127609?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/2363814216307127609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=2363814216307127609' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/2363814216307127609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/2363814216307127609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/03/carilah-cinta.html' title='Carilah Cinta'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/RhXmKCdvzEI/AAAAAAAAAXo/u50d5KqjUYw/s72-c/love-allah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-1481905517661222951</id><published>2007-03-27T09:27:00.000+07:00</published><updated>2007-03-30T11:27:20.063+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CINTA'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align:center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed src="http://img.kapanlagi.com/c/s/01001.swf" quality="high" bgcolor="#FFFFFF" width="500" height="400" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1  _Prod_Version=ShockwaveFlash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-1481905517661222951?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/1481905517661222951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=1481905517661222951' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/1481905517661222951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/1481905517661222951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/03/blog-post.html' title=''/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-3985748868077885029</id><published>2007-03-23T13:53:00.000+07:00</published><updated>2007-03-30T12:28:55.724+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CINTA'/><title type='text'>Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: arial; color: rgb(204, 51, 204); text-align: right;" class="attr"&gt;Album : Cinta&lt;br /&gt;Munsyid : The Fikr&lt;br /&gt;http://liriknasyid.com  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; color: rgb(204, 51, 204); text-align: right;" class="text"&gt;  Mencintai dicintai fitrah manusia&lt;br /&gt;Setiap insan di dunia akan merasakannya&lt;br /&gt;Indah ceria kadang merana itulah rasa cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlindunglah pada Alloh dari cinta palsu&lt;br /&gt;Melalaikan manusia hingga berpaling dari-Nya&lt;br /&gt;Menipu daya dan melenakan sadarilah wahai kawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah karunia-Nya bila dijaga dengan sempurna&lt;br /&gt;Resah  menimpa gundah menjelma jika cinta tak dipelihara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta pada Alloh cinta yang hakiki&lt;br /&gt;Cinta pada Alloh cinta yang sejati&lt;br /&gt;Bersihkan diri gapailah cinta Cinta Ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlindunglah pada Alloh dari cinta palsu&lt;br /&gt;Melalaikan manusia hingga berpaling darinya&lt;br /&gt;Menipu daya dan melenakan sadarilah wahai kawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utamakanlah cintapadanya terjagalah amalan kita&lt;br /&gt;Binalah slalu cinta Ilahi hidup kita kan bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta pada Alloh cinta yang hakiki&lt;br /&gt;Cinta pada Alloh cinta yang sejati&lt;br /&gt;Bersihkan diri gapailah cinta Cinta Ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.liriknasyid.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-3985748868077885029?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/3985748868077885029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=3985748868077885029' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3985748868077885029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3985748868077885029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/03/cinta.html' title='Cinta'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-5478614826310763492</id><published>2007-03-14T09:27:00.000+07:00</published><updated>2007-03-14T09:37:58.414+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merasa Bersalah'/><title type='text'>Tetesan Air Mata</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Pernah menangis? Pasti pernah ya, paling tidak sekali    seumur hidup kita pasti menangis, yaitu saat    dilahirkan. Saat itu uraian tetesan air di sudut mata    menjadi kebahagiaan orang-orang yang mengasihi kita.    Lalu, apakah air mata itu identik dengan kelemahan,    bahkan kecengengan? Mungkin iya, tapi mungkin juga    tidak. Air mata bisa juga menjadi berharga atau malah    tidak berharga lho. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Seseorang lelaki yang sesenggukan karena kekasihnya    telah pergi meninggalkan dirinya, bisa jadi air mata    saat itu tidak berharga sama sekali. Demikian juga    uraian air mata seorang wanita yang 'mengorbankan    harga dirinya' kepada Arjuna, Sang Pemetik Cinta,    justru pada saat cinta mereka sebenarnya belum diikat    dengan ikatan suci, maka saat itu air mata hanyalah    kesia-siaan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Air mata memang ibarat hujan yang jatuh dari langit    pada lahan hati yang tandus, gersang dan kering    kerontang. Ia bisa melunakkan hati dan jiwa yang keras    membatu, perlahan lunak dan menjadi peka terhadap    lingkungan sosial. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Dalam Islam, air mata sangat berharga nilainya saat    penyesalan, kerinduan pada manusia-manusia yang    tawadhu'. Menyiram kegersangan taman hati dan jiwa,    serta qalbu yang gersang dengan berbagai nista hingga    perlahan pupus, bagaikan debu-debu yang hanyut terbawa    arus oleh butiran-butiran do'a yang dimunajatkan    kepada-Nya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Mahal... sungguh sangat mahal harganya tetesan air    mata yang mengalir saat khusuk menghadap-Nya, bahkan    salah satu dari dua tetesan yang disukai Rasulullah    SAW adalah air mata yang mengalir karena rasa takut    dan rindu kepada Allah SWT. Beliau, kekasih Allah,    merengguk, menumpahkan air mata karena penuh harap    untuk berjumpa dengan-Nya. Abu Bakar ash-Shidiq r.a.    pun senantiasa sesegukan ketika menegakkan sholat. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Seorang mujahid serta sekaligus mujaddid yang pernah    hidup di dunia ini, Hasan al Banna juga pernah    menguraikan air matanya karena memikirkan ummat ini.    Betapa sang mujahid menginginkan agar ummat mengetahui    bahwa mereka lebih dicintai daripada dirinya sendiri,    sesaat pun kami tidak akan pernah menjadi musuh    kalian. Betapa bangganya beliau ketika jiwa-jiwa ini    gugur sebagai penebus kehormatan mereka, atau menjadi    harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan dan    terwujudnya cita-cita Islam. Rasa cinta yang    mengharu-biru hati, menguasai perasaan bahkan mencabut    rasa ngantuk di pelupuk mata hingga membuat beliau    memeras air matanya. Air mata yang mengalir karena    menyaksikan bencana yang mencabik-cabik ummat ini,    sementara kita hanya sanggup menyerah pada kehinaan    serta pasrah pada keputusasaan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Lalu, bagaimanakah dengan kita? Takkala kita lahir    menangis, namun orang-orang di sekeliling kita tertawa    bahagia karena menyambut kelahiran kita. Namun    orang-orang yang kita tinggalkan menangis pilu saat    kita tutup usia, saat itu apakah kita juga turut    menangis ataukah tertawa bahagia karena akan berjumpa    dengan Allah SWT? Adakah amal kita lebih banyak dari    dosa yang kita lakukan selama hidup di dunia yang    singkat ini? Adakah prestasi kita hanya lahir, hidup,    mati, kemudian dilupakan orang, bahkan oleh    orang-orang terdekat kita? Lalu setelah itu pasrah,    rebah di bantalan tanah, cemas menanti pengadilan    akhir yang pasti tiba.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Ya akhi wa ukhti fillah,    Semoga Allah SWT menjadikan air mata yang jatuh di    sudut-sudut mata kita adalah air mata yang berharga    dipandangan-Nya, hingga dapat membersihkan hati yang    pekat ini untuk mudah disusupi cahaya Ilahi Rabbi.    Semoga air mata ini kelak tidak menjadi tetesan darah    karena letihnya kita berteriak dan mengetuk pintu    surga yang telah tertutup rapat setelah pengadilan itu    nanti.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Sungguh, tetesan air mata di dunia ini adalah lebih    baik bagi kita ketimbang menangis di akhirat nanti,    menangislah sebelum datang hari dimana kita semua akan    ditangisi, karena itu pasti terjadi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Ya Allah, yang manusia harus takuti Angkatlah kami    dari lembah maksiat    Sampai kami keluar dari dunia Tak bawa beban walau    sebesar zarah [Air Mata: from Izzatul Islam]&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Wallahu alam bi showab,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*&lt;br /&gt;  Al-Hubb Fillah wa Lillah, &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Abu Aufa&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center; font-family: arial; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Thanks to : dudung.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-5478614826310763492?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/5478614826310763492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=5478614826310763492' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/5478614826310763492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/5478614826310763492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/03/tetesan-air-mata.html' title='Tetesan Air Mata'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-8620704738340302892</id><published>2007-03-09T12:52:00.000+07:00</published><updated>2007-03-30T12:30:38.813+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merasa Bersalah'/><title type='text'>Bila Dihantui Rasa Bersalah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span class="normal"&gt;Pernahkah Anda menyesal tentang apa yang telah Anda perbuat? Pernahkah Anda menyadari Anda bisa berbuat lebih baik, tapi sudah terlambat? Pernahkah Anda berbuat kesalahan yang kemudian berakibat fatal untuk Anda dan orang lain? Kalau ya, berarti Anda manusia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; Tidak ada satu pun dari kita yang bersih dari kesalahan. Tiap orang pasti pernah berbuat sesuatu yang kemudian membuat kita menyesal, berharap bisa mengulangi momen itu tapi sia-sia karena waktu tidak pernah berputar ke arah sebaliknya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; Adalah wajar bila kita menyesal, bahkan bersedih. Tapi bagaimana bila perasaan tidak enak itu tetap menghantui kita?  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="normal"&gt; Sibukkan diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; Menurut ahli psikologi, orang yang mengalami tekanan emosi berat akan lebih cepat Ã‚â€˜sehatÃ‚â€™ bila menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang bermanfaat. Terutama bila ia menggunakan waktunya untuk membantu orang lain. Hal ini dikarenakan, ketika membantu orang lain, pikiran kita tidak lagi berfokus pada masalah pribadi. Kebanyakan orang tenggelam dalam permasalahannya karena tidak bisa melihat ada dunia lain yang berputar di luar dunianya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; Misalnya saja kita lupa menghitamkan bagian nama saat UMPTN/SPMB. Menyesalnya pasti tidak ketulungan. Memang itu menyedihkan dan berat. Tapi mungkin rasa sakit itu akan berkurang bila kita melihat ada seorang anak korban perang yang tidak hanya kehilangan semua anggota keluarganya, tapi juga kehilangan kedua lengan dan terbakar seluruh tubuhnya. Ternyata ada orang yang lebih berat permasalahannya, daripada kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="normal"&gt; Jangan menyalahkan keadaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; Menyalahkan keadaaan hanya akan membuat luka Anda bertambah dalam. Memang, yang paling mudah adalah menyalahkan orang lain atau lingkungan ketika sesuatu yang buruk terjadi pada kita. Tapi kenyataannya, kita tidak bisa menguasai dunia. Kita hanya bisa mencoba mengatur diri sendiri, dan bagaimana kita bereaksi terhadap dunia. Akan selalu ada hal-hal tidak mengenakkan yang sepertinya mencoba menjatuhkan kita. Macet luar biasa ketika kita dalam perjalanan untuk suatu wawancara penting, soal ujian tepat di bagian yang tidak kita pahami betul, dsb. Daripada menyalahkan keadaan, lebih baik tenangkan diri dan coba cari solusinya. Dan kita patut sangat berhati-hati, jangan sampai menyalahkan Allah atas apapun yang menimpa kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Ketika sebuah pintu tertutup, pintu lain terbuk&lt;/span&gt;a&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; Ada pepatah yang sebenarnya agak menyesatkan. Kalimat kesempatan emas itu hanya datang sekali seumur hidup, sebenarnya tidaklah tepat. Ada banyak sekali kesempatan di sekitar kita. Kadang kita saja yang tidak menyadarinya. Pintu lain itu tidak selalu sama persis bentuk dan warnanya dengan pintu sebelumnya yang terbanting keras di muka kita. Tapi percayalah, sesudah ujian itu ada kemudahan. Selalu ada hikmah di balik kejadian sepahit apapun. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="normal"&gt; Menghitung nikmat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; Ketika bersedih, orang begitu terfokus pada masalahnya sehingga cenderung lupa hal lain yang dimilikinya. Misalnya, OK kita kehilangan pekerjaan. Tapi bukankah kita masih memiliki keluarga yang menyayangi kita tulus, tubuh yang sehat, bisa bernafas leluasa, bisa melihat, jantung masih giat berdenyut, nikmat berislam, dsb. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; Ada trik yang menarik untuk dicoba. Cobalah ambil secarik kertas dan pena. Tulis semua nikmat, sekecil apapun, yang pernah diberikan pada kita. Dari lahir sampai sekarang. Semua titik kebahagiaan. Semuanya. Percayalah, sebelum Anda selesai, Anda dapat melihat bahwa permasalahan yang Anda hadapi tidak seberapa dibanding semua nikmat yang pernah Anda miliki. Lihatlah betapa kita sebenarnya sering mengalami ujian, namun toh Allah selalu membantu kita melewatinya dengan baik. Mengapa kali ini tidak? Ingatlah, pertolongan Allah itu dekat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="normal"&gt; Jangan membuat keputusan besar saat emosi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; Orang cenderung menggeneralisir permasalahan ketika sedang down. Rasanya seluruh hidupnya hancur. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Mungkin sebagian menjadi terpengaruh negatif, tapi kan tidak semuanya. Yang terjadi adalah, ia membuat suatu kesalahan, itu mempengaruhi perasaannya. Juga mempengaruhi penilaiannya terhadap diri sendiri dan lingkungan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; Di saat seperti ini sebaiknya jangan membuat keputusan-keputusan besar. Misalnya saja tiba-tiba memutuskan untuk bercerai atau berhenti kuliah karena sedang emosi. Sebaiknya tunggu sampai emosi kita mereda, baru berpikir dengan jernih sebelum memutuskan. Jangan lupa juga untuk shalat Istikhoroh, supaya keputusan yang kita ambil bukan karena emosi belaka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="normal"&gt; Kembali pada Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; Kesedihan, penyesalan, semua rasa sakit yang tidak dibarengi iman, akan membuat kita mudah dijerumuskan setan. Maka yang paling baik adalah kembali pada Allah dengan permasalahan kita. Lihatlah, apa yang coba Allah sampaikan dengan kejadian ini? Apakah Allah ingin menarik kita yang semakin jauh untuk kembali dekat dengan-Nya? Apakah Allah tengah berusaha mengingatkan niat-niat yang tidak tulus, perhitungan yang tidak cermat, atau apa? Ataukah sekadar menguji kita? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; Berdoa, senantiasalah berdoa. Mohon dikuatkan melalui cobaan seberat apapun. Jangan sampai ujian itu membuat kita malah jauh dari Allah. Jadikanlah Allah teman curhat kita yang paling akrab. Bermanja-manjalah pada-Nya, terutama di sepertiga malam terakhir. Bukankah Allah yang berjanji untuk mengabulkan permintaan hamba-Nya? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; Bersabarlah saudara-saudaraku. Percayalah, sesudah tiap kesulitan itu ada kemudahan. Allah tidak mungkin meninggalkan hamba yang berserah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;span class="normal"&gt;http://www.kafemuslimah.com/article_detail.php?id=189&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-8620704738340302892?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/8620704738340302892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=8620704738340302892' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/8620704738340302892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/8620704738340302892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/03/bila-dihantui-rasa-bersalah.html' title='Bila Dihantui Rasa Bersalah'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-3600057859247627494</id><published>2007-02-23T12:19:00.000+07:00</published><updated>2007-03-30T12:42:01.577+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SAKIT'/><title type='text'>Keutamaan Menjenguk Orang Sakit</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;em&gt;Dari Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “saya mendengar Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassallam bersabda: “setiap muslim yang menjenguk sesama muslim pada waktu pagi, maka ia akan dimintakan rahmat oleh 70 ribu malaikat sampai waktu sore. Dan apabila ia menjenguknya pada waktu sore, maka ia akan dimintakan rahmat oleh 70 ribu malaikat sampai waktu pagi, serta ia mendapat jaminan buah-buahan yang siap dimakan di dalam surga.”&lt;/em&gt; (HR. Tirmidzi)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Etika orang yang berkunjung (menjenguk):&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;1. Hendaknya tidak lama di dalam berkunjung, dan mencari waktu yang tepat untuk berkunjung, dan hendaknya tidak menyusahkan si sakit, bahkan berupaya untuk menghibur dan membahagiakannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;2. Hendaknya mendekat kepada si sakit dan menanyakan keadaan dan penyakit yang dirasakannya, seperti mengatakan: “Bagaimana kamu rasakan keadaanmu?” Sebagaimana pernah dilakukan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassallam .&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;3. Mendo`akan semoga cepat sembuh, dibelaskasihi Allah, selamat dan disehatkan. Ibnu Abbas htelah meriwayatkan bahwasanya Nabi shollallahu ‘alaihi wassallam apabila beliau menjenguk orang sakit, mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Tidak apa-apa. Sehat (bersih) insya Allah”. (HR. Al-Bukhari). &lt;/em&gt;Dan berdo`a tiga kali sebagaimana dilakukan oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wassallam .&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;4. Mengusap si sakit dengan tangan kanannya, dan berdo`a:&lt;br /&gt;“wahai Allah Tuhan bagi manusia, Hilangkanlah kesengsaraan (penyakitnya), sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit”. (Muttafaq’alaih).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;em&gt;“Tidaklah seorang hamba Muslim mengunjungi orang sakit yang belum datang ajalnya, lalu membaca sebanyak tujuh kali:&lt;br /&gt;“Aku mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan yang menguasai arasy yang agung, agar menyembuhkan penyakitmu” kecuali ia pasti disembuhkan” &lt;/em&gt;(HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 2/210 dan Shahihul Jami’ 5/180)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;5. Mengingatkan si sakit untuk bersabar atas taqdir Allah subhanahu wa ta’ala dan jangan mengatakan “tidak akan cepat sembuh”, dan hendaknya tidak mengharap-kan kematiannya sekalipun penyakitnya sudah kronis. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;6. Hendaknya mentalkinkan (menuntun bacaan pada orang yang akan meninggal) kalimat Syahadat bila ajalnya akan tiba, memejamkan kedua matanya dan mendo`akannya. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassallam telah bersabda: &lt;em&gt;“Talkinilah orang yang akan meninggal di antara kamu “La ilaha illallah”.&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Untuk orang yang sakit:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;1. Hendaknya segera bertobat dan bersungguh-sungguh beramal shalih.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;2. Berbaik sangka kepada Allah, dan selalu mengingat bahwa ia sesungguhnya adalah makhluk yang lemah di antara makhluk Allah lainnya, dan bahwa sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala tidak membutuhkan untuk menyiksanya dan tidak membutuhkan ketaatannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;3. Hendaknya cepat meminta kehalalan atas kezhaliman-kezhaliman yang dilakukan olehnya, dan segera membayar/menunaikan hak-hak dan kewajiban kepada pemiliknya, dan menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;4. Memperbanyak dzikir kepada Allah, membaca Al-Qur’an dan beristighfar (minta ampun).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;5. Mengharap pahala dari Allah dari musibah (penyakit) yang dideritanya, karena dengan demikian ia pasti diberi pahala. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassallam bersabda: &lt;em&gt;“Apa saja yang menimpa seorang mu’min baik berupa kesedihan, kesusahan, keletihan dan penyakit, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah meninggikan karenanya satu derajat baginya dan mengampuni kesalahannya karenanya”.&lt;/em&gt; (Muttafaq’alaih)  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;6. Berserah diri dan tawakkal kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan berkeyakinan bahwa kesembuhan itu dari Allah, dengan tidak melupakan usaha-usaha syar`i untuk kesembuhannya, seperti berobat dari penyakitnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Referensi :&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari, oleh Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan&lt;br /&gt;Riyadhus Sholihin(terjemah), Imam Nawawi&lt;br /&gt;Hisnul Muslim (Kumpulan Doa Dalam Al-Qur’an &amp; Al-Hadits), oleh Said Bin Ali Bin Wahf Al-Qahthani&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;(tambahan: jika ada orang sakit, BOLEH dibacakan Qur’an, namun aku sendiri TIDAK (dengan penekanan) untuk membacakan Yaasiin, meski yg sakit sedang dalam kondisi kritis (kesannya sudah meninggal). Pengalamanku, lebih baik membaca Ar Rahman (55) dan/atau Al Kahfi (18), yg condong ke arah rasa syukur+menenangkan keluarga+yg sakit. Mudah2an bermanfaat)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;http://tausyiah275.blogsome.com/2005/09/22/menjenguk-orang-sakit/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-3600057859247627494?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/3600057859247627494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=3600057859247627494' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3600057859247627494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3600057859247627494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/02/keutamaan-menjenguk-orang-sakit.html' title='Keutamaan Menjenguk Orang Sakit'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-9186419961237736058</id><published>2007-02-23T12:13:00.000+07:00</published><updated>2007-03-30T13:01:38.027+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SAKIT'/><title type='text'>Mengambil Hikmah dari Setiap Peristiwa</title><content type='html'>&lt;b style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana,arial;font-size:85%;"  &gt;Oleh: Uti Konsen.U.M.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;DIANTARA Utusan Allah yang namanya banyak disebut dalam Al Quran ialah Nabi Musa AS. Dari pertanyaan-pertanyaannya kepada Allah banyak hikmah yang dapat kita petik. Diantaranya sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABU SULAIMAN AL DARANI berkata : "Suatu hari nabi Musa AS melewati seseorang yang diterkam binatang buas. Musa AS mencari tahu tentang orang tersebut. Ternyata ia seorang soleh. Lalu Nabi Musa bermunajat : "Ya Tuhanku, sesungguhnya ia orang yang taat kepada-Mu, mengapa aku diberi kesempatan untuk menyaksikan peristiwa ini ?.". Allah SWT menjawab : "Sesungguhnya ia telah memohon derajat yang tinggi, tetapi amalnya belum mencapai derajat tersebut. Oleh karena itu, Aku berikan cobaan kepadanya agar dapat mencapai derajat yang dia inginkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain waktu Nabi Musa bermunajat dibukit Thursina. Isinya : "Ya Allah, tunjukkanlah keadilan-Mu kepadaku!". Allah memerintahkan Nabi Musa turun ke lembah. Tidak lama kemudian Musa melihat seorang penunggang kuda datang menuju sebuah sumur. Disitu ia minum dan berwudhu. Setelah salat ia buru-buru pergi, sampai-sampai satu kantong yang berisi uang seribu dinar, tertinggal. Tidak lama kemudian datang seorang bocah. Ia mampir di sumur itu untuk minum. Melihat ada sebuah kantong, ia pungut dan membawanya pergi. Berikutnya datang lagi seorang kakek yang buta. Dengan tertatih-tatih, ia berhasil juga menemukan air. Usai minum ia berwudhu dan salat. Setelah salam, datang lagi si Penunggang Kuda yang kantongnnya ketinggalan. Ia menuduh si kakek itulah yang mengambil kantong tersebut. Walaupun berbagai argumentas telah disampaikannya kepada si Penunggang kuda itu, namun tuduhan tetap kepadanya. Akhirnya si Penunggang Kuda habis kesabarannya dan ia bunuhlah si kakek buta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat adegan itu, Musa munajat : "Ya Tuhan, sungguh aku tidak sabar atas kejadian itu. Namun aku yakin Engkau sangat adil. Mengapa kejadian mengenaskan itu bisa terjadi ?". Malaikat Jibril AS turun menjelaskan : "Anak kecil yang memungut kantong itu adalah mengambil haknya. Dahulu, ayahnya pernah bekerja di tempat si Penunggang Kuda itu, tetapi ia tidak membayar secara penuh, sejumlah seribu dinar tersebut. Adapun kakek buta itu adalah orang yang telah membunuh ayah anak kecil itu sebelum mengalami kebutaan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa AS pernah melihat seorang yang sedang berdoa dengan khusyuk dan nampak memelas. Musa merasa hiba kepada orang itu, karena doanya belum juga dikabulkan Tuhan. Lalu Nabi Musa bermunajat lagi : "Ya Tuhan, jika saja aku mempunyai apa yang dimintanya itu, niscaya akan aku berikan !". Allah SWT menjawab: "Wahai Musa, ketahuilah bahwa Aku sayang kepada orang itu. Akan tetapi dia berdoa kepada-Ku sedangkan hatinya masih mengingat pada kambing yang dimilikinya. Aku tidak mau mengabulkan doa seorang hamba yang ketika berdoa hatinya masih mengingat selain-Ku".&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/Rd6Fh_O6FYI/AAAAAAAAACo/RBp_0yYYjKA/s1600-h/sickpc.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 192px; height: 213px;" src="http://bp1.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/Rd6Fh_O6FYI/AAAAAAAAACo/RBp_0yYYjKA/s320/sickpc.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5034608252402931074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan lagi, Nabi Musa AS mengadukan sakit giginya kepada Allah. Allah berfirman : "Ambillah rumput tifani dan letakkan di gigimu yang sakit". Nabi Musa AS megikuti perintah itu. Seketika sakit giginya hilang. Beberapa waktu kemudian, ia mengelami sakit gigi lagi. Karena sudah tahu obatnya, ia langsung mengambil rumput tifani dan meletakkannya sebagaimana pertama kali. Cuma anehnya, kali ini bukannya sembuh, sakit giginya justru bertambah parah. Nabi Musa AS kembali memohon pertolongan Allah SWT. Allah SWT. berfirman : "Wahai Musa !. Aku adalah yang menyembuhkan dan menyehatkan. Aku adalah yang memberikan bahaya dan manfaat. Pada waktu pertama, engkau melakukannya karena Aku, sehingga Kuhilangkan penyakitmu. Sedangkan sekarang engkau melakukannya bukan karena Aku, melainkan rumput tifani itu. ( Hikayat Sufi ). Kisah Nabi Musa AS. tersebut memberikan gambaran bahwa yang menolong kita sebenarnya bukan ikhtiar kita, tetapi kekuasaan dan pertolongan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada lain waktu, nabi Musa AS. bermunajat kepada Allah. : " Ya Tuhan. Katanya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tapi kenapa masih ada hamba-Mu yang dimasukkan ke dalam neraka ?". Allah SWT. tidak menjawab langsung, tapi menyuruh Musa menanam padi sampai dipanen dan hasilnya dibawa pulang kerumah. Perintah Allah itu dikerjakan oleh nabi Musa AS. Kemudian Allah SWT. bertanya : "Apakah semua padi hasil panen itu kau bawa pulang kerumah ?". Musa menjawab : " Tidak, ya Tuhan ! Yang saya bawa pulang adalah padi yang baik. Sedang yang tidak baik ( hampa ) dan busuk, saya bakar, agar tidak merusak padi yang baik-baik". Lalu Alllah SWT. menjawab : " Begitulah, wahai Musa. Bagi hamba-hamba-Ku yang baik, Aku masukkan ke dalam surga-Ku. Tapi yang tidak baik Aku bakar agar tidak merusak hamba-Ku yang baik-baik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Islam&amp;amp;id=127972&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-9186419961237736058?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/9186419961237736058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=9186419961237736058' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/9186419961237736058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/9186419961237736058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/02/mengambil-hikmah-dari-setiap-peristiwa.html' title='Mengambil Hikmah dari Setiap Peristiwa'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/Rd6Fh_O6FYI/AAAAAAAAACo/RBp_0yYYjKA/s72-c/sickpc.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-3420769630570438160</id><published>2007-02-23T12:03:00.000+07:00</published><updated>2007-03-30T12:52:37.620+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SAKIT'/><title type='text'>" Episode menikmati hidup "</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Menikmati Episode Hidup &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;NIKMAT berarti segala sesuatu pemberian atau karunia (dari Allah), diantaranya berupa kesenangan (hidup). Kesenangan hidup merupakan bagian cerita (yang seakan-akan berdiri sendiri) dalam episode hidup manusia. Dan sebagian kita, memandang nikmat hidup itu, hanya berupa kebahagiaan dan kesenangan semata. Padahal, Allah SWT jelas-jelas menegaskan dalam Alquran bahwa sesuatu apapun yang diberikan-Nya itu adalah kenikmatan hidup di dunia (baca: QS. 42:36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah kasihan bagi orang-orang yang kurang iman dan ilmu. Sehingga, hari demi hari yang dilalui dalam hidupnya selalu diliputi kesengsaraan yang datang silih berganti. Kecemasan dan kegelisahan merupakan salah satu indikasi hati manusia jauh dari ketentraman -membuat nikmat yang ada tidak lagi dirasakan sebagai nikmat--.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu sepakat, kalau dalam hidup ini begitu banyak hal yang tidak diinginkan, tiba-tiba datang menimpa. Permasalahannya, karena kita belum tahu ilmunya, perasaan pun semakin tertekan dan dapat ditebak akan berujung pada penderitaan. Tapi, bagi orang beriman dan tahu ilmunya, tentu hal itu akan diresponya secara bijaksana. Tepatnya, bagi orang beriman setiap episode hidupnya selalu diposisikan untuk ibadah. Yakni apabila memperoleh kebahagiaan, dia bersyukur. Dan bila mendapatkan kesusahan, dia bersabar dan tawakkal, lagi menyempurnakan ikhtiar. Sehingga kedua sikap hidup ini akan menjadikan tambahan pahala bagi mereka yang mampu melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk menyia-nyiakan setiap episode hidup di dunia ini. Nikmatilah setiap episode hidup bersama Sang Pemilik nikmat dan kehidupan itu sendiri, yaitu Allah Azza wa Jalla. Karena, bagi orang yang mengenal Allah, segala sesuatu kejadian yang menimpa diri hanyalah nikmat yang diberikan oleh-Nya semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena rencana Allah ini menarik untuk kita cermati, kadangkala kita sering marah dan kecewa dengan suatu episode hidup tertentu yang kit alami, namun setelah waktu berlalu ternyata "episode" tersebut begitu menguntungkan dan membawa hikmah yang sangat besar dan sangat bermanfaat, jauh lebih baik dari apa yang diharapkan sebelumnya. Padahal sebelumnya kita menyangka episode hidup yang kita alami tersebut merupakan sebuah musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah ada dua orang kakak beradik yang tinggal di sebuah dusun di kaki pegunungan yang sejuk di daerah Bandung. Kedua orang kakak beradik ini adalah bekerja sebagai petani dan biasa menjual hasil kebunnya ke pasar yang terletak beberapa jam dari desanya dengan jalan kaki. Salah satu hasil bumi yang biasa mereka jual adalah tape singkong, atau mereka biasa menyebutnya "peuyeum Bandung".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjual tapenya ini mereka biasa berangkat dari rumahnya pada pagi hari seusai shalat shubuh. Sebelum sampai ke pasar, mereka harus menyusuri dulu jalan setapak yang melawati persawahan dan perkebunan penduduk, baru mereka lanjutkan dengan naik kendaraan umum bak terbuka yang biasa mengangkut penumpang yang lain ke pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, seperti biasa mereka secara berombongan dengan membawa dua pikulan penuh tape yang akan mereka jual ke pasar. Pagi-pagi sekali mereka berangkat, ketika sampai di tengah pematang sawah yang agak licin tiba-tiba pikulan sang kakak berderak patah. Tak ayal bila pikulan di sebelah kiri masuk ke sawah dan yang di sebelah kanan masuk ke kolam. Betapa kaget, sedih, kesal yang mereka rasakan saat itu. Sepertinya saat itu mereka merasa menjadi orang yang sangat sial. Jualan belum juga dimulai, untung apalagi belum diraih, malah modalpun habis terbenam, dengan penuh kemurungan dan mereka kembali ke rumah. Para pedagang tape yang lain meneruskan perjalanan mereka ke pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dua jam kemudian datang berita yang mengejutkan, ternyata kendaraan yang biasa ditumpangi para pedangan tape terkena musibah sehingga seluruh penumpangnya cedera bahkan diantaranya ada yang cedera berat, bahkan meninggal. Satu-satunya diantara kelompok pedagang tapi yang senantiasa menggunakan angkutan tersebut yang selamat hanyalah….dirinya, yang tidak jadi berjualan karena pikulannya patah. Subhanallah, dua jam sebelumnya patah pikulan dianggap kesialan besar, dua jam kemudian patah pikulan dianggap keberuntungan luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, "fa idzaa azamta fa tawaqqal alallah" bulatkan tekad, sempurnakan ikhtiar namun hati harus tetap menyerahkan segala keputusan dan kejadian terbaik kepada Allah SWT. Dan siapkan mental kita untuk menerima apapun yang terbaik menurut ilmu Allah SWT. Inilah saatnya kita menikmati setiap episode apapun yang Allah takdirkan pada diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Nikmatilah Setiap Episode Hidup Ini &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pastilah setiap manusia yang hidup di dunia ini akan melalui aneka episode hidup yang telah ditetapkan-Nya. Terkadang ada episode yang membahagiakan dan terkadang pula ada episode yang menyedihkan. Dalam hidup ini, keduanya datang silih berganti.&lt;br /&gt;Berikut ini, ada beberapa contoh episode hidup di dunia yang perlu kita sikapi dengan menikmatinya sehingga dapat menjadi tambahan pahala dan insya Allah menjadi ladang ibadah terhadap-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menikmati Episode Sakit&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/Rd6HH_O6FZI/AAAAAAAAAC4/JoQulVa46G8/s1600-h/sick_child.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 159px; height: 147px;" src="http://bp1.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/Rd6HH_O6FZI/AAAAAAAAAC4/JoQulVa46G8/s400/sick_child.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5034610004749587858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Sakit (Marridl) menurut konsep Alquran punya dua dimensi, lahiriah dan bathiniah. Secara penyakit lahiriyah Allah menyinggung dalam firman-Nya: "Tidak ada dasar atas orang-orang yang buta dan atas orang yang pincang dan atas orang-orang yang sakit (apabila tidak berperang)." (QS. Al Fath:17). Adapun penyebab penyakit lahiriyah ini ialah karena tidak berfungsinya sel, jaringan maupun organ manusia -baik karena aus atau karena kecelakaan--.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan berkait dengan sakit dari sisi bathiniayah, Allah berfirman dalam QS. At Taubah:125, "Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat (Alquran) itu bertambahlah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit bathiniyah ini disebabkan karena tidak berfungsinya hati (qalbun) manusia sebagai lembaga penerima hidayah Allah dalam sistem kejiwaan manusia. Orang sakit hatinya, hidup jauh dari keimanan yang haq, fikir dan rasanya akan menyeleweng dari tuntutan fitrah. Akibatnya, muncullah kontradiksi dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tataran demikian, sakit mungkin hal yang menakutkan bagi kita. Sehingga, kita harus berupaya sungguh-sungguh untuk mencegahnya. Di sisi lain, pada saat Allah SWT menurunkan ujian suatu penyakit, terkadang manusia tidak bersabar, bersyukur, dan tawakkal dalam menghadapinya. Dan sebagian manusia ketika ditimpa penyakit biasanya jatuh mengeluh. Fisiknya lemas dan tidak bersemangat. Padahal secara psikologis, semakin banyak mengeluh, semakin terasa penderitaannya. Lebih-lebih ketika hati tidak mau menerima musibah ini (baca: pikiran yang tidak terkuasai dengan baik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran yang salah itu, salah satunya karena belum paham terhadap hikmah dari penyakit yang menimpanya, sehingga salah dalam menyikapinya. Hasilnya, kita rugi di dunia dan di akhirat (baca: tidak menikmati episode sakit untuk mengharap pahala dari-Nya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kalau sudah tahu ilmunya tentu kita akan menikmati episode sakit ini. Sebuah hadis riwayat Az-zar mengatakan, "Sesungguhnya seorang mukmin tidak boleh takut sakit karena jika tahu manfaat-manfaat sakit, niscaya dia akan menginginkan sakit, bahkan sampai mati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh banyak nikmat dari episode sakit ini. Sebuah hadis riwayat Jabir mengatakan, "Sesungguhnya demam itu menghilangkan dosa-dosa anak Adam sebagaimana halnya alat penghembus membantu menghilangkan kotoran dari besi." Abu Hurairah menambahkan, Nabi Saw bersabda, "Jika Allah SWT berkehendak mencurahkan rahmat pada seseorang, maka Dia akan menjadikan orang itu merasakannya (sakit)." (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa nikmatnya, bila kita telah memahami hikmahnya, maka ternyata sakit itu adalah suatu takdir yang sangat menguntungkan karena akan menggugurkan dosa-dosa kita. Bukankah setiap saat kita ketika berdoa selalu merindukan ampunan-Nya? Sakit itulah, salah satu bentuk pengabulan keinginan kita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Saw bersabda, "Ketika seseorang ditimpa penderitaan (sakit), maka Allah mengutus dua orang malaikat kepadanya. Dia berfirman, 'Dengarkanlah apa kata hamba-Ku ketika ditengok orang-orang.' Jika ia megucapkan Alhamdulillah, maka Allah berfirman kepada dua malaikat tersebut. 'Sampaikanlah kepadanya, maka pasti masuk surga, dan jika ia Aku sembuhkan, maka pasti daging dan darahnya diganti dengan yang lebih baik daripada asalnya, serta kujadikan penderitaan (penyakitnya) sebagai penembus dosanya.'" (HR. Al Faqih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bagian lain, Rasulullah bersabda, "Rintihan orang yang sakit ditulis sebagai tasbih, jeritannya sebagai tahlil, bernafasnya sebagai sedekah, tidurnya adalah ibadah, dan berbolak-baliknya ketika tidur seperti perang sabil. Dan ditulis pula baginya sebaik-baik amal yang biasanya ia lakukan di waktu sehatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh dari itu, hikmah sakit dapat dijadikan sebagai ladang tafakkur. Dengan sakit, kita dapat terhindar dari kemaksiatan -yang kemungkinan dilakukan jika kita sehat--. Dan kita menginsafi, betapa mahalnya nikmat hidup sehat. Selain itu, sakitpun ternyata menjadi jalan rezeki bagi yang menolongnya, yang sekaligus menjadi ladang amal saleh bila mereka ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, atas dasar itulah, kita hendaknya menikmati episode sakit dalam hidup di dunia ini. Namun demikian, bukan berarti, lantas kita sama sekali mengabaikan ikhtiar mengobati penyakitnya. Rasulullah bersabda, "Berobatlah wahai hamba Allah!" Dalam hadis lain disebutan, "Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat, dan menjadikan tiap-tiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah!" (HR. Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Menikmati Episode Menunggu Jodoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; Jodoh berarti pasangan hidup manusia yang sepadan; cocok; serasi; sesuai benar; kena benar; atau setuju (hatinya dsb). Berkait dengan ini, Allah berfirman dalam QS. Ar Ruum: 21, "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan bagi kamu pasangan dari jenis kamu sendiri agar kamu sakinah bersamanya dan Dia menjadikan cinta dan kasih sayang diantara kamu. Sesungguhnya yang demikian itu menjadi tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi kamu yang berpikir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas, mengajarkan kita agar berpikir, termasuk dalam menentukan pasangan (baca: jodoh). Di sini, ada makna rentang waktu antara menunggu jodoh dengan membangun keluarga sakinah bersama pasangan kita kelak. Menunggu jodoh ialah menantikan; mengharapkan (sesuatu yang mesti datang atau terjadi) terhadap pasangan hidup kita. Jadi, menunggu jodoh bukan berarti menunda jodoh untuk terlaksananya perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap orang berbeda kesempatannya dalam mendapatkan takdir Allah yang satu ini. Ada yang dimudahkan dan adapula yang perlu kesabaran lebih untuk sampai pada ketentuannya ini. Ada yang ketika usia belasan tahun sudah mendapatkan pasangan dan adapula yang ketika sudah cukup umur pun belum jua mendapat pasangan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses menunggu ini, terkadang jika kita tidak sabar dan yakin akan janji dan jaminan Allah bahwa setiap manusia di dunia ini ada pasangannya, maka keluh kesah seringkali muncul, bahkan adapula yang mengutuk dan menggugat akan kemahadilan Allah. Apalagi sampai berbuat maksiat karena kebodohannya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal seharusnya kita dapat menikmati episode menunggu jodoh ini sebagai ladang amal mempersiapkan membangun keluarga sakinah, sambil menunggu pasangan hidup kita. Pertanyaannya, apa saja yang perlu kita nikmati dalam menunggu jodoh itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyaknya, dikalangan Muslim dan Muslimah yang tidak maksimal menikmati menunggu jodoh dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat mendukung dalam pembangunan keluarga sakinah yang akan dibentuknya dikemudian hari. Padahal, begitu banyaknya sisi-sisi keilmuan dan keteladanan yang perlu disusun membentuk bongkahan benteng yang siap menghadang serbuan virus-virus penyebar kebusukan dalam ikatan keluarga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode menunggu jodoh, juga bukan berarti kita dengan seenaknya menikmati masa-masa itu dengan tergelincir dan tergoda oleh nafsu yang ada dalam dirinya, sehingga melanggar atau menjauh dari syariat yang diwajibkan-Nya. Yakni, pria maupun wanita hendaknya melalui episode menunggu jodoh -masa remajanya-dengan selalu waspada terhadap segala goda dan ujian setan. Rasulullah bersabda, "Wahai pemuda, barangsiapa diantara kamu sanggup membayar mas kawin dan memberi nafkah, hendaklah kawin, karena perkawinan dapat memelihara dirimu. Pemuda yang tidak sanggup kawin hendaklah berpuasa. Puasa itu dapat mematahkan syahwatnya." (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, al-Hasan bin Ali ra. memberitakan suatu ketika, seorang laki-laki berkata kepada cucu Nabi ini, "Saya mempunyai seorang putri. Jika ada yang berniat menikahinya, saya akan nikahkan dia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka al-Hasan berkata, "Nikahkan putrimu dengan laki-laki yang bertakwa kepada Allah SWT. Jika ia menyukai putrimu, ia pasti akan memuliakannya. Jika ia sedang marah, ia tidak akan menzalimi putrimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh nikmatnya, bila kita memiliki kebersihan ruhiah dengan ketakwaan kepada-Nya, sikapnya akan tetap terkendali oleh ketakwaannya. Artinya, bila ia menyukai istri/suaminya, kecintaannya itu melahirkan sikap memuliakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tataran demikian, kita sudah selayaknya menikmati episode menunggu jodoh dengan hal-hal yang mengantarkan pada terwujudnya keluarga sakinah. Sungguh ini sama sekali bukan kerugian, bukankah Allah telah berfirman, "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) …." (QS. An Nuur: 26). Siapkanlah diri kita agar dijodohkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Menikmati Episode Mencari Kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; Mencari kerja, berarti perbuatan melakukan sesuatu; sesuatu yang dilakukan (diperbuat) dalam berusaha supaya mendapat (beroleh, mengetemukan dsb) pekerjaan.&lt;br /&gt;Menikmati episode mencari kerja, dimaksudkan sebagai keaktifan kita dalam mengisi episode hidup ini sebelum mendapat pekerjaan yang menjadi cita-cita kita. Artinya, kita tidak hanya mnyebarkan berbagai lamaran pekerjaan, dan setelah itu kita tidak melakukan kerja lainnya dalam menunggu hal itu. Singkatnya, ia bukanlah sosok pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi seperti itu, aktivitas kita dalam menikmati episode mencari kerja ini, hendaknya tidak lain harus tetap melakukan kerja. Yakni kerja yang didasari atas kenikmatan bahwa kerja adalah mulia, tidak bekerja adalah hina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Nabi Saw telah merubah pandangan dunia, bahwa kemuliaan bukanlah terletak pada kebangsawanan darah, tidak pula pada jabatan yang tinggi, atau uang yang banyak. Tetapi, kemuliaan adalah pada pekerjaan. Siapa yang bekerja, meskipun apa saja jenis usahanya (baca: asalkan halal), adalah suatu kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula sebaliknya, kehinaan bukanlah karena macam pekerjaan yang kita lakukan (misalnya menjadi kuli, pedagang, dll), karena semuanya itu adalah bekerja, dan ia adalah simbol kemuliaan. Adapun kehinaan ialah tidak bekerja, bermalas-malasan, menganggur, menghabiskan waktu dengan hal-hal sia-sia dan merugikan diri sendiri maupun orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potongan kisah berikut ini, kiranya dapat menunjukkan kepada kita bahwa seorang yang bekerja itu memiliki martabat dan meraih kemuliaan. Kisahnya, pada suatu hari kaum Hawariyyun -murid Nabi Isa as-berkata kepada Nabi Isa, "Wahai Ruhullah, kami lapar."&lt;br /&gt;Nabi Isa kemudian mengusap tanah di depannya. Tanah itu dalam sekejap berubah menjadi potongan-potongan roti. Maka, mereka memakan roti itu dengan lahapnya. Dan masing-masing mendapat dua potong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, mereka berkata lagi, "Wahai Ruhullah, kami haus."&lt;br /&gt;Nabi Isa seperti tadi, mengusap tanah didepannya yang dalam sekejap mengeluarkan air. Lalu, mereka pun segera meminum dengan nikmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan kenyang dan gembira ria itu, salah seorang dari mereka berkata kepada kawan-kawannya, "Siapakah di dunia ini orang yang lebih mulia daripada kita? Ketika lapar, kita diberi makan. Ketika haus, kita diberi minum."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan-kawannya tentu saja menggangguk tanda setuju. Tapi Nabi Isa kemudian menjawab dengan satu kalimat yang membuat mereka malu. "Orang yang paling mulia di dunia ini adalah mereka yang makan dan minum dengan hasil kerja sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, Nabi Saw pernah mengatakan bekerja ini sama dengan berjuang dijalan Allah. Suatu pagi Rasulullah duduk bersama para sahabatnya. Saat itu, mereka melihat seorang pemuda berbadan tegap dan kekar sedang berjalan. Seorang diantara mereka berkata sinis, "Huh…, pemuda apa itu! Alangkah baiknya kalau kemudaan dan kekuatan tubuhnya itu diabadikan dalam perjuangan di jalan Allah, yaitu berperang."&lt;br /&gt;Mendengar itu, Nabi menyahut, "Janganlah kalian berkata begitu! Kalau ia pergi hendak bekerja (berusaha) untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri agar tidak tergantung pada orang lain, itu sudah merupakan perjuangan di jalan Allah. Kalau ia berusaha mencukupi penghidupan ayah ibunya yang sudah lemah, atau memberi nafkah kepada keluarganya agar mereka tidak meminta-minta belas kasihan orang lain, itu pun sudah merupakan perjuangan di jalan Allah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah tersebut, setidaknya telah menyadarkan kita bahwa dalam menikmati episode hidup mencari kerja, maka kita perlu melakukan kerja setiap hari. Bukankah, Allah sendiri dalam memberi rezeki kepada setiap manusia itu sesuai dengan yang kita usahakan? (baca: QS. 53:39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, janganlah atas nama sedang mencari kerja, lantas kita terus-terusan berpangku tangan pada orang lain. Hal ini, tentu bukan suatu perbuatan mulia. Bukankah, kita sebagai manusia hanya mampu berusaha -ikhtiar-dan hanya Allah SWT yang akan menentukan nasib kita (baca: termasuk dengan pekerjaan kita)? Sehingga sudah selayaknya kita nikmati episode mencari kerja ini dengan melakukan sebanyak-banyaknya kerja. Hal ini dimaksudkan agar dapat memunculkan potensi kerja yang tepat bagi kita. Bahkan, bila perlu merubah paradigma kita, dari paradigma mencari kerja ke paradigma mencipta lapangan kerja. Nabi Saw dalam sabdanya mengingatkan kita bahwa, "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kamu berusaha maka oleh sebab itu hendaklah kamu rajin berusaha.(HR. At Thabrany).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Menikmati Episode Jadi Bawahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; Bawahan, diartikan sebagai orang (pegawai) rendahan; orang yang dibawah perintah. Jadi, setiap kita pada dasarnya adalah sebagai bawahan. Penggalan kisah berikut, kiranya dapat mendukung hal ini. Yakni Abu Muslim Al Khaulani pernah menghadap Mu'awiyah dan berkata kepadanya: "Assalamu'alaikum, wahai karyawan." Orang-orang di sekitar Mu'awiyah menyangkalnya: "Katakan kepada beliau, 'Wahai Amir (kepala negara)'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, untuk kedua dan ketiga kalinya Abu Muslim masih tetap mengulang ucapan salamnya seperti semula. Baru setelah itu ia menjelaskan kepada Mu'awiyah: "Sesungguhnya Anda (Amirul Mu'minin) adalah seorang karyawan -bawahan--, Tuhan pemilik umat ini telah memperkejakan Anda. Jika Anda dapat mengobati penyakit umat secara total, maka Tuhan Anda menjanjikan upah bagi Anda, namun jika Anda tidak melaksanakannya, maka Dia akan menyiksa Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, bagaimana sebaiknya kita harus berperilaku dalam menikmati episode jadi bawahan dalam kehidupan ini. Yakni kehidupan yang selalu berada dibawah koridor perintah dan larangan Allah Azza wa Jalla. Termasuk didalamnya, berupa aktualisasi menjadi bawahan dalam hubungan suatu pekerjaan amaliyah sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita -orang beriman--, sudah seharusnya selalu menikmati episode jadi bawahan ini sebagai sesuatu yang insya Allah merupakan amal saleh. Sehingga kita harus menyempurnakan setiap tanggung jawab dan kewajibannya secara ikhlas hanya mengharap ridha-Nya. Dan balasan dari amal saleh yang dilakukan oleh orang-orang beriman ini, cukup fantastis, yaitu berkuasa di bumi. Allah berfirman dalam QS.An Nuur: 55, "Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sesungguhnya akan menjadikan mereka berkuasa di bumi …."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, tugas kita dalam menikmati episode jadi bawahan ialah menyempurnakan ikhitar terhadap perintah-perintah yang dibebankan kepada kita. Lagian, bukankah Allah akan membalas setiap apa yang diperbuat makhluk-Nya. Hal ini seperti yang dijanjikan-Nya dalam QS Al Ahqaaf: 19, "Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan." Dalam hal ini, bila kita tulus melakukannya (baca: bening hati), maka hasilnya justru akan mengundang banyak kenikmatan. Betapa tidak? Sebagai contoh, betapa nikmatnya mendapat (ilmu) perbaikan, jika kita khilaf dalam melakukan perintah dari atasan kita; bagaimana kita dapat memperoleh ilmu cara memimpin yang baik dari hubungan antara atasan dan bawahan ini; dan berbagai keuntungan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah yang terjadi pada masa Umar bin Khattab berikut ini, membuktikan betapa kita harus menikmati jadi bawahan dengan mempersiapkannya dengan fisik kuat dan sifat dapat dipercaya. Kisahnya, suatu waktu, Umar bin Khattab pernah mempekerjakan Abdullah bin Qais di pantai-pantai, sementara beliau tidak melibatkan tenaga Syarhabil untuk pekerjaan ini. Syarhabil bertanya: "Adakah suatu kemarahan yang menyebabkan engkau tidak lagi membutuhkan tenagaku, wahai Amirul Mukminin?" Umar menjawab: "Tidak, sesungguhnya aku mencintai kamu berdua, akan tetapi aku menginginkan seorang laki-laki yang lebih kuat." Syarhabil menjawab: "Kalau begitu, izinkan kami menjelaskannya kepada semua orang agar tidak ada suara-suara negatif terhadap kami." Umar segera bangkit dan memberitahukan kepada mereka: "Wahai sekalian orang. Demi Allah, sesungguhnya saya tidak menggunakan tenaga Syarhabil bukan karena suatu kemarahan, melainkan kami menginginkan seseorang yang lebih kuat daripadanya."&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menikmati Episode Belum Punya Rumah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; Rumah merupakan kebutuhan pokok manusia, di samping kebutuhan pangan dan sandang. Rumah berfungsi sebagai tempat tinggal, tempat berlindung dari pengaruh angin, hujan, panas dan sebagai tempat istirahat untuk melepaskan lelah setelah melakukan kegiatan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, Islam memandang rumah sebagai sesuatu yang sangat urgent dalam membentuk suatu keluarga sakinah. Tepatnya, selain sebagai tempat tinggal, rumah juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan rohani manusia. Misalnya sebagai tempat sembahyang, mengingat ayat-ayat Allah dan sebagai sarana taat kepada Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tataran ini, posisi rumah yang sering ditempati manusia, memiliki dua kedudukan. Yaitu ada rumah milik sendiri dan ada rumah milik orang lain yng kita tempati dengan membayar sejumlah uang sebagai konsekuensinya (baca: belum punya rumah/kontrak /kost). Dan pada umumnya setiap rumah tangga baru, ia tinggal di rumah milik orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkait dengan yang terakhir (belum punya rumah), bukan berarti kita tidak harus menikmati hidup ini. Tapi, justru Allah SWT tidak membedakan nikmat hidup ini atas posisi kepemilikan rumah. Karena rumah hanyalah salah satu sarana ibadah yang perlu dinikmati dalam hidup ini. Artinya, sepanjang hal itu tidak bertentangan dengan hal-hal yang dilarang-Nya, maka kita harus dapat membangun suatu kenikmatan di dalam rumah. Yaitu menikmati membangun akhlakul karimah terhadap anggota keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkait dengan rumah yang diserahkan kepada kita untuk mengurusnya, Allah SWT menginformasikan dalam QS. An Nuur: 61, "Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu sendiri atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, di rumah saudara bapakmu yang laki-laki, di rumah saudara bapakmu yang perempuaan, di rumah saudara ibumu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki, di rumah yang kamu miliki kuncinya -rumah yang diserahkan kepada kamu mengurusnya- atau di rumah kawan-kawanmu. …."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara demikian, kita harus menjadikan rumah yang kita tempati adalah sesuatu yang mendatangkan nikmat Allah dan mnyenangkan serta berada dalam ridha-Nya. Itulah berupa harapan menjadikan rumah sebagai surga bagi penghuninya. Dalam arti lain, di sinilah perlunya kita menikmati episode hidup belum punya rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat yang perlu kita sebarkan di dalam rumah tidak lain adalah setiap apa yang ada di rumah dapat mengingatkan penghuninya kepada Sang Pemilik rumah yang sesungguhnya, yaitu Allah Azza wa Jalla. Caranya seperti yang diperintahkan Allah dalam QS. Yunus: 87, "…. dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat bersembahyang dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, rumah juga bagi keluarga muslim merupakan tempat membangun kepribadian dan akhlak mulia bagi para penghuninya. Dan di rumah dilarang berhias/bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah (baca: QS. Al Ahzab: 33). Selanjutnya dalam menikmati episode belum punya rumah ini, kita juga harus hati-hati dalam menggunakan segala fasilitas rumah. Yaitu jangan sampai rumah kita diselimuti perbuatan makar (tipu muslihat) dan zalim terhadap orang lain, karena hal ini akan dibinasakan Allah (baca: QS. An Naml: 51-52). Dan kita pun dilarang untuk lebih mencintai rumah daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad dijalan-Nya (baca: QS. At Taubaah: 24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, kita berdoa, "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kita harus sadar betul bahwa sesuatu apa pun yang diberikan kepada manusia adalah kenikmatan hidup di dunia. Dan hanya dengan bekal ilmu dan keimanan kepada Allah semata, yang dapat merasakan nikmatnya hidup (beribadah) terhadap-Nya. Yakni bukan hanya nikmat dalam menjalani setiap episode hidup di dunia, tapi insya Allah berbekal kesepurnaan ikhtiar dan ketawakkalan, maka kita dapat meraih kenikmatan yang sebenarnya di akhirat kelak. Amin. Wallahu'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;http://www.honda-tiger.or.id/forum/showthread.php?t=17177&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-3420769630570438160?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/3420769630570438160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=3420769630570438160' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3420769630570438160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3420769630570438160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/02/episode-menikmati-hidup.html' title='&quot; Episode menikmati hidup &quot;'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/Rd6HH_O6FZI/AAAAAAAAAC4/JoQulVa46G8/s72-c/sick_child.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-4653122581440836555</id><published>2007-02-23T11:57:00.000+07:00</published><updated>2007-03-30T12:54:06.504+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SAKIT'/><title type='text'>Hikmah Sakit</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/Rd6A3PO6FVI/AAAAAAAAACM/i2zSm_DKoHA/s1600-h/sick+bear.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 173px; height: 254px;" src="http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/Rd6A3PO6FVI/AAAAAAAAACM/i2zSm_DKoHA/s400/sick+bear.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5034603119917012306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Sakit adalah kondisi yang tidak diinginkan oleh semua orang. Setiap orang ingin selalu sehat dan berupaya men&lt;/span&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;jaga kesehatan. Namun, sakit kadang mesti diterima sebagai takdir dan cobaan. Setiap Muslim wajib percaya Allah SWT yang menurunkan penyakit, dan hanya Dia yang Mahakuasa menyembuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span class="deskripsi"  style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Rasulullah SAW bersabda, ''Berobatlah, Allah tidak mengadakan penyakit melainkan Ia mengadakan pula obatnya, kecuali satu penyakit. Sahabat bertanya, 'Penyakit apakah?' Dijawab, 'penyakit &lt;/span&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;karena tua'.'' (HR Ahmad).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span class="deskripsi"  style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Sakit yang menimpa manusia mengandung hikmah di sisi Allah SWT. ''Setiap cobaan apa saja yang menimpa seorang Muslim, sampai sebuah tusukan duri, adalah karena salah satu dari dua sebab, yakni karena Allah hendak mengampuni kesalahannya yang tidak dapat diampuni melainkan dengan &lt;/span&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;cobaan itu, atau Allah hendak memberi suatu kemuliaan yang tidak dapat dicapainya kecuali melalui cobaan itu.'' (HR Ibnu Abi Dunya).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span class="deskripsi"  style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Dalam buku &lt;i&gt;Etika &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;i&gt;Kedokteran dalam Islam&lt;/i&gt; karya Dr H Ali Akbar, diuraikan kewajiban orang sakit, yaitu berobat, mematuhi nasihat dan petunjuk dokter, sabar dan jangan gelisah, ingat kepada Allah SWT, menyadari hikmah sakit, bertobat, tetap berpengharapan sembuh, berwasiat (jika sakit keras), dan berbaik sangka kepada Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span class="deskripsi"  style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Islam juga mewajibkan berobat bila sakit. Sementara sang dokter diwajibkan mengobati pasien. Segala penyakit yang diderita seseorang tetap ada harapan untuk sembuh dengan izin Allah SWT tentunya, kecuali penyakit karena gejala umur yang disebut &lt;i&gt;syaikhukhah&lt;/i&gt; dan sakit menjelang ajal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span class="deskripsi"  style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Seorang ahli patologi terkemuka Inggris, Christine Galpin, mengatakan, ''Ilmu pengetahuan sangat sedikit mengetahui tentang ketuaan dan kematian.'' Demikian pula dengan Imam Al-Qurthubi dalam kitabnya &lt;i&gt;Tadzkirah Rahasia Kematian&lt;/i&gt; mengatakan, kematian adalah kafarat bagi seorang Muslim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span class="deskripsi"  style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Dalam pengertian tersebut, sakit yang diderita seorang Mukmin menjelang akhir hayatnya dapat dipandang sebagai tanda Mahakasih Allah SWT. Diriwayatkan dari Abu Nu'aim bahwa Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya seorang Mukmin yang melakukan kesalahan lalu diperberat (sakitnya) pada saat kematian, niscaya kesalahannya itu dihapuskan. Seorang kafir yang melakukan kebajikan, dipermudah kematiannya sebagai balasan kebajikan yang telah dilakukannya.''&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span class="deskripsi"  style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0); font-family: arial;"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Mengunjungi dan mendoakan orang sakit sangat dianjurkan dalam Islam. ''Bila kalian berada dekat orang sakit atau baru meninggal dunia, ucapkanlah yang baik-baik, karena sesungguhnya malaikat akan mengaminkan apa-apa yang kalian ucapkan ketika itu.'' (HR Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span class="deskripsi"  style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p face="arial" style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt; Selanjutnya patut diperhatikan makna hadis berikut, ''Janganlah salah seorang kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan sedang berbaik sangka kepada Allah.'' (HR Bukhari dan Muslim). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span class="deskripsi"  style="font-family:arial;"&gt;         (M Fuad Nasar )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center; color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" class="deskripsi" &gt;http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=252504&amp;amp;kat_id=14&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-4653122581440836555?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/4653122581440836555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=4653122581440836555' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/4653122581440836555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/4653122581440836555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/02/hikmah-sakit.html' title='Hikmah Sakit'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_qSR0RI2mOjo/Rd6A3PO6FVI/AAAAAAAAACM/i2zSm_DKoHA/s72-c/sick+bear.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-3637971560949976176</id><published>2007-02-23T11:53:00.000+07:00</published><updated>2007-03-30T13:04:11.205+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SAKIT'/><title type='text'>Sakit Sebagai Lahan Sabar dan Tafakur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:85%;"  &gt;Oleh &lt;strong&gt;K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;SEMOGA Allah SWT yang menguasai tubuh kita memberikan karunia kesehatan lahir dan batin             yang dapat disyukuri. Sebab ada saatnya sehat yang tidak disyukuri mengantarkan orang             kepada maksiat. Kalaupun Allah memberikan ujian sakit, mudah-mudahan orang yang sakit itu             bisa menyikapinya dengan sabar. Sebab, adakalanya orang yang sakit menjadi hina karena             ketidaksabarannya dan orang yang sehat menjadi hina karena ketidaksyukurannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Allah berfirman dalam Alquran, "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar             berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan             nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi             kesabaran" (Q.S. al-Ashr: 1-3).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Dari ayat di atas dapat kita lihat bahwa kata-kata "sabar" adalah kuncinya.             Dalam ayat lain juga disebutkan tentang sabar seperti, "Wahai orang-orang yang             beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat, sesungguhnya Allah             beserta orang-orang yang sabar" (Q.S. Albaqarah: 153).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Begitu pentingnya kesabaran sehingga pahala orang yang sabar &lt;i&gt;bighayri hisaab&lt;/i&gt;,             lewat dari perhitungan Allah (melampaui batas).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Kalau kita sadari, hidup sukses, menang mengarungi hidup, mendapatkan pertolongan Allah             di kala sulit, dan kemampuan untuk akrab bersama-Nya, ternyata hanya dimiliki oleh             orang-orang yang sabar. Maka sudah sepatutnya bagi kita untuk lebih serius lagi             mengevaluasi kualitas kesabaran kita. Makin sabar kita, maka makin mantap kita menghadapi             hidup ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Lalu, apa sebenarnya "sabar" itu? Sederhananya, sabar itu adalah kegigihan             kita untuk tetap berada di jalan yang disukai oleh Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Dalam tulisan berikut ini akan kita bahas kesabaran ketika kita sedang ditimpa sakit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan,             kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada             orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka             mengucapkan, &lt;i&gt;Innalillahi wa inna ilaihi raaji`uun&lt;/i&gt; (Q.S. Albaqarah: 155-156).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Ayat di atas hendaknya menjadi tuntunan bagi kita ketika sedang ditimpa musibah,             khususnya sakit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Berprasangka baik kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Ada beberapa akhlak sabar yang sebenarnya bisa kita latih saat kita sakit. Pertama-tama             kita harus sabar dalam berprasangka baik kepada Allah. Dengan begini kita akan menyadari             bahwa tubuh ini sebenarnya milik Allah bukan milik kita. Sedikit pun kita tak punya kuasa             pada tubuh ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Karena kita sadar kalau tubuh ini bukan milik kita tetapi milik Allah, sehingga             kuasa-Nya tak akan bisa dicegah oleh makhluk. Meski dokter-dokter diturunkan untuk             menolong kita, tanpa kehendak-Nya, sakit yang kita alami tak akan sembuh-sembuh, betapapun             gagahnya tubuh kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Namun, Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Sakit             yang menimpa tubuh kita sudah pasti telah diukur oleh Allah. Sesakit apa pun derita yang             kita alami pasti sudah diukur. Bahkan sampai yang "luar biasa" pun telah diukur             oleh Allah. Tidak mungkin Allah memberikan kepada kita sesuatu yang tidak sanggup kita             pikul. Karena yang menciptakan saraf sakit juga Allah yang Mahakuasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Maka yakinilah selalu bahwa setiap sakit yang kita derita pada hakikatnya sudah diukur             oleh Allah. Karena itu, biasakanlah untuk selalu mengucapkan, "Innalillahi wa inna             ilaihi raaji`uun", saya adalah milik Allah, Allah sangat mampu berbuat apa saja             kepada diri ini. Karena, kalau saja tenggorokan ini milik kita, maka kita akan melarangnya             untuk terbatuk-batuk. Kenyataannya, tetap saja tubuh ini milik Allah yang tidak bisa kita             atur seenaknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Tidak berkeluh kesah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Akhlak kedua agar kita bisa bersabar ketika sakit adalah berusaha untuk tidak berkeluh             kesah. Sebab keluh kesah termasuk tanda-tanda dari ketidaksabaran, &lt;i&gt;Ngarasula&lt;/i&gt; kalau             dalam bahasa Sunda. Sampai-sampai berucap begini, &lt;i&gt;Auuhhh... aing ieu mah nyeri pisan&lt;/i&gt;             (Aduh, ini sakit sekali rasanya). &lt;i&gt;Alaahhh siah mamah ieu mah teu kuat, ngajeletotna             kabina-bina&lt;/i&gt; (Aduh Mak, nggak kuat, sakitnya sakit sekali).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Biasanya, orang menderita itu bukan karena sakitnya, tapi karena dramatisasinya. Dan             termasuk tidak sabar kalau kita ingin menceritakan sakit kita dan yang diceritakan itu             lebih daripada kenyataan. Belum-belum berkata begini, &lt;i&gt;"Aduuuhh, ieu, peurih...,             peurih yeuh"&lt;/i&gt; (Aduuh, ini sakit sekali) Padahal sebenarnya biasa-biasa saja rasa             sakitnya itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Kebiasaan mendramatisasi rasa sakit ini ternyata ada saja yang menyukainya. Entah             mengapa, ada semacam kesenangan ketika melihat ada orang yang bersimpati padanya. Dia puas             mengajak orang lain menderita. Padahal, ini pun termasuk dari sikap tidak sabar menghadapi             sakit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Oleh karena itu, betapa pun parahnya penyakit kita, cobalah untuk             memproporsionalkannya. Tak usah kita sampai berteriak-teriak segala. Maka ketika kita             sakit cobalah latihan sabar untuk tidak mendramatisasinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Kalau awalnya kita mengekspos ke mana-mana, maka ada baiknya mulai saat ini kita             mengeluh dengan menyebut nama Allah. Seperti, "Yaa Allah, ya Rabb, ya             Syafii...." Ucapan semacam ini jelas akan membawa manfaat dan pahala.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Untuk ibu-ibu yang akan melahirkan, misalnya, tak usah sampai menyebut-nyebut nama             pendamping. Soalnya suami pun tidak bisa berbuat apa-apa saat itu, sampai berucap,             "Papaahhh...." Kalau kemudian kita meninggal saat itu, bisa jadi tidak ada             pahalanya. &lt;i&gt;Na`udzubullahi min dzaliq&lt;/i&gt;. Lebih baik nama Allah saja yang disebut,             seperti, "Ya Allah, &lt;i&gt;ya syafii, ya ghafururrahiim, ya arhamar raahimiin, ya             shabuur, ya arhamarraahimiin"&lt;/i&gt;. Insya Allah sakitnya akan diubah oleh Allah             menjadi nikmat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Di samping itu, jangan jadikan sakit kita itu membuat kita bermanja-manja dengan             membebani orang lain. Selagi masih sanggup, jangan korbankan harga diri kita kecuali kalau             orang itu senang membantu. Namun kalau kita sampai diharuskan &lt;i&gt;bed rest&lt;/i&gt;             (beristirahat di tempat tidur), maka, adalah suatu kezaliman pada diri sendiri bila             kemudian kita memaksakan tubuh kita untuk bergerak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Menafakuri hikmah sakit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Akhlak selanjutnya adalah sabar menafakuri hikmah sakit. Banyak hikmah ketika sakit             yang sebenarnya bisa kita raup. Ambil contoh kecil, ketika kita sariawan. Bibir memang             terasa tak enak, makan pun jadi tak enak. Tapi, bandingkanlah sakit kita dengan mereka             yang lebih sulit lagi dari sariawan, yang lebih parah lagi sakitnya. Maka dari sini kita             bisa menilai bahwa masih ada lagi orang yang lebih parah sakitnya daripada yang kita             rasakan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Bersabar dalam menafakuri hikmah sakit dapat pula berarti bersabar menjalani proses             sakit yang kita alami. Salah satu hikmah sakit ialah gugurnya dosa bagaikan gugurnya             daun-daun pepohonan. Dengan begitu, salah satu hikmah sakit yang bisa kita reguk ialah             kesempatan kita untuk ber-&lt;i&gt;muhasabah, &lt;/i&gt;mengintrospeksi diri, terutama terhadap             sejumlah kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Menyempurnakan ikhtiar untuk sembuh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Ada kalanya orang yang sakit terkadang tidak disiplin memakan obat. Ada orang yang             harus ke dokter ini-itu tetapi terus mengeluh karena uangnya habis untuk berobat. Padahal             tanpa disadarinya biaya itu pun pada dasarnya dari Allah. Ada juga yang bertahun-tahun             terus mengeluh karena penyakit yang ia derita tidak sembuh-sembuh, padahal telah berobat             ke sana-kemari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Untuk menyikapinya, cobalah pakai "teori jeruk". Gambarannya kurang lebih             seperti ini, ada seorang ibu yang membeli jeruk sebanyak satu kilo. Ketika ia mencoba             mencicipinya ternyata jeruk itu masam semua. Kemudian ia protes pada penjualnya dengan             mengatakan, "&lt;i&gt;Kok &lt;/i&gt;jeruknya &lt;i&gt;asem&lt;/i&gt; semua?" Si penjual balik bertanya,             "Ibu beli berapa kilo?" Ibu itu menjawab, "Tiga kilo saya beli!"             Penjualnya lantas balik menjawab, "Ibu beli tiga kilo, saya tiga karung! &lt;i&gt;asem &lt;/i&gt;semua."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Untuk itu bersabarlah, karena sakit juga akan menggugurkan dosa-dosa kita. Dalam sebuah             hadis Bukhari diriwayatkan bahwa suatu ketika Abdullah bin Mas'ud r.a. menghampiri             Rasulullah yang tengah sakit. Saat itu ia meraba tangan rasul sambil berkata, "Ya             Rasulullah, penyakit Anda sangat berat." Rasulullah memberikan jawaban, "Benar,             penyakit saya ini sama dengan penyakit dua orang di antara kamu." Abdullah menjawab             lagi, "Itulah sebabnya Anda mendapat pahala dua kali lipat." Segera Rasul             membalas, "Benar!" Dan dilanjutkan dengan sabdanya lagi, "Setiap orang             Islam yang mendapat bencana penyakit dan lain-lain, maka Tuhan menggugurkan (mengampuni)             kesalahan-kesalahannya, sebagaimana pohon kayu menggugurkan daunnya."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Tidak ada yang salah dengan sakit. Yang salah adalah sikap kita terhadapnya. Kalau kita             rida, &lt;i&gt;Wa man radhiya falahu ridha,&lt;/i&gt; barang siapa rida pada ketentuan Allah, Dia pun             akan rida kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:130%;"  &gt;Berniat untuk sembuh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Terakhir, kita harus terus ber-&lt;i&gt;azam&lt;/i&gt; untuk berniat sembuh. Jangan sampai sakit             menjadi alasan serta sarana untuk menggampang-gampangkan ibadah. Sabar untuk berniat             sembuh akan memotivasi kita agar tidak menyerah pada rasa sakit. Perjuangan kita menjalani             rasa sakit insya Allah dicatat sebagai jihad&lt;i&gt; fii sabilillah&lt;/i&gt;. Justru di saat sakit             itulah kita membuktikan ketaatan kita kepada Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Dengan selalu memancangkan niat untuk sembuh akan membuat diri kita benar-benar sembuh,             tidak cuma sembuh secara fisik tapi juga sembuh dari sisi spiritual. Inilah yang sering             kita sebut dengan sehat walafiat. Ukurannya adalah, ketika kita sembuh ibadah kita justru             makin meningkat. Ini berarti kita telah mencapai kesembuhan secara afiat. Karena sakit             justru telah menjadi sarana peningkatan ibadah dan inilah yang akan mengantarkan kita             untuk lebih baik lagi dalam mengarungi hidup dengan penuh kesabaran. &lt;i&gt;Wallahualam             bishshawab&lt;/i&gt;.***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0605/09/manajemen_qolbu.htm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-3637971560949976176?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/3637971560949976176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=3637971560949976176' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3637971560949976176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/3637971560949976176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2007/02/sakit-sebagai-lahan-sabar-dan-tafakur.html' title='Sakit Sebagai Lahan Sabar dan Tafakur'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-116709611571736382</id><published>2006-12-26T08:21:00.000+07:00</published><updated>2006-12-26T08:22:39.046+07:00</updated><title type='text'>MAAF blm sempat posting lagi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed src="http://img.kapanlagi.com/c/s/00086.swf" quality="high" bgcolor="#FFFFFF" width="500" height="357" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1  _Prod_Version=ShockwaveFlash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-116709611571736382?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/116709611571736382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=116709611571736382' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116709611571736382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116709611571736382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/12/maaf-blm-sempat-posting-lagi_25.html' title='MAAF blm sempat posting lagi'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-116254408086732384</id><published>2006-11-03T15:51:00.000+07:00</published><updated>2006-11-06T09:37:37.920+07:00</updated><title type='text'>Ketupat Lebaran</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0); font-weight: bold;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/1600/453aed6bc37bc.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 314px; height: 232px;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/400/453aed6bc37bc.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(51, 204, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Lebaran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; dengan ketupat merupakan tradisi turun temurun yang tak terpisahkan. Mengalahkan kue-kue untuk parsel atau hantaran, lebaran selalu diidentikkan dengan ketupat. Disertai lauk pauknya, termasuk opor.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(51, 204, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hidangan daging ayam yang dimasak dengan kuah santan ini memang jodoh yang tepat untuk ketupat. Rasa gurihnya santan cocok dimakan dengan irisan ketupat, yang terbuat dari beras. Namun apakah hanya karena itu?&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(51, 204, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Rupanya ada makna yang lebih dalam dari ketupat-opor daripada hanya sekedar makanan pelengkap di hari raya Idul Fitri. Ketupat dan lauknya yang berkuah santan 'terpilih' menjadi hidangan saat lebaran bukan hanya karena sekedar faktor kebetulan, dan kelezatannya. Menurut sesepuh dulu, ketupat dan lauk bersan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;tan merupakan perlambang dari hari raya Idul Fitri. Ketupat (&lt;i&gt;kupat&lt;/i&gt;) dipercaya merupakan kependekan dari '&lt;i&gt;ngaku lepat&lt;/i&gt;', sedangkan santan (&lt;i&gt;santen&lt;/i&gt;) adalah kependekan dari '&lt;i&gt;pangapunten&lt;/i&gt;'.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(51, 204, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Inilah esensi dari hari raya Idul Fitri, saling memaafkan. Walaupun banyak orang yang bilang bahwa tak perlu menunggu lebaran untuk meminta maaf, nyatanya banyak sekali kesalahan yang belum kita mintakan maaf sebelum datangnya Lebaran. Atau sebaliknya, banyak pula kesalahan yang belum kita maafkan saat Idul Fitri tiba.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(51, 204, 0); font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jadi, tak ada salahnya kita memanfaatkan momen ini untuk saling meminta maaf dan memaafkan. Hantaran ketupat santan sebagai perlambang permintaan maaf sudah seharusn&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;ya dibalas dengan melakukan hal yang sama. Artinya, selain meminta maaf, kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; juga harus bersedia memberi maaf.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="arial" style="text-align: center; color: rgb(51, 204, 0); font-weight: bold; font-family: arial;" align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/1600/lomba.7.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 101px; height: 142px;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/200/lomba.6.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;"Kupat kaliyan santen&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sedaya ngaku lepat nyuwun pangapunten"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(51, 204, 0); font-weight: bold;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ketupat biasa juga disebut kupat; ku penggalan dari kata mengaku dan pat penggalan dari kata lepat (salah). Sehingga kupat berarti mengaku lepat (mengaku salah). Ini bermakna seseorang itu lebih baik mengaku salah dari pada mengaku benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-116254408086732384?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/116254408086732384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=116254408086732384' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116254408086732384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116254408086732384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/11/ketupat-lebaran.html' title='Ketupat Lebaran'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-116254378094253007</id><published>2006-11-03T15:46:00.000+07:00</published><updated>2006-11-06T08:46:21.893+07:00</updated><title type='text'>Kembali Fitri di Hari Raya Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/1600/KEMBALI%20FITRI.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 318px; height: 205px;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/400/KEMBALI%20FITRI.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(153, 0, 0);font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Setelah sebulan penuh kita melaksanakan ibadah puasa dengan semangat iman dan mengharap balasan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; Allah (ihtisaaban) semata. Maka, memasuki hari&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; raya Idul &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Fitri&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; ini, berarti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; kita kembali kepada fitrah (kesucian). Jiwa kita telah fitri (suci) tanpa dosa, sebagaimana sabda Nabi saw., &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div  style="text-align: center; color: rgb(153, 0, 0);font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" lang="SV"&gt;“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan landasan iman dan mengharap balasan dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosa sebelumnya, &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“ (Muttafaq ‘Alaih).&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(153, 0, 0);font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Karenanya, memasuk&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;i Idul Fitri yang berarti jiwa kita menjadi fitri (suci), maka &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;‘tampilan’ kita harus lebih Islami. Termasuk dalam ‘tampilan’ di sini adalah tujuan, orientasi, &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;, fikrah (pemikiran), akhlak, moral, perilaku, interaksi, policy, aktivitas, kiprah,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;peran. Baik &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;‘tampilan’ keindividualan kita, kerumahtanggaan kita, maupun ‘tampilan’ kesosialan kita. Baik ‘tampilan’ dalam kesendirian kita maupun ‘tampilan’ dalam keramaian kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(153, 0, 0);font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ketika&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; terjadi islamisasi &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;‘tampilan’ pasca Ramadhan, berarti ini merupakan indikator diterimanya puasa Ramadhan kita. Karena, jika Allah swt. menerima amal seseorang, maka pasti Dia akan menolongnya untuk mengadakan perubahan diri ke arah yang lebih positif dan &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;meningkatkan amal kebajikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="SV"&gt;Nilai spiritual yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;penting&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; dari Idul Fitri adalah kembali kepada fitri. "Kembali pada fitri sebagaimana saat kita dilahirkan. Itulah nilai yang terpenting. Sebagaimana diketahui, kita lahir dalam keadaan &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;suci&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; dan bersih. Dari kita belum bisa berbuat apa-apa lantas berkembang dewasa, menjadi pejabat, pengusaha, dan lain-lain. Jadi esensi Idul Fitri adalah agar kita kembali kepada fitrah yang suci, bagaimana kita dapat menjaga dan memelihara diri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;      &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(153, 0, 0);font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ibadah puasa selama sebulan penuh pada hakikatnya merupakan suatu ujian bagi mental dan fisik manusia. Puasa pun menjadi ajang &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;perjuangan&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; mahahebat untuk mengendalikan hawa nafsu. Karena itu, Hari Raya Idul Fitri bisa dimaknai &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; hari penuh kemenangan. Sebuah kemenangan yang sejatinya hanya diperuntukkan bagi mereka yang telah melaksanakan puasa dengan penuh kesempurnaan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/1600/lomba.6.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 103px; height: 130px;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/200/lomba.5.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(153, 0, 0);font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hari Raya Idul Fitri... Itulah hari di mana manusia kembali kepada fitrah &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; tidak puny&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; dos&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;a dan noda. Lahir dengan mental baru, menjadi manusia yang berwatak dengan jiwa tauhid tinggi. Makna Idul Fitri harus benar-benar &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;menyatu&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; dengan amal perbuatan. Tidak ada artinya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;bila di hari raya semua bersuka cita, namun pada bulan-bulan selanjutnya tidak ada perbaikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; di sisi akhlak maupun moral.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-116254378094253007?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/116254378094253007/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=116254378094253007' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116254378094253007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116254378094253007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/11/kembali-fitri-di-hari-raya-idul-fitri.html' title='Kembali Fitri di Hari Raya Idul Fitri'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-116253767786940362</id><published>2006-11-03T14:06:00.000+07:00</published><updated>2006-11-07T08:00:36.950+07:00</updated><title type='text'>Indahnya Memaafkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/1600/tangan.0.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 306px; cursor: pointer; height: 208px; text-align: center;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/400/tangan.0.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Walaupun mudah diucapkan, memaafkan bukanlah perbuatan yang mudah dilakukan. Ketika seseorang telah atau akan dicelakai, maka yang tertanam biasanya perasaan dendam dan ingin membalas. Perasaan seperti itu adalah wajar dalam diri orang biasa. Namun, sikap memaafkan hanya ada pada diri orang yang luar biasa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sebenarnya meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain adalah pekerjaan yang sangat dianjurkan dalam agama. Semua ulama sepakat akan hal ini, sebagaimana firman Allah SWT:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (QS Al-A'raf: 199)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Maka maafkanlah dengan cara yang baik. (QS Al-Hijr: 85)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Orang-orang yang menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS Ali Imran: 134)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tetapi orang yang bersabar dan mema'afkan, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan. (QS Asy-Syura: 43)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;strong&gt;Even untuk Saling Memaafkan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Secara umum saling bermaafan itu dilakukan kapan saja, tidak harus menunggu even Ramadhan atau Idul Fithri. Karena memang tidak ada hadits atau atsar yang menunjukkan ke arah sana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Namun kalau kita mau telusuri lebih jauh, mengapa sampai muncul trend demikian, salah satu analisanya adalah bahwa bulan Ramadhan itu adalah bulan pencucian dosa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW tentang hal itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Siapa yang menegakkan Ramadhan dengan iman dan ihtisab, maka Allah telah mengampuni dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kalau Allah SWT sudah menjanjikan pengampunan dosa, maka tinggal memikirkan bagaimana meminta maaf kepada sesama manusia. Sebab dosa yang bersifat langsung kepada Allah SWT pasti diampuni sesuai janji Allah SWT, tapi bagaimana dengan dosa kepada sesama manusia?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/1600/lomba.9.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 96px; height: 123px;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/200/lomba.8.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jangankan orang yang menjalankan Ramadhan, bahkan mereka yang mati syahid sekalipun, kalau masih ada sangkutan dosa kepada orang lain, tetap belum bisa masuk surga. Oleh karena itu, biar bisa dipastikan semua dosa terampuni, maka selain minta ampun kepada Allah di bulan Ramadhan, juga meminta maaf kepada sesama manusia, agar bisa lebih lengkap. Demikian latar belakangnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify;" face="times new roman" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Marilah Qita saling MEMAAFKAN... maka hidup akan terasa INDAH...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-116253767786940362?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/116253767786940362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=116253767786940362' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116253767786940362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116253767786940362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/11/indahnya-memaafkan.html' title='Indahnya Memaafkan'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-116253113179468225</id><published>2006-11-03T12:07:00.000+07:00</published><updated>2006-11-10T10:22:41.413+07:00</updated><title type='text'>Minal Aidin Wal Faidzin</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="COLOR: rgb(255,102,0); FONT-FAMILY: times new roman" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/1600/580152.gif"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 144px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 132px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/400/580152.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:arial;"&gt;Ucapan minal ‘aidin wal faizin adalah salah satu ungkapan yang seringkali diucapkan pada hari raya fithri. Sama sekali tidak bersumber dari sunnah nabi, melainkan merupakan ‘urf (kebiasaan) yang ada di suatu masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sering kali kita salah kaprah mengartikan ucapan tersebut, karena biasanya diikuti dengan “mohon maaf lahir dan batin”. Jadi seolah-olah minal ‘aidin wal faizin itu artinya mohon maaf lahir dan batin. Padahal arti sesungguhnya bukan itu.&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kata minal aidin wal faizin itu sebenarnya &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;sebuah&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; ungkapan harapan atau doa. Tapi masih ada penggalan yang terlewat. Seharusnya lafadz lengkapnya adalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0); FONT-STYLE: italic" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold;font-family:arial;" &gt;ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faizin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;artinya: semoga Allah menjadikan kami dan anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung (menang).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Makna yang terkandung di dalamnya sebuah harapan agar Ramadhan yang telah kita jalani benar-benar bernilai iman dan ihtisab, sehingga kita saling mendoakan agar dikembalikan kepada kesucian, dalam arti bersih dari dosa-dosa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:arial;"&gt;Makna Kembali (aidin) adalah kembali seperti awal mula kita dilahirkan oleh ibu kita masing-masing, putih, bersih tanpa dosa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:arial;"&gt;Sedangkan makna faizin adalah menjadi orang yang menang atau beruntung. Menang karena berhasil mengalahkan hawa nafsu, sedangkan beruntung karena mendapatkan pahala yang berkali lipat dan dimusnahkan semua dosa.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/1600/lomba.10.gif"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 106px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 131px" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/200/lomba.9.gif" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Di setiap negeri muslim, ungkapan-ungkapan ini bisa saja sangat berbeda, tergantung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; kreatifitas masyarakatnya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Namun bila tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW, &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;bukan&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; berarti memberikan u&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;capan yang semikian menjadi terlarang atau haram. Sebab umumnya para ulama mengatakan bahwa masalah ini tidak termasuk perkara ritual ubudiyah, sehingga tidak ada larangan untuk mengungkapkan perasaan dengan gaya bahasa kita masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-116253113179468225?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/116253113179468225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=116253113179468225' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116253113179468225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116253113179468225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/11/minal-aidin-wal-faidzin.html' title='Minal Aidin Wal Faidzin'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-116236771796241727</id><published>2006-11-01T14:53:00.000+07:00</published><updated>2006-11-09T11:44:25.036+07:00</updated><title type='text'>Tiada TEMAN Tanpa KESALAHAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://active.macromedia.com/flash2/cabs/swflash.cab#version=4,0,0,0" id="nowshowing" height="357" width="500"&gt;&lt;br /&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.kapanlagi.com/c/s/00746.swf"&gt;&lt;param name="quality" value="high"&gt;&lt;br /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#ffffff"&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed src="http://www.kapanlagi.com/c/s/00746.swf" quality="high" bgcolor="#FFFFFF" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" height="357" width="500"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/1600/lomba.3.gif"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align:center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://active.macromedia.com/flash2/cabs/swflash.cab#version=4,0,0,0" id="nowshowing" width="500" height="357"&gt;&lt;br /&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.kapanlagi.com/c/s/00220.swf"&gt;&lt;param name="quality" value="high"&gt;&lt;br /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#ffffff"&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed src="http://www.kapanlagi.com/c/s/00220.swf" quality="high" bgcolor="#FFFFFF" width="500" height="357" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1_Prod_Version=ShockwaveFlash"&gt;&lt;/embed&gt; &lt;br /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/1600/lomba.4.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 107px; height: 130px;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/200/lomba.3.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-116236771796241727?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/116236771796241727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=116236771796241727' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116236771796241727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116236771796241727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/10/tiada-teman-tanpa-kesalahan.html' title='Tiada TEMAN Tanpa KESALAHAN'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-116236112705128706</id><published>2006-11-01T13:01:00.000+07:00</published><updated>2006-11-13T20:44:36.263+07:00</updated><title type='text'>Selamat Lebaran</title><content type='html'>&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="SV"&gt;Allahu Akbar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Laila Hailaallahu Huallahu Akbar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Allahu Akbar Walillahilham&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/1600/CB063116.0.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 178px; height: 247px;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/400/CB063116.0.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(255, 102, 0); text-align: left;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sudah tiba hari kemenangan setelah berpuasa di bulan Ramad&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;han&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mari Qita saling memaafkan di hari yg indah, fitri,&amp; bahagia&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sebulan lamanya Qita me&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;nahan nafsu &amp;amp; cobaan di bulan Ramadhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(255, 102, 0); text-align: left;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Selamat Lebaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Selamat Lebaran&lt;br /&gt;Raihlah kemenangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Selamat Lebaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Selamat Hari Lebaran&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mari Qita saling memaafkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dosa-dosa yang pernah terbua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="SV"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="SV"&gt;Terhapuslah sudah di hari lebaran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/1600/sholat2.0.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/400/sholat2.0.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: center; font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;Surga-Mu&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;" class="attr"&gt;Album : Surga-Mu&lt;br /&gt;Munsyid : Ungu&lt;br /&gt;http://liriknasyid.com  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala yang ada dalam hidupku&lt;br /&gt;Kusadari semua milik-Mu&lt;br /&gt;Ku hanya hamba-Mu yang berlumur dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pre Reff :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkan aku jalan lurus-Mu&lt;br /&gt;Untuk menggapai Surga-Mu&lt;br /&gt;Terangiku dalam setiap langkah hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kutahu hanya Kau Tuhanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar&lt;br /&gt;Allah Maha Besar&lt;br /&gt;Ku memuja-Mu di setiap waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanyalah pada-Mu&lt;br /&gt;Tempatku berteduh&lt;br /&gt;Memohon ridho dan ampunan-Mu&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold; font-family: arial; text-align: right;"&gt;Andai Ku Tahu&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/1600/sholat.0.1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 188px; height: 321px;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/400/sholat.0.1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial; text-align: right;"&gt;  Andai ku tahu&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial; text-align: right;"&gt; Kapan tiba ajalku&lt;br /&gt;Ku akan memohon Tuhan&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial; text-align: right;"&gt; Tolong panjangkan umurku&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial; text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;Andai ku tahu&lt;br /&gt;Kapan tiba masaku&lt;br /&gt;Ku akan memohon Tuhan&lt;br /&gt;Jangan kau ambil nyawaku&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial; text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;Aku takut akan semua dosa dosaku&lt;br /&gt;Aku takut dosa yg terus membayangiku&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial; text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;Andai ku tahu&lt;br /&gt;Malaikat-Mu kan menjemputku&lt;br /&gt;Izinkan aku mengucap kata taubat pada-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takut akan semua dosa dosaku&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial; text-align: right;"&gt; Aku takut dosa yg terus membayangiku&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial; text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;Ampuni aku dari segala dosa dosaku&lt;br /&gt;Ampuni aku menangis ku bertaubat pada-Mu&lt;br /&gt;Aku manusia yang takut neraka&lt;br /&gt;Namun aku juga tak pantas di surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai ku tahu&lt;br /&gt;Kapan tiba ajalku&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial; text-align: right;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/1600/lomba.10.0.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 106px; height: 148px;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/200/lomba.10.0.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Izinkan aku mengucap kata taubat pada-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takut akan semua dosa dosaku&lt;br /&gt;Aku takut dosa yg terus membayangiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial; text-align: right;"&gt; Ampuni aku dari segala dosa dosaku&lt;br /&gt;Ampuni aku menangis ku bertaubat pada-Mu&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-116236112705128706?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/116236112705128706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=116236112705128706' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116236112705128706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116236112705128706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/10/selamat-lebaran.html' title='Selamat Lebaran'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-116236031997613249</id><published>2006-11-01T12:45:00.000+07:00</published><updated>2006-11-10T08:46:47.480+07:00</updated><title type='text'>SMS Lebaran</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Diantara sekian banyak ungkapan atau ucapan selamat (arab: tahni’ah) dalam suasana hari ‘Ied Al-Fithr, nyaris semuanya tidak ada riwayatnya yang berasal dari Rasulullah SAW. Kecuali lafadz taqabbalallahu minaa wa minka, yang maknanya, “Semoga Allah SWT menerima amal kami dan amal Anda.” Maksudnya menerima di sini adalah menerima segala amal dan ibadah kita di bulan Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;div style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar[Fathul Bari 2/446] : “Dalam “Al Mahamiliyat” dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata (yang artinya) : Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lai&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;nnya : Taqabbalallahu minnaa wa minkum (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Ibnu Qudamah dalam “Al-Mughni” (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata : “Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sa&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/1600/lomba2.4.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/200/lomba2.4.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;habat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka bila kembali dari shalat Id berkata se&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;bagiannya kepada sebagian yang lain : Taqabbalallahu minnaa wa minka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Beberapa shahabat menambahkan ucapan shiyamana wa shiyamakum, yang artinya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt; puasaku dan puasa kalian. Jadi ucapan ini bukan dari Rasulullah, melainkan dari para sahabat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(255, 102, 0);" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 51, 204);" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Berdasarkan hal tersebut di atas... tahun ini aku tidak puitis spt tahun kmrn... tp kirim sms spt di bawah ini... biar lbh bermakna... Sekaligus IRIT... :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold;" align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;Assalamu'alaikum Wr Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;Taqobbalallahu minna waminkum...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;Shiyamana washiyamakum...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;Semalat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1427 H&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:Arial;" &gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;MOHON MAAF Lahir &amp; Batin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:Arial;" &gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;Wassalamu'alaikum Wr Wb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Balasan dr tmn2ku:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;marquee direction="up" width="500" hight="100" scrollamount="1"&gt;&lt;center&gt;&lt;div id="recently"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;color:#0000ff;"&gt;Sungguh kata2mu bagai mutiara kata yang indah... Menyentuh Qolbu... Tenteramkan Hati... aku tak bisa berkata2.. hanya bisa mengucap... Taqobbal yaa kariim.. MOHON MAAF Lahir &amp; Batin..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;color:#0000ff;"&gt;Secarik lembaran cerita terus berganti... ada kekhilafan belum terlunasi… kini saatnya menghapus kesalahan diri… Selamat hari Raya Idul Fitri… Mohon MAAF lahir &amp; batin..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;color:#0000ff;"&gt;BERJUMPA dengan RAMADHAN adalah KENIKMATAN, MENYIA-NYIAKAN RAMADHAN adalah KERUGIAN, BERPISAH dengan RAMADHAN adalah KESEDIHAN, namun PINTU MAAFmu adalah sesuatu yang MEMBAHAGIAKAN…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;color:#0000ff;"&gt;Saat tirai kesalahan terbuka.. bermacam2 khilaf bertebaran.. terbawa angin menuju hujan maaf yang mensucikan hati &amp; bersihkan jiwa..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;Sebelum Hari Raya tiba.. Sebelum sinyal hilang.. Sebelum Operator sibuk.. Sebelum SMS pending.. &amp; Sebelum pulsa habis..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;aku mau ngucapin.. Minal Aidin Wal Faidzin.. MOHON MAAF LAHIR &amp;amp; BATIN..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;color:#0000ff;"&gt;Setahun berlalu.. Mengendap dosa lisan &amp; perbuatanku.. Setetes bait MAAF untuk selaut keKHILAFanku.. Beralas IKHLAS.. Membasuh hati tuk kembali FITRI..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;color:#0000ff;"&gt;Debu kesalahan dalam hamparan pasir kekhilafanku tak berarti tanpa embun maaf dalam lapang samudra hatimu.. di Hari Fitri ini Kuharap tulus MAAF darimu...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;color:#0000ff;"&gt;Seiring datangnya 1 Syawal 1427 H.. Kala ada langkah yang membekas lara, kata yang merangkai dusta.. tingkah yang menoreh luka.. MOHON MAAF LAHIR &amp; BATIN..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;color:#0000ff;"&gt;Banyak waktu telah terlewat bersamamu.. Banyak kenangan telah terukir.. namun kadang kesalahan menjadi bingkainya.. MOHON MAAF LAHIR &amp; BATIN.. Taqobbalallahu minna waminkum..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;color:#0000ff;"&gt;KEKHILAFAN adalah KETIDAKSENGAJAAN.. KESALAHAN adalah suatu KEWAJARAN.. KEJUJURAN adalah suatu KEBENARAN.. MEMAAFKAN adalah suatu KEMULIAAN.. Taqobbalallahu minna waminkum..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;color:#0000ff;"&gt;Kumohon sepercik air maafmu tuk hapus debu khilafku..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- /recently --&gt;&lt;/center&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-116236031997613249?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/116236031997613249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=116236031997613249' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116236031997613249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116236031997613249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/10/sms-lebaran.html' title='SMS Lebaran'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-116106497123617188</id><published>2006-10-17T13:00:00.000+07:00</published><updated>2006-11-13T20:51:09.546+07:00</updated><title type='text'>ANDAI INI RAMADHAN TERAKHIR....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(153, 51, 153); text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sudah merupakan sunatullah, bahwa setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Ramadhan yang kedatangannya selalu dirindukan oleh para salafus shaleh (ulama &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;terdahulu&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;) enam bulan sebelumnya dan dimohonkan dalam do&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;’a mereka, kini saatnya akan berpisah dengan kita&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="color: rgb(153, 51, 153); text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Imam Mu&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;’alla bin al Fadhl rahimahullah berkata, “Dahulu para ulama senantiasa berdo’a kepada Allah selama enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadhan! Kemudian mereka juga berdo’a selama enam bulan agar diterima amal ibadah mereka (selama Ramadhan).” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(153, 51, 153); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tidak ada yang bisa menjamin bahwa tahun depan kita akan kembali berjumpa dengan bulan yang penuh berkah, rahmat, dan maghfirah ini. Karenanya, beruntung dan berbahagialah kita saat berpisah dengan Ramadhan, membawa segudang pahala untuk bekal di akherat.&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="SV"&gt;Semoga kita termasuk para shaimin (orang yang berpuasa), yang akan mendapatkan kebahagiaan luar biasa, yaitu saat bertemu Allah swt., sebagaimana disinyalir oleh Rasulullah saw. dalam sabdanya, &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;“Orang yang berpuasa akan memperoleh dua kebahagiaan. Keba&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;hagiaan saat berakhirnya ibadah puasa (berbuka) dan kebahagiaan saat bertemu Rabb-nya kelak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”&lt;/span&gt; (Muttafaq ‘Alaih)&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object id="nowshowing" codebase="http://active.macromedia.com/flash2/cabs/swflash.cab#version=" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" height="357" width="500"&gt;&lt;param name="_cx" value="1933148"&gt;&lt;param name="_cy" value="1933148"&gt;&lt;param name="Movie" value="http://www.kapanlagi.com/c/s/07739.swf"&gt;&lt;param name="Src" value="http://www.kapanlagi.com/c/s/07739.swf"&gt;&lt;param name="WMode" value="Window"&gt;&lt;param name="Play" value="-1"&gt;&lt;param name="Loop" value="-1"&gt;&lt;param name="Quality" value="High"&gt;&lt;param name="SAlign" value=""&gt;&lt;param name="Menu" value="-1"&gt;&lt;param name="Base" value=""&gt;&lt;param name="Scale" value="ShowAll"&gt;&lt;param name="DeviceFont" value="0"&gt;&lt;param name="EmbedMovie" value="0"&gt;&lt;param name="BGColor" value="FFFFFF"&gt;&lt;param name="SWRemote" value=""&gt;&lt;param name="Stacking" value="below"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed src="http://www.kapanlagi.com/c/s/07739.swf" quality="high" bgcolor="#FFFFFF" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" height="357" width="500"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANDAI INI RAMADHAN TERAKHIR....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;wahai dikau.....renungkanlah engkau akan nasib diri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;wahai qalbu......sedarkah engkau akan gerak hati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;wahai akal.....terfikirkah engkau akan apa yang bakal terjadi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;andai ini merupakan Ramadhan yang terakhir kali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;buatmu sekujur jasad yang bakal berlalu pergi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;tatkala usia bernoktah di penghujung kehidupan duniawi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);" fac="" e="Book  Antiqua"&gt;apabila tiba saat tepat seperti yang dijanji Ilahi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;kematian......adalah sesuatu yang pasti&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;andai kau tahu ini Ramadhan terakhir&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;tentu siangnya engkau sibuk berzikir &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;mendayu....merayu.....kepada-NYA Allah yang satu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;andai kau tahu ini Ramadhan terakhir&lt;br /&gt;tentu sholatmu kau kerjakan di awal waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;solat yang dikerjakan.......sungguh khusyuk lagi tawadhu'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;tubuh dan qalbu.......bersatu memperhamba diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;menghadap Rabbul Jalil...... menangisi kecurangan janji&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="left"&gt;&lt;em&gt;"innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin"&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;kuserahkan hanya kepada Allah Rabb seru sekalian alam]&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;andai kau tahu ini Ramadhan terakhir&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;tidak akan kau sia siakan walau sesaat yang berlalu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;di setiap kesempatan juga masa yang terluang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;alunan Al-Quran bakal kau dendang......bakal kau syairkan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;andai kau tahu ini Ramadhan terakhir&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;tentu malammu engkau sibukkan dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;berterawih...berqiyamullail...bertahajjud...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;mengadu.....merintih.....meminta belas kasih&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;tapi.....aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;oleh itu duhai Ilahi.....kasihanilah daku hamba-MU ini &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;andai kau tahu ini Ramadhan terakhir&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;mari kita meriahkan Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;kita buru...kita cari...suatu malam idaman&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;yang lebih baik dari seribu bulan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;andai kau tahu ini Ramadhan terakhir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;mempersiap diri...rohani dan jasmani&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;menanti-nanti jemputan Izrail&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;di kiri dan kanan ...lorong-lorong ridha Ar-Rahman &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;duhai Ilahi....&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;andai ini Ramadhan terakhir buat kami&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;jadikanlah ia Ramadhan paling berarti...paling berseri...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;menerangi kegelapan hati-hati kami&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;menyeru ke jalan menuju ridha serta kasih sayang mu Ya Ilahi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;semoga bakal mewarnai kehidupan kami di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; nanti&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/1600/lomba.2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; width: 100px; cursor: pointer; height: 128px;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/200/lomba.1.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;namun teman...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;tak akan ada manusia yang bakal mengetahui&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi dirinya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;berusaha...bersedia...meminta belas-NYA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;andai benar ini Ramadhan terakhir,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MAAFKAN SEMUA KESALAHAN YANG PERNAH AKU LAKUKAN....&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-116106497123617188?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/116106497123617188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=116106497123617188' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116106497123617188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116106497123617188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/10/andai-ini-ramadhan-terakhir.html' title='ANDAI INI RAMADHAN TERAKHIR....'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-116106468007428912</id><published>2006-10-17T12:55:00.000+07:00</published><updated>2006-10-17T12:58:14.133+07:00</updated><title type='text'>SELAMAT MUDIK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://active.macromedia.com/flash2/cabs/swflash.cab#version=4,0,0,0" id="nowshowing" width="500" height="357"&gt;&lt;br /&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.kapanlagi.com/c/s/07737.swf"&gt;&lt;param name="quality" value="high"&gt;&lt;br /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#ffffff"&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed src="http://www.kapanlagi.com/c/s/07737.swf" quality="high" bgcolor="#FFFFFF" width="500" height="357" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1_Prod_Version=ShockwaveFlash"&gt;&lt;/embed&gt; &lt;br /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-116106468007428912?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/116106468007428912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=116106468007428912' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116106468007428912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116106468007428912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/10/selamat-mudik.html' title='SELAMAT MUDIK'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-116046135017790733</id><published>2006-10-10T13:21:00.000+07:00</published><updated>2006-10-17T12:23:05.016+07:00</updated><title type='text'>Hidayah Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://active.macromedia.com/flash2/cabs/swflash.cab#version=4,0,0,0" id="nowshowing" height="357" width="500"&gt;&lt;br /&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.kapanlagi.com/c/s/07725.swf"&gt;&lt;param name="quality" value="high"&gt;&lt;br /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#ffffff"&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed src="http://www.kapanlagi.com/c/s/07725.swf" quality="high" bgcolor="#FFFFFF" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" height="357" width="500"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kartu.kapanlagi.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-116046135017790733?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/116046135017790733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=116046135017790733' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116046135017790733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/116046135017790733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/10/hidayah-ramadhan.html' title='Hidayah Ramadhan'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-115951666677980183</id><published>2006-09-29T14:53:00.000+07:00</published><updated>2006-11-01T11:55:09.056+07:00</updated><title type='text'>Marhaban Yaa RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object id="nowshowing" codebase="http://active.macromedia.com/flash2/cabs/swflash.cab#version=" height="357" width="500" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000"&gt;&lt;param name="_cx" value="13229"&gt;&lt;param name="_cy" value="9446"&gt;&lt;param name="FlashVars" value="13229"&gt;&lt;param name="Movie" value="http://www.kapanlagi.com/c/s/07729.swf"&gt;&lt;param name="Src" value="http://www.kapanlagi.com/c/s/07729.swf"&gt;&lt;param name="WMode" value="Window"&gt;&lt;param name="Play" value="0"&gt;&lt;param name="Loop" value="-1"&gt;&lt;param name="Quality" value="High"&gt;&lt;param name="SAlign" value=""&gt;&lt;param name="Menu" value="-1"&gt;&lt;param name="Base" value=""&gt;&lt;param name="AllowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;param name="Scale" value="ShowAll"&gt;&lt;param name="DeviceFont" value="0"&gt;&lt;param name="EmbedMovie" value="0"&gt;&lt;param name="BGColor" value="FFFFFF"&gt;&lt;param name="SWRemote" value=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed src="http://www.kapanlagi.com/c/s/07729.swf" quality="high" bgcolor="#FFFFFF" width="500" height="357" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1_Prod_Version=ShockwaveFlash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kartu.kapanlagi.com/"&gt;Lihat Kartu Ucapan Lainnya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;KapanLagi.com&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-115951666677980183?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/115951666677980183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=115951666677980183' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115951666677980183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115951666677980183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/09/marhaban-yaa-ramadhan_29.html' title='Marhaban Yaa RAMADHAN'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-115830568824526484</id><published>2006-09-15T14:30:00.000+07:00</published><updated>2006-09-15T15:14:29.796+07:00</updated><title type='text'>Marhaban yaa Ramadhan...</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;                Assalaamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Wahai Saudara-saudaraku tercinta,&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Tanpa  terasa waktu terus bergulir..... dari jam ke jam....hari ke hari...dan bulan  berganti bulan..... pada akhirnya kita kembali menemukan dan mendapatkan  suatu saat, dimana Allah mengundang dan menjamu seluruh Muslim di dalam suatu  pesta besar.... Pesta dimana kita semua dapat sepuas-puasnya mereguk  rahmat dan ampunan Allah Pesta dimana kita diberi kesempatan besar untuk  berjumpa dengan dengan Sang Pencipta Pesta dimana si fakir, si miskin dan  si yatim diberi kesempatan untuk merasakan nikmatnya rizki melalui  tangan-tangan kita sebagai orang yang berkecukupan.... Oh...betapa meriahnya  pesta tersebut, Dialah bulan Ramadhan......&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Tangis haru bercampur gembira meliputi kita  semua, sebagai hamba Allah yang selalu merindukan kehadirannya Akankah kita  termasuk hamba-Nya yang beruntung? hamba yang menyambut jamuan-Nya dengan penuh  persiapan? hamba yang menghadiri jamuan-Nya dengan "Iman" dan "Ihtisab  (mengharap ridho-Nya)"?  Semoga Allah mendengar dan meng-ijabah pinta dan  harapan kita semua....&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/1600/card1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7617/2377/320/card1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Saudaraku... aku adalah salah satu teman karibmu dan rekan  kerjamu, Sekian lama aku telah mengenal, bertemu, bertegur sapa dan berinteraksi  denganmu Tawa canda, senda gurau, bahkan perselisihan, sudah sekian kali kita  alami bersama. Saat ini aku sangat menyadari, bahwa setiap kali kekhilafan dan  kesalahanpahaman yang terjadi adalah semata-mata karena kebodohan, keangkuhan  dan kelemahanku sebagai seorang insan biasa, Betapa meruginya diriku, sekiranya  di saat aku bersiap mengahadiri jamuan Allah di bulan Ramadhan, masih ada  saudara-saudaraku yang terluka hatinya karena kedzaliman tingkah laku dan  ucapanku......!!!&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Astaghfirullah......, Astaghfirullah......,  Astaghfirullah&lt;/strong&gt;...... &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Saudaraku, melalui website  ini.... disertai  dengan segala ketulusan dan kerendahan hatiku..... Aku memohon maaf  sebesar-besarnya atas segala kedzaliman yang telah aku perbuat, Aku memohon maaf  atas segala segala prasangka buruk terhadapmu yang pernah terbersit di hatiku  selama ini, Kiranya Saudaraku sekalian berkenan mengabulkan permohonanku, Dan  Aku bermohon semoga Allah pun mengampuni dosa kita semua....aamiin.&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Marhaban yaa Ramadhan.... Insya  Allah kami semua akan menyambutmu dengan semangat Iman..&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt; Wassalaamu 'alaikum  Wr.Wb.&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-115830568824526484?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/115830568824526484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=115830568824526484' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115830568824526484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115830568824526484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/09/marhaban-yaa-ramadhan.html' title='Marhaban yaa Ramadhan...'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-115830524761361411</id><published>2006-09-15T14:24:00.000+07:00</published><updated>2006-11-01T08:56:32.573+07:00</updated><title type='text'>Nasihat Rasulullah Sambut Ramadhan</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial;" align="justify"&gt;Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus  dan hati yang suci agar  Allah membimbingmu untuk melakukan syiyam dan membaca  kitab-Nya.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial;" align="justify"&gt;Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan  yang agung ini.  Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan  kehausan di hari kiamat.  Bersedekahlah kepada kaum fukara dan  masakin.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial;" align="justify"&gt;Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda,  sambunglah tali  persudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang  tidak halal kamu  memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal  kamu mendengarkannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial;" align="justify"&gt;Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi  manusia anak-anak yatimmu.  Bertobatlah kepada Allah dari  dosa-dosamu.  Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu  karena itulah  saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla  memandang hamba-hambanya  dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika  mereka menyeru-Nya, menyambut  mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan  mengabulkan mereka ketika mereka berdoa  kepada-Nya.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial;" align="justify"&gt;Wahai manusia!  Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka  bebaskanlah dengan  istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu,  maka  ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial;" align="justify"&gt;Ketahuilah! Allah Ta'ala  bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak  akan mengazab  orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam  mereka dengan  neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabb Al-'Alamin.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial;" align="justify"&gt;Wahai  manusia! Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang Mukmin  yang  berpuasa di bulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan  membebaskan  seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang  lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial;" align="justify"&gt;(Sahabat-sahabat bertanya:" Ya Rasulullah!Tidaklah kami semua  mampu berbuat  demikian." Rasulullah meneruskan:)  Jagalah dirimu dari api  neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah  dirimu dari api neraka  walaupun hanya dengan seteguk air.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial;" align="justify"&gt;Wahai manusia! Siapa yang  membaguskan ahlaknya di bulan ini ia akan berhasil  melewati sirath pada hari  ketika kaki-kaki tergelincir.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial;" align="justify"&gt;Barang siapa yang meringankan pekerjaan  orang-orang yang dimiliki tangan  kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan  ini, Allah akan meringankan  pemeriksaan-Nya di hari Kiamat. Barang siapa  menahan kejelekannya di bulan ini,  Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia  berjumpa dengan-Nya.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial;" align="justify"&gt;Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini,  Allah akan memuliakannya pada  hari ia berjumpa dengan-nya.  Barangsiapa  menyambungkan tali persudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah  akan  menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa  dengan-Nya.  Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan  memutuskan  rahmat-Nya pada hari ia berjumpa  dengan-Nya.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial;" align="justify"&gt;Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah  akan menuliskan, Allah  akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka.  Barangsiapa melakukan shalat  fardhu baginya adalah ganjaran seperti melakukan  70 shalat fardhu dibulan yang  lain.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial;" align="justify"&gt;Barang siapa memperbanyak  shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan  memberatkan timbangannya pada hari  ketika timbangan meringan. Barangsiapa pada  bulan ini membaca satu ayat  Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam  Al-Qur'an pada bulan-bulan yang  lain.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial;" align="justify"&gt;Wahai manusia! sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu,  maka mintalah  kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya  bagimu.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial;" align="justify"&gt;Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu  untuk tidak akan  pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka  mintalah agar ia tak  lagi pernah menguasaimu.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial;" align="justify"&gt;Amirul Mukminin k.w.  berkata,:Aku berdiri dan berkata,"Ya Rasulullah! Apa amal  yang paling utama  dibulan ini?"  Jawab Nabi:Ya abal Hasan!  Amal yang paling utama di bulan  ini adalah menjaga diri dari apa yang  diharamkan  Allah".&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;___________&lt;br /&gt;Di kutip dari:"Puasa  Bersama Rasulullah", karangan Ibnu Muhammad, Pustaka Al Bayan Mizan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: center;font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Thanks to dudung.net&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-115830524761361411?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/115830524761361411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=115830524761361411' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115830524761361411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115830524761361411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/09/nasihat-rasulullah-sambut-ramadhan.html' title='Nasihat Rasulullah Sambut Ramadhan'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-115830504374261152</id><published>2006-09-15T14:21:00.000+07:00</published><updated>2006-09-15T14:24:03.846+07:00</updated><title type='text'>Tips Menyambut Bulan Suci Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Oleh &lt;b&gt;Sugeng Wanto, MA&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Tanpa terasa Ramadhan sebentar lagi akan tiba. Ramadhan datang setiap tahun silih berganti. Ramadhan tahun lalu telah pergi dan menjauhi kita dengan meninggalkan sejuta kesan bagi yang memanfaatkannya dengan seksama. Ramadhan kini akan datang lagi, dengan membawa beragam hikmah dan keistimewaan-keistimewaan di dalamnya. Pada setiap Ramadhan datang, kaum muslimin memuliakannya dengan ibadah, seperti: berpuasa, tadarrus Al-Qur'an, qiyamul lail, dan lain sebagainya. Hal itu kita lakukan karena kita telah menyadari akan pentingnya Ramadhan buat hidup kita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Rasulullah SAW. bersabda: "Wahai umat manusia. Bulan yang mulia (Ramadhan) telah mengunjungi kamu, bulan penuh keberkahan. Suatu bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih berharga dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya suatu kewajiban (fardhu), sedangkan mengisi malam-malamnya dengan kebajikan-kebajikan dan pengabdian merupakan tathawwu' (amal-amal sunat), yang amat bernilai." (H.R. Ibnu Khuzaimah) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Ramadhan yang berkunjung sekali dalam setahun, tak salah lagi, dia merupakan suatu kesempatan bagi kaum muslimin mengejar dan berlomba dalam kebajikan. Ramadhan sebagai wadah penempa jasmani dan rohani, untuk menjadikan hidup bermanfaat. Karena itu perbanyaklah amal pagi dan petang, siang dan malam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Adapun usaha menyantuni, mempermudah kesukaran orang lain, memudahkan yang mudah (tidak mempersukar) dan memperingan yang berat (tidak tambah diperberat), mendamaikan orang-orang bertengkar, membaca Al-Qur'an, bertasbih, bertahmid, bertakbir, berdo'a, memohon kebajikan kepada Allah SWT., mengembalikan orang yang sesat ke jalan yang benar, menunaikan tugas dengan tepat, menunaikan amanah dan bertanggung jawab, menahan diri dari mencerca dan berkata-kata yang mubazir, menahan nafsu dari keserakahan, tamak, rakus, sombong, iri hati, emosi dan berbagai sifat atau nafsu angkara murka, semuanya itu termasuk amal kebajikan yang ikut menghiasi dan memperindah Ramadhan bagi diri setiap orang yang berpuasa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Begitu istimewanya Ramadhan ini, makanya kita perlu mempersiapkan diri dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Rasulullah SAW. bersabda: "Barangsiapa yang menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan, maka Allah mengharamkan jasadnya menyentuh api neraka." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Kegembiraan menyambut bulan suci Ramadhan tidaklah ditunjukkan dengan kegembiraan material (fisik), seperti: menyambut Ramadhan dengan makanan yang serba mewah dan lengkap, bakar petasan, bahkan ada yang menyambut bulan Ramadhan dengan pesta pora yang tidak ada manfaatnya. Na'uzubillah. Namun, kegembiraan dalam menyambut bulan suci Ramadhan adalah dengan melatih diri (sehat fisik) dan berupaya untuk membersihkan jiwa (mental spritual) agar bisa maksimal dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan nanti. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt; Tips Menyambut Ramadhan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selain kesiapan fisik (kesehatan tubuh), persiapan mental spritual (keimanan) jauh lebih penting. Untuk itu, sebelum memasuki bulan Ramadhan kita harus banyak memperbaiki hati (jiwa) kita agar senantiasa bersih. Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Asy-Syams (91): 9-10. "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwanya. Dan sesungguhnya merugilah orang-orang yang mengotorinya." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Hakikat dari ibadah yang kita kerjakan dalam bulan Ramadhan nanti adalah dalam rangka kebersihan jiwa (tazkiyah an-nafs) untuk betul-betul menjadi orang yang bertaqwa (muttaqin). Jadi, merugilah kita yang telah melaksanakan ibadah tapi ternyata tidak mampu untuk membersihkan jiwanya, tidak betul-betul menghayati makna substansial dari ibadah yang ia kerjakan itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Mudah-mudahan kita bukan orang-orang yang hanya memaknakan ibadah kita secara lahiriyah tapi betul-betul memaknainya dengan secara sebenarnya. Pada akhirnya, setiap ibadah yang telah kita kerjakan akan menghantarkan diri kita menjadi orang yang punya kesucian baik lahir maupun bathin. Hal terpenting buat kita adalah senantiasa memelihara kesucian diri, jangan sampai mengotorinya dengan perbuatan-perbuatan yang keji dan munkar. Ada beberapa hal yang bisa kita amalkan agar hati kita senantiasa bersih dan lembut dalam rangka siap mental spritual untuk menghadapi bulan Ramadhan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Pertama, banyak mengingat Allah dalam hati dan lisan. Dengan dzikr hati bisa menjadi tentram, sehingga dapat dengan jernih melihat berbagai persoalan yang dihadapi. Allah dalam Al-Qur'an Surat Ar-Ra'du (13) : 28 berfirman : "yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Kedua, membaca Al-Qur'an dan menelusuri kandungannya. Alquran memperkenalkan dirinya sebagai hudan li al-Nas (petunjuk bagi manusia). Inilah fungsi utama kehadirannya. Dalam rangka penjelasan tentang fungsi Al-Qur'an ini, Allah menegaskan: "kitab suci diturunkan untuk memberi putusan (jalan keluar) terbaik bagi problem-problem kehidupan manusia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Ketiga, berbuat baik kepada anak-anak yatim dan faqir miskin. Inilah yang dipesankan oleh Rasulullah SAW : "jika anda ingin melunakkan hati anda maka sentuhlah kepala (sayangilah) anak yatim dan berilah makan orang miskin". (HR. Ahmad) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Keempat, banyak mengingat mati. Ketahuilah bahwa hati orang yang tenggelam dalam urusan duniawi, mengejar kesia-siaannya, dan menghambakan cinta kepada kenikmatannya yang palsu, akan lalai dari mengingat maut. Sikap lalai yang dilakukan oleh orang banyak terhadap kematian adalah akibat kurangnya perenungan dan ingatan terhadapnya. Allah Ta'ala berfirman : "katakanlah, sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu". (Q.S. Al-Jumu'ah (62): 8) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Kelima, senantiasa instropeksi diri. Manusia yang baik adalah yang senantiasa mengevaluasi amal yang sudah dikerjakannya pada masa lalu dalam rangka kehati-hatian berbuat untuk peningkatan kualitas amalnya ke depan. Dalam Al-Qur'an Surat al-Hasyar (59): 18 dijelaskan: " Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri mengevaluasi setiap apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerakan". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Kesadaran kita akan kelalaian dalam beribadah pada bulan suci Ramadhan yang lalu akan menghantarkan kita untuk lebih berhati-hati dan berbuat maksimal dalam beribadah pada bulan suci Ramadhan kali ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW. mengingatkan: "Berapa banyak orang yang melaksanakan ibadah puasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja." Hadits ini menunjukkan bahwa kesiapan mental spritual (ruhaniyah) harus sejak hari ini dilakukan, sehingga pelaksanaan ibadah pada bulan Ramadhan nanti betul-betul mendapatkan berkah dan ridho dari Allah SWT. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Marilah kita ucapkan: "Marhaban Ya Ramadhan" (Selamat datang bulan Ramdhan)-sembari bersiap diri baik secara fisik dan juga mental spritual. Mudah-mudahan kita masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT. untuk bertemu dengan bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba. Amin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Wallahu a'lamu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;* Penulis adalah Dosen FS. IAIN-SU Medan Dan STAIS T.Tinggi Deli&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber:http://www.waspada.co.id/serba_waspada/mimbar_jumat/artikel.php?article_id=66041&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-115830504374261152?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/115830504374261152/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=115830504374261152' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115830504374261152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115830504374261152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/09/tips-menyambut-bulan-suci-ramadhan.html' title='Tips Menyambut Bulan Suci Ramadhan'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-115830477348714343</id><published>2006-09-15T14:17:00.000+07:00</published><updated>2006-09-15T14:19:38.436+07:00</updated><title type='text'>Selamat Datang Ramadhan</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Alhamdulillah, Ramadhan kini datang menjelang. Kaum muslimin semua senang.    Suasana pun jadi tenang. Karena memang bulan ini adalah bulan kemenangan. Buat    siapa? Tentunya buat kita, kaum muslimin. Kayaknya kita juga udah ngeh kalo    bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah    Swt. Itu sebabnya, kita semua gembira menyambut Ramadhan. Nggak percaya? Lihat    aja adik-adik kita udah mulai pada semangat nyundut petasan. Lho kok? Iya, kita    juga nggak abis pikir kenapa Ramadhan selalu identik dengan tradisi bakar petasan.    Aneh ya? Tapi, itulah sisi lain dari tradisi Ramadhan di negeri ini sobat. ?&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Sobat muda muslim, semangat kaum muslimin dalam menyambut bulan mulia ini juga    terlihat dengan maraknya kegiatan-kegiatan yang bernuansa Ramadhan. Stasiun    televisi, seperti tahun-tahun sebelumnya, juga getol menayangkan program unggulan    mereka. Mulai dari acara kuis, acara ceramah pengantar sahur, ceramah menjelang    berbuka puasa, iklan berbagai produk yang banyak muncul selalu disisipi pesan    “selamat menunaikan ibadah puasa”, dan nggak ketinggalan tayangan    favorit untuk menemani “ngabuburit”, yakni sinetron Ramadhan; seperti    yang sekarang muncul adalah Alung, Jalan Lain Ke Sana, Doa dan Anugerah, dan    judul lainnya . Tentu degan artis-artis ngetop yang tampil lebih sopan ketimbang    bulan sebelumnya. Gimana pun juga, Ramadhan memang memiliki nilai lebih bagi    perubahan individu. Meski dengan beragam niat tentunya. Ada yang sungguh-sungguh    karena keimanan, tapi nggak sedikit juga yang ikut-ikutan aja. Wallahu’alam.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Di lingkungan sekitar kita pun kena imbasnya. Masjid-masjid mulai direhab,    sebagian warga malah menghias rumahnya agar terlihat lebih asri dan apik, agenda    kegiatan udah disusun rapi oleh DKM setempat, termasuk kegiatan remaja masjid;    ada ceramah ba’da shubuh, ada acara pengajian menjelang berbuka puasa,    juga shalat tarawih berjamaah. Duh, indah nian suasana Ramadhan ini ya? Coba    kalo kondisi model begini ada sepanjang hari selama hidup kita. &lt;em&gt;Ueeenak    tenaan!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Kalo pada bulan biasa kita males bangun pagi, malah ada juga yang baru bisa    bangun kalo udah diguyur pake air, tapi nggak di bulan Ramadhan. Hmm…    di bulan Ramadhan, selain karena suasana menjelang shubuh menjadi rame oleh    aktivitas para ibu yang memasak makanan dan hingar-bingar oleh anak-anak yang    ngebangunin sahur dengan memainkan beragam alat musik, juga karena tumbuh dalam    diri kita kesadaran dan tanggung jawab tentang kewajiban tersebut. Tul nggak?&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Eh, ngomong-ngomong soal tradisi ngebangunin orang yang mau sahur, kamu pernah    nggak ikutan? Asyik juga ya bisa bantuin orang bangun pagi, sambil tentunya    bisa menjajal keahlian kamu dalam olah vokal dan memainkan alat musik ‘band    kepret’. Itu sebabnya, bagi teman-teman kita yang kebetulan sempat menikmati    Ramadhan di negeri orang, suasana seperti itu amat dirindukan.     Ini juga sisi lain yang kayaknya nambah indah suasana. Meski tentunya naif banget    kalo Ramadhan cuma diisi dengan kegiatan begituan, bahkan sampe menjadi ciri    khas. Banyak kegiatan lain yang lebih bermanfaat. Bahkan lebih besar nilai pahala    bagi ibadah kita. Itu sebabnya, siapkan sejak sekarang. Menyambut datangnya    Ramadhan sama artinya dengan menyiapkan berbagai rencana kita untuk mengisi    bulan yang mulia ini. Tul nggak?&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Jangan sia-siakan puasamu &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;  Kayaknya kamu semua udah pada tahu dong kalo puasa Ramadhan itu wajib hukumnya.    Kalo ada yang belum tahu, waduh kasihan banget tuh. Tapi insya Allah semuanya    udah paham ya? Sebab Allah Swt. berfirman: &lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman,    diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum    kamu agar kamu bertakwa, &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(TQS al-Baqarah [2]: 183)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Nah, ngomongin soal puasa, sepertinya semua orang udah ngeh bahwa yang namanya    puasa itu adalah aktivitas fisik kita. Kudu kuat nahan lapar dan haus dari mulai    shubuh sampe menjelang maghrib. Selama kurang lebih 12 jam organ tubuh tertentu    kita di-off-kan dari aktivitas mengolah makanan. Kalo hari biasa mulut kita    nggak henti-hentinya ngegares makanan, di bulan Ramadhan pere dulu di siang    hari. Sekaligus memberi kesempatan kepada lambung kita untuk ‘istirahat’.        Insya Allah deh, kalo aktivitas nahan lapar dan nahan haus hampir bisa dilakukan    setiap orang, termasuk anak kecil sekalipun. Dulu aja jamannya mahasiswa sering    demo, ada juga lho yang nekat “mogok makan”. Itu artinya secara    fisik bisa kuat. Anak kecil aja, banyak yang udah mulai ikutan puasa. Malah    hari biasa aja mereka bisa tahan untuk tidak makan kalo udah asyik dengan teman    mainnya. Apalagi kalo udah lengket dengan video gim, dijamin bisa lupa segalanya.    Jangan heran kalo ortu kamu misuh-misuh kesel karena adikmu ogah makan. Karena    pikiran adikmu (atau malah kamu juga? He..he..) tertuju kepada level demi level,    lengkap dengan ketegangan yang ada dalam permainan di video gim itu. Jadi intinya,    secara fisik banyak di antara kita yang sanggup menahan rasa lapar dan haus.    Kuat deh.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Tapi jangan salah lho, puasa juga sebetulnya bisa dijadikan sarana untuk menambah    kuantitas amal kita, sekaligus memperbaiki kualitas amal kita. Jadi, kalo kamu    kuat nahan lapar, belum tentu juga kuat nahan godaan hawa nafsu kamu untuk ngomongin    orang, untuk ngejailin orang, dan untuk berbuat maksiat lainnya. Insya Allah    kita percaya deh sama kamu kalo kamu bisa menahan mulut kamu untuk tidak makan    dan minum selama puasa, tapi kita khawatir kalo mulut kamu juga bisa puasa dari    ghibah dan berbohong. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Emang sih, puasa kamu kagak batal kalo berbohong, tapi itu bisa mengurangi    pahala puasa kamu. Sayang kan, udah capek-cepak, eh, cuma dapet lapar dan dahaga    aja. Rasulullah saw. bersabda:&lt;em&gt; “Betapa banyak orang yang berpuasa,    tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga”&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;    (HR Ahmad)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Jadi sayang kalo puasa fisik nggak dibarengi juga dengan ‘puasa’    dari perbuatan yang maksiat. Sungguh rugi pula kalo berlalu begitu saja tanpa    ada aktivitas amal shaleh yang kita lakukan. Sebab, saat Ramadhan Allah memberikan    “bonus” yang besar dalam ibadah kita.     Jadi, jangan sia-siakan deh puasamu. Sayang banget. Apalagi belum tentu tahun    depan kita ketemu lagi Ramadhan. Yuk, kita manfaatkan kesempatan ini. Jangan    sampe lepas begitu saja. Puasa fisik wajib, tapi menjaga agar puasa ini nggak    sia-sia juga wajib. Mulai sekarang, kita isi Ramadhan dengan kegiatan yang bernilai    pahala di sisi Allah. Setuju kan? Siap...siap, siap..siap&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tetep produktif dong...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;  Sobat muda muslim, puasa bukan saatnya untuk malas-malasan, apalagi malas beneran.    Emang sih, kalo puasa bawaannya ngantuk melulu. Jadi jangan kaget kalo ada yang    terus ‘zzzzzzz’ (baca: tidur). Betul, kalo puasa, tidur aja dinilai    ibadah, lho. Tapi bukan berarti seharian kamu tidur melulu. Rugi berat sobat!    Banyak hal yang bisa kamu lakukan selama menjalani puasa. Sebab puasa emang    bukan penghalang kita untuk beraktivitas. Justru sebaliknya kian getol menambah    jumlah amal baik kita, dan jangan lupa kualitas amal kudu diperhatikan. Banyak    beramal juga bisa percuma aja kalo kualitasnya jelek (baca: tidak sesuai dengan    aturan Allah dan Rasul-Nya; dilihat dari niat dan caranya).&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Seperti penjelasan di awal tulisan ini, bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah,    rahmat, dan ampunan. Maka, jika kita melakukan kebajikan pada bulan Ramadhan,    maka Allah Swt. akan membalasnya dengan sejumlah ganjaran. Tepatnya, pahalanya    jadi berkali lipat. Bayangkan jika itu kamu lakukan setiap hari selama sebulan    penuh di bulan mulia tersebut. Coba, siapa yang nggak tergiur?&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Dalam sebuah hadis qudsiy Rasulullah saw. bersabda: Demi Dzat yang jiwaku berada    di tangan-Nya, bau mulut orang berpuasa benar-benar lebih harum di sisi Allah    daripada bau minyak kesturi. Dia meninggalkan makanannya, minumannya, syahwatnya    semata-mata karena Aku. Puasa itu adalah bagi-Ku. Dan Aku sendirilah yang akan    memberikan pahalanya. Dan kebajikan (pada bulan Ramadhan) diberi pahala dengan    sepuluh kali lipat kebajikan yang semisalnya. (HR Bukhari dari Abu Hurayrah)&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Jadi, sungguh aneh bin ajaib kalo ada teman remaja yang masih malas bin ogah    untuk beraktivitas di bulan Ramadhan. Oke deh, mari kita perbanyak amal ibadah    kita sekaligus meningkatkan kualitasnya. Jangan sia-siakan kesempatan ini sobat.    Pokoke, setiap ada kegiatan di masjid, di sekolah, or di kampus yang berhubungan    dengan Ramadhan; seminar, ceramah ba’da shubuh, pengajian menjelang buka    puasa, bahkan shalat tarawih berjamaah, usahakan kamu bisa menjalaninya dengan    sempurna dan penuh semangat. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Syukur-syukur kalo kamu sendiri justru aktif mengisi kegiatan tersebut; entah    sebagai panitia, atau pengisi acara-acara tersebut. Duh, indah nian sobat. Ramadhan    terasa begitu nikmat. Semoga kita bisa melakukannya dengan sempurna ya?&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Stop maksiat!&lt;br /&gt;  &lt;/strong&gt;Emang sih, kalo maksiat, meski di luar bulan Ramadhan tetep nggak boleh.    Tepatnya apapun jenis perbuatan maksiatnya, tetep haram untuk dilakukan. Lebih-lebih    di bulan Ramadhan, kayaknya lebih nggak pantes lagi kalo itu dilakukan. Tul    nggak? Itu sebabnya, jangan nekatz untuk melakukan maksiat. Tapi sayang, bagi    sebagian teman remaja masih aja ada yang betah melakukan maksiat. Coba deh lihat,    shalat tarawih berjamaah di masjid aja pake acara jemput-jemputan pasangannya.    Duh, puasa ternyata nggak bikin maksiat berhenti, malah semakin ‘gila’    aja melakukannya. Alasan temen kita, biasanya menganggap bahwa pacaran menurutnya    nggak membatalkan puasa. Hmm... emang bener sih, karena hal-hal yang membatalkan    puasa adalah makan dan minum di siang hari. Tapi aktivitas pacaran bisa merusak    pahala puasa kita. Hih, rugi atuh Neng!&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Kalo puasa nggak menjadikan kita mawas diri, nggak menjadikan kita malu, bahkan    nggak menjadikan kita jadi anak shaleh, itu berarti ada “apa-apanya”.    Sebab, seharusnya kan puasa bisa menjadi perisai kita dari berbuat nggak bener.    Puasa adalah tameng kita.     Sabda Rasulullah saw.: &lt;em&gt;Puasa adalah perisai (dari api neraka). Jika seseorang    di antara kalian berpuasa, janganlah berkata kotor dan bertengkar. Jika dimaki-maki    orang lain, katakanlah: ‘Saya sedang berpuasa’&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR    Bukhari)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Diriwayatkan pula dari Abu Hurayrah r.a.: &lt;em&gt;Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa    tidak meninggalkan dusta dan berbuat buruk pada bulan Ramadhan, Allah tidak    butuh kepada usahanya meninggalkan makan dan minum.&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR Bukhari)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Nah lho. Hadis ini memberikan sinyal buat kita, bahwa kalo kita masih tetep    kuat maksiat meski sedang puasa, maka jangan harap kalo puasa kita mendapat    berkah dari Allah Swt. Ih, naudzubillahi min dzalik.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;Jadi, kita sambut gembira Ramadhan ini, perbanyak amal sholeh, tingkatkan kualitasnya,    dan tentu, tinggalkan maksiat. Jangan lupa, tetep giat mengkaji Islam. Siap?    ?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-115830477348714343?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/115830477348714343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=115830477348714343' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115830477348714343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115830477348714343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/09/selamat-datang-ramadhan.html' title='Selamat Datang Ramadhan'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-115830455748921875</id><published>2006-09-15T14:13:00.000+07:00</published><updated>2006-11-01T09:08:26.806+07:00</updated><title type='text'>Khotbah NABI SAW Sambut Ramadhan</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;"Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;keberkatan. Allah telah mewajibkan kepadamu puasa-Nya. Didalam bulan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Ramadhan dibuka segala pintu syurga dan dikunci segala pintu neraka dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;dibelenggu seluruh syaithan. Padanya ada suatu malam yang terlebih baik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;itu, maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan penghulu segala bulan, maka "Selamat datanglah" kepadanya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkatan, bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu kewajiban, dan qiam dimalam harinya suatu tatawwu'.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan didalamnya samalah dia dengan orang yang menunaikan sesuatu fardhu didalam bulan yang lainnya. Barangsiapa menunaikan sesuatu fardhu dalam bulan Ramadhan samalah dia dengan orang yang mengerjakan tujuh puluh fardhu dibulan lainnya. Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga. Ramadhan itu adalah bulan memberikan pertulungan dan bulan Allah memberikan rezeki kepada mukmin didalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Barangsiapa memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, yang demikian itu adalah pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti yang diperoleh orang yang berpuasa. Allah memberikan pahala itu kepada orang yang memberikan walaupun sebutir korma, atau seteguk air, atau sehirup susu. Dialah bulan yang permulaannya Rahmah, pertengahannya ampunan, dan akhirnya kemerdekaan dari neraka. Barangsiapa yang meringankan beban seseorang (yang membantunya) niscaya Allah mengampuni dosanya. Oleh itu banyakkanlah yang empat perkara dibulan Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Dua perkara untuk mendatangkan keredhaan Tuhanmu dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya. Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya tiada tuhan melainkan Allah dan mohon ampun kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 153);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;perlindungan dari neraka. Barangsiapa memberi minum orang yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;berpuasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolamku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk kedalam surga."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(H.R.Ibnu Khuzaimah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;Sumber: http://www.shiar-islam.com/doc10.htm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-115830455748921875?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/115830455748921875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=115830455748921875' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115830455748921875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115830455748921875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/09/khotbah-nabi-saw-sambut-ramadhan.html' title='Khotbah NABI SAW Sambut Ramadhan'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-115761594845697152</id><published>2006-09-07T14:56:00.000+07:00</published><updated>2006-09-07T14:59:08.546+07:00</updated><title type='text'>Pacaran Nggak Ya?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#990000;"&gt;Apakah perwujudan cinta itu hanya berarti kasmaran saja? Hmm...menurut salah seorang peneliti, cinta itu bisa berarti banyak, dan salah satunya memang bisa diartikan kasmaran dan kasih terhadap lawan jenis. Karena perasaan senang terhadap lawan jenis itu merupakan fitrah, berarti sah-sah aja dong, namun apakah sarananya harus pacaran? Sarana yang terbaik adalah simpan rasa itu, tata dengan rapi dan ekspresikan dengan cara yang halal, yaitu menikah. Ehem...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#990000;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Senang sama lawan jenis, boleh gak ya? Bukankah itu fitrah! Ehm, siapa yang bilang nggak boleh? Tapi apakah sarananya harus pacaran?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;EMOSI CINTAMenurut para peneliti, yang dimuat Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence, CINTA ADALAH SALAH SATU EMOSI YANG ADA PADA MANUSIA. Emosi cinta ini mengandung beberapa emosi lain seperti: penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, hormat, kasmaran dan kasih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari emosi-emosi turunannya itu, jelas terlihat kalo PERWUJUDAN CINTA LEBIH LUAS SIFATNYA, BUKAN SEKEDAR KASMARAN SAJA. Persahabatan, penerimaan, kebaikan hati dsb bisa kita ekspresikan tanpa harus pacaran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapikan, seorang laki-laki butuh perempuan, dan juga sebaliknya? Glek! (*smile*) Jawabannya, memang iya sih! Namun, apakah lantas karena butuh itu kita jadi menerobos garis batas yang telah diatur Allah untuk menjaga kita?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;WAJAR SAJAYap, wajar saja kalo kita senang dengan lawan jenis. Fitrah, betul itu! Tapi FITRAH BUKAN BERARTI HARUS DITURUTI SEHINGGA TAK TERKONTROL. KITA HARUS TETAP MENJAGA FITRAH AGAR TETAP MURNI DAN TAK TERKOTORI DENGAN NAFSU SESAAT. Cinta itu sendiri terbagi menjadi dua: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Cinta yang Syar'i Cinta yang syar'i dasarnya adalah iman. Buka deh Q.S. 3:15, 52: 21 dan 3: 170.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Cinta yang Tidak Syar'i.Sedangkan cinta yang tidak syar'i dasarnya adalah syahwat. Untuk yang ini silakan dibuka Q.S. 3:14, 80: 34-37, dan 43:67. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau di stiker-stiker kamu sering baca: Cinta Allah, Rasul, dan jihad fi sabilillah, itu benar adanya. Urutan itulah yang utama. ALLAH MEMBENARKAN CINTA YANG SIFATNYA SYAHWATI seperti di Q.S. 3:14 (wanita/pria, anak, harta benda, dsb), SEBAB KECINTAAN YANG SIFATNYA SYAHWAT INI ADALAH TABIAT MANUSIA. Nah, KECINTAAN INILAH YANG PERLU DIKENDALIKAN. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gimana cara mengendalikannya?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JAGALAH HATI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ingat kisah Fatimah ra, putri Rasulullah saw? Setelah menikah dengan Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah mengaku pernah menyukai seorang laki-laki. Ketika ditanya Ali, siapa laki-laki itu, Fatimah menjawab lelaki itu sebenarnya Ali sendiri (ehem!). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bisa ditarik kesimpulan, sebenarnya sudah ada bibit cinta pada diri Fatimah terhadap Ali, tapi toh beliau nggak lantas jadi kasmaran dan mengekspresikan cintanya dengan suka-suka gue. Beliau simpan rasa itu, menatanya dengan rapi dan mengekspresikan saat memang sudahhalal untuk diekspresikan, yaitu saat telah menikah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aduh, jauh banget ya? Nggak juga kok, karena itulah kendalinya. Kalau belum siap menikah? Ya, jangan main api. Lebih baik 'main air' saja biar sejuk. Gimana 'main air'-nya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jaga pergaulan. Bukan berarti ngggak boleh gaul sama cowok, tapi JAGA PANDANGAN (bukan berarti nunduk terus). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau menyukai lawan jenis, CUKUP SAMPAI TAHAP SIMPATI. Jaga hati. Kalau nggak tahan, jauhi diri dari orang yang kita sukai. Banyak-banyak puasa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak ikut kegiatan buat mengalihkan diri. Kurangi interaksi yang kurang jelas dengan lawan jenis. Tapi harap ingat, di setiap tempat kita pasti selalu bertemu dengan lawan jenis. Jadi SOLUSI UTAMA MEMANG MENJAGA DIRI. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyakin teman (yang sejenis lho) dan cobalah untuk terbuka dengan teman itu. Jadi kamu nggak merasa kesepian. Cuma AKAL-AKALAN SI SETAN KOK KALO KAMU MERASA PUNYA TEMAN COWOK LEBIH ENAK DARIPADA TEMEN CEWEK ATAU SEBALIKNYA. Ngibul tuh si setan! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masih nggak kuat dan tetap ingin pacaran? Ya silakan saja. Tapi tanggung resikonya (kamu-kan sudah baligh). Harap diketahui, API NERAKA ITU PANAS, MESKI DI MUSIM HUJAN. DOSA BESAR ITU AWALNYA DARI KUMPULAN DOSA KECIL. Nah lho! &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Thanks to dudung.net&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-115761594845697152?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/115761594845697152/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=115761594845697152' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115761594845697152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115761594845697152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/09/pacaran-nggak-ya.html' title='Pacaran Nggak Ya?'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-115761551918022974</id><published>2006-09-07T14:44:00.000+07:00</published><updated>2006-09-07T14:51:59.356+07:00</updated><title type='text'>Pacaran? Pikir Lagi, Deh!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pacaran, sepertinya telah dinobatkan oleh remaja saat ini sebagai satu-satunya ekspresi cinta kepada lawan jenis. Otomatis ikatan baku syahwat ini sedikit banyak mempengaruhi jalinan persahabatan cewek-cowok. Makin sulit ditemukan hubungan dekat remaja-remaji yang murni pertemanan. Selaluuu aja ada benih-benih cinta di hati yang tersemai tanpa mereka sadari. Nggak heran kalo banyak remaja yang terprovokasi oleh komplotan Project Pop dan Chrisye dalam hits terbaru mereka, ‘burkat' Buruan deh katakan …. Makanya Yovie dan Nuno juga nggak tahan untuk bilang, ‘ inginku…tidak hanya jadi temanmu…ataupun sekadar sahabat '. Pengenya jadi apa dong? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pacar. Yup, status pacar yang banyak diburu kaum jomblo sebagai simbol kemenangan dan kebanggaan. Begitu pentingnya status ini hingga dijadikan ‘mata pelajaran' rutin oleh media massa bagi para pemirsanya. Walhasil, para pelajar berseragam putih biru donker pun menjadikan tempat belajarnya sebagai Sekolah Mencari Pacar (SMP). Parah tenan iki! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sobat, banyak remaja yang ngerasa kalo jadi pacar atau punya pacar bikin hidup terasa lebih indah. Katanya sih, mereka udah nemuin soulmate alias belahan jiwanya. Seseorang yang memanjakan perasaan cintanya; yang menjaga dan melindunginya; yang begitu perhatian dan peduli padanya; yang menyediakan a shoulder to cry on ; yang mengulurkan tangannya saat salah satunya down ; hingga rela berkorban untuk memenuhi permintaan sang buah hati. Pokoknya romantis abis! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, hari-hari mereka lalui dengan kebersamaan. Acara jalan bareng sambil gandengan tangan atau mojok berdua untuk saling bertukar cerita jadi menu wajib. Di kampus, sekolah, mal, halte, bioskop, atau di bawah guyuran hujan nggak masalah. Kalo nggak bisa jalan bareng, minimal mengobral kata-kata cinta via SMS. Inilah penyakit orang kasmaran. Enggan berpisah walau sesaat. Bawaannya kangen mulu. Padahal doinya cuma permisi ke toilet. Waduh! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi sobat, apa bener pacaran itu selamanya indah? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Banyak rugi di balik pacaran&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalo diperhatiin sekilas, bisa jadi orang mengganggap pacaran itu nggak ada ruginya. Padahal, banyak juga lho ruginya. Makanya jangan cuma sekilas merhatiinnya. Nggak percaya? Simak deh poin-poin berikut:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Rugi waktu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sobat, coba kamu iseng-iseng nanya ke temen yang pacaran, berapa banyak waktu yang dia berikan untuk pacarnya? A. satu jam B. dua jam C. satu hari D. satu minggu (kayak soal ujian aja pake multiple choice ). Jawabannya: nggak ada yang cocok! Sebab ketika ikatan cinta di antara mereka diucapkan, masing-masing kudu terima konsekuensi untuk ngasih perhatian lebih buat sang pacar. Itu berarti, harus stand by alias siap setiap saat jika diperlukan doi (sopir taksi kaleee!). Ini yang bikin repot. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Gimana nggak, waktu yang kita punya nggak cuma buat ngurusin sang pacar. Emang sih teorinya nggak seekstrim itu. Biasanya mereka mencoba saling mengerti kalo kekasihnya juga punya kepentingan lain. Tapi kalo masing-masing minta dimengerti, bisa-bisa muncul sikap egois. Merasa dirinya paling penting dan paling berhak untuk diperhatikan. Ending -nya, teori dan praktek sangat jauh panggang dari api. Tetep aja mereka terpaksa ngorbanin waktu untuk sekolah, kantor, keluarga, atau teman sebaya biar doi nggak ngambek. Kalo sudah begini, demi mempertahankan pacaran, urusan lain bisa berantakan. Betul? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Rugi pikiran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sehebat-hebatnya manusia mengelola alokasi pikiran dan perhatian untuk ngurusin hidupnya, belum tentu dia mampu mengendalikan rasa cintanya. Asli. Ketika kita jatuh cinta, nggak gampang kita mikirin urusan laen. Semua pikiran kita selalu mengerucut pada satu objek: Pacar. Mau ngapain aja selalu teringat padanya. Seperti kata Evi Tamala, ‘ mau makan teringat padamu…. mau tidur teringat padamu…lihat cheetah teringat padamu…. ' Ups! Sorry , jangan ngerasa di puji ya. Gubrak! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nggak heran kalo sitaan pikiran yang begitu besar dalam berpacaran bisa bikin prestasi belajar menurun. Itu juga bagi yang berprestasi. Bagi yang nilainya pas-pasan, bisa-bisa kebakaran tuh nilai rapot. Mereka sulit berkonsentrasi. Meski jasadnya ada dalam kelas belum tentu pikirannya nangkep penjelasan dari guru. Yang ada, pikirannya tengah melanglang buana ke negeri khayalan bersama sang permaisuri pujaan hati. Dan nggak akan sadar sebelum spidol atau penghapus whiteboard mendarat dengan sukses di jidatnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Terbiasa nggak jujur&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Lucu. Kalo kita ngeliat perilaku standar remaja yang lagi kasmaran. Di rumah dia uring-uringan karena sakit perut (tapi bukan diare lho), tapi akibat makan cabe tapi lupa makan goreng bakwannya karena saking asyiknya nonton Dora the Explorer . Sang ibu pun terpaksa telpon ke sekolah untuk minta izin. Menjelang siang, tiba-tiba pacar telpon. Nanyain kabar karena khawatir. Terus dia bilang, ‘sayang ya kamu nggak sekolah. Padahal nanti siang aku minta di antar ke toko buku terus hadirin undangan temenku yang ulang tahun di KFC…' &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berselang, keajaiban terjadi. Tiba-tiba sakitnya sembuh dan siap nganterin doi. Padahal sebelum ditelpon pacarnya, sang ibu minta tolong dibeliin minyak tanah di warung sebelah rumah, jawabnya: ‘ nggak kuat jalan Bu. Kan lagi sakit '. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ini baru contoh kecil. Seringkali orang yang pacaran secara otomatis berbohong, agar terlihat baik bin perfect di mata pacar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Tekor materi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sobat, dalam berpacaran, keberadaan materi sangat menentukan mati hidupnya itu hubungan. Meski ngakunya nggak begitu mentingin materi, tetep aja kalo nraktir bakso di kantin sekolah atau nonton hemat di twenty one kudu pake duit. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang bikin runyam, kebanyakan dari remaja yang berpacaran perekonomiannya sangat tergantung dengan jatah yang dikasih ortu. Pas lagi ada duit, jatah uang saku sebulan ludes dalam hitungan jam di malam minggu pertama setiap bulan. Kalo lagi nggak punya duit sementara pacar ngajak jalan, bisa nekat mereka. Nilep uang SPP atau terlibat aksi kriminal. Repot kan? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah sobat, ternyata pacaran tak selamanya indah. Ada juga ruginya. Banyak malah. Rasanya nggak sebanding dong kalo kita harus kehilangan waktu luang, prestasi belajar, teman sebaya atau kedekatan dengan keluarga, karena waktu, pikiran, tenaga, dan materi yang kita punya, banyak dialokasikan untuk sang pacar. Belum lagi dosa yang kita tabung selama berpacaran. Padahal pacar sendiri belum tentu bisa mengembalikan semua yang kita korbankan ketika kita kena PHK alias Putus Hubungan Kekasih. Apalagi ngasih jaminan kita selamat di akhirat. Nggak ada banget tuh. Rugi kan? Pasti, gitu lho! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pacaran, dilarang masuk!&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sobat muda muslim, meski dalam al-Quran tidak terdapat dalil yang jelas-jelas melarang pacaran, bukan berarti aktivitas baku syahwat itu diperbolehkan. Pacaran di- black list dari perilaku seorang muslim karena aktivitasnya, bukan istilahnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Orang pacaran pasti berdua-duaan. Padahal mereka bukan mahram atau suami-istri. Yang kayak gini yang dilarang Rasul dalam sabdanya: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat (bedua-duaan) dengan seorang wanita, sedangkan wanita itu tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga di antara mereka adalah setan” (HR Ahmad) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran pihak ketiga alias setan sering dicuekin oleh orang yang lagi pacaran. Padahal bisikannya bisa bikin mereka gelap mata bin lupa diri. Cinta suci yang diikrarkan lambat laun ber- metamorfosis menjadi cinta birahi. Ujung-ujungnya mereka akan dengan mudah terhanyut dalam aktivitas KNPI alias Kissing , Necking , Petting , sampe Intercousing . Dari sekadar ciuman hingga hubungan badan. Naudzubillah min dzalik ! Makanya Allah Swt. telah mengingatkan dalam firmanNya: &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS al-Isrâ [17]: 32) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalo masih ngeyel dengan peringatan Allah Swt. di atas, dijamin kesengsaraan bakal menimpa kita. Banyak kok fakta yang berbicara kalo gaya pacaran sekarang lebih didominasi oleh penyaluran hasrat seksual. Akibatnya, secara tidak langsung pacaran turut membidani lahirnya masalah aborsi, prostitusi, hingga penyebaran penyakit menular seksual. Karena itu, pacaran dilarang masuk dalam keseharian seorang muslim. Akur? Kudu! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agar cinta nggak bikin sengsara&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sobat muda muslim, perlu dicatet kalo Islam melarang pacaran bukan berarti memasung rasa cinta kepada lawan jenis. Justeru Islam memuliakan rasa cinta itu jika penyalurannya tepat pada sasaran. Sebab Allah menciptakan rasa itu pada diri manusia dalam rangka melestarikan jenisnya dengan kejelasan nasab alias garis keturunan. Karena itu hanya satu penyaluran yang diridhoi Allah, dicontohkan Rasulullah, dan pastinya tepat pada sasaran. Yaitu melalui pernikahan. Rasulullah saw bersabda: “Wahai sekalian pemuda, barang siapa yang sudah mempunyai bekal untuk menikah, menikahlah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat memejamkan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang belum mempunyai bekal untuk menikah, berpuasalah, karena puasa itu sebagai benteng baginya.” (HR Bukhari dan Muslim) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengendalikan rasa cinta pada diri manusia, Islam juga punya aturan maen yang meminimalisasi fakto-faktor pembangkit rasa itu. Secara umum, interaksi antara pria dan wanita dalam Islam hanya diperbolehkan dalam aktivitas yang mengharuskan kerjasama di antara mereka. Seperti ketika jual beli di pasar, berobat ke dokter, belajar di sekolah atau kampus, bekerja di kantor, dsb. Dengan catatan, ketika aktivitas di atas selesai, maka masing-masing kudu kembali kepada habitatnya. Nggak pake acara curi-curi kesempatan berduaan sehabis sekolah bubar, mau pergi ke pasar, atau pas berangkat kerja. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalo pas lagi ada keperluan mendesak dengan lawan jenis, kita bisa ajak teman biar nggak berduaan. Selain itu, kita juga diwajibkan menjaga pandangan biar nggak jelalatan ketika bertemu dengan lawan jenis. Sebab jika pandangan kita terkunci, sulit mengalihkannya. Seperti kata A. Rafiq, ‘ lirikan matamu…. menarik hati… ' (dangdut terus neh! Tadi Evi Tamala. Hihihi..)&lt;br /&gt;Nggak ketinggalan, Islam juga mewajibkan muslimahnya untuk menutup aurat secara sempurna dan menjaga suaranya agar tidak mendesah bin mendayu-dayu ketika berkomunikasi dengan lawan jenisnya. Sebab bisa memancing lawan jenis untuk berinteraksi lebih jauh.Wah, di sinilah perlu jaga-jaga ya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, selain dosa, ternyata pacaran juga banyak ruginya. Makanya kalo virus merah jambu mulai meradang di hatimu, cuma ada satu solusi jitu: merit binti menikah. Nggak papa kok masih muda juga. Tapi kalo ngerasa belum mampu, kamu bisa rajin-rajin berpuasa untuk meredam gejolak nafsu. Dan tentunya sambil terus belajar, mengasah kemampuan, dan mengenali Islam lebih dalam, jangan lupa perbanyak kegiatan positif: ngaji dan olahraga, misalnya. Moga kita sukses di dunia dan di akhirat ya. Mau kan? Mau doooong! Siip.. dah! [hafidz]&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Thanks to dudung.net&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-115761551918022974?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/115761551918022974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=115761551918022974' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115761551918022974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115761551918022974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/09/pacaran-pikir-lagi-deh.html' title='Pacaran? Pikir Lagi, Deh!'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-115761505536082149</id><published>2006-09-07T14:41:00.000+07:00</published><updated>2006-09-07T14:44:15.460+07:00</updated><title type='text'>BAGAIMANA PACARAN MENURUT ISLAM ? (1)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#993399;"&gt;Pada pembahasan sesion ini kita akan mengangkat masalah pacaran. Pacaran yang sudah merupakan fenomena mengejala dan bahkan sudah seperti jamur dimusim hujan menjadi sebuah ajang idola bagi remaja . Cinta memang sebuah anugerah, cinta hadir untuk memaniskan  hidup di dunia apalagi rasa cinta kepada lawan jenis, sang pujaan hati atau sang kekeasih hati menjadikan cinta itu begitu terasa manis bahkan kalo orang bilang bila orang udah cita maka empedu pun terasa seperti gula. Begitulah cinta, sungguh hal yang telah banyak menjerumuskan kaum muslimin ke dalam jurang kenistaan manakala tidak berada dalam jalur rel yang benar. Mereka sudah tidak tahu lagi mana cinta yang dibolehkan dan mana yang dilarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#993399;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan seorang muslim atau muslimah tanpa pacaran adalah hambar, begitulah kata mereka. Kalau dikatakan nggak usah kamu pacaran maka serentak ia akan mengatakan " Lha kalo nggak pacaran, gimana kita bisa ngenal calon pendamping kita ?". kalo dikatakan pacaran itu haram akan dikatakan, " pacaran yang gimana dulu.". Beginilah keadaan kaum muda sekarang, racun syubhat, dan racun membela hawa nafsu sudah menjadi sebuah hakim  akan hukum halal-haram, boleh dan tidak. Tragis memang kondisi kita ini, terutama yang muslimah. Mereka para muslimah kebanyakan berlomba-lomba untuk mendapatkan sang pacar atau sang kekasih, apa sebabnya, " Aku takut nggak dapat jodoh ". Muslimah banyak ketakutannya tentang calon pendamping, karena mereka tahu bahwa perbandingan laki-laki dan perempuan adalah 1 : 5. Tapi apakah jalan pacaran sebagai penyelesaian ? Jawabnya Tidak. Bagaimana bisa, kita ikuti selengkapnya pembahasan ini sebagai berikut, ( diambil dari buku Pacaran dalam Kacamata Islam karya Abdurrahman al-Mukaffi)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan beliau bahwa  pacaran dikategorikan sebagai nafsu syahwat yang tidak dirahmati oleh Allah, karena ketiga rukun yang menumbuhkan rasa cinta menyatu di luar perkawinan. Hal ini dilakukan dengan dalih sebagai suatu penjajakan guna mencari partner yang ideal dan serasi bagi masing-masing pihak. Tapi dalam kenyataannya masa penjajakan ini tidak lebiih dimanfaatkan sebagai pengumbaran nafsu syahwat semata-mata, bukan bertujuan secepatnya untuk melaksanakan perkawinan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tercermin dari anggapan mereka bahwa merasakan ideal dalam memilih partner jika ada sifat-sifat sebagai berikut :&lt;br /&gt;Mereka merasa beruntung sekali jika selalu dapat berduaan, dan berpisah dalam waktu pendek saja tidak tahan rasanya. Dan keduanya merasa satu sama lain saling memerlukan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mereka merasa cocok satu sama lainnya. Karena segala permasalahan yang sedang dihadapi dan dirasakan menjadi masalah yang perlu dicari pemecahannya bersama. Hal ini dimungkinkan karena mereka satu dengan lainnya merasa dapat mencapai saling pengertian dalam seluruh aspek kehidupannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mereka satu sama lain senantiasa berusaha sekuat tenaga untuk menuruti kemauan sang kekasih. Hal ini dimungkinkan karena perasaan cinta yang telah tumbuh secra sempurna dengan pertautan yang kuat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi tanpa disadari, pacaran itu sendiri telah melambungkan perasaan cinta maki tinggi. Di sisi lain pacaran menjurus pada hubungan intim yang merusak cinta, melemahkan dan meruntuhkannya. Karena pada hakekatnya hubungan intim dalam pacaran adalah tujuan yang hendak dicapai dalam pacaran. Oleh karena itu orang yang pacaran selalu mendambakan kesyahduan. Dengan tercapainya tujuan tersebut kemungkinan tuntutannya pun mereda dan gejolak cintanya melemah. Hingga kebencian menghantui si bunga yang telah layu, karena si kumbang belang telah menghisap kehormatan secara haram.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tak ubahnya seperti apa yang dinginkan oleh seorang pemuda untuk memadu cinta dengan dara jelita kembang desanya. dalam pandangannya sang dara tampak begitu sempurna. Higga kala itu pikiran pun hanyut, malam terkenang, siang terbayang, maka tak enak, tidur pun tak nyenyak, selalu terbayang si  dia yang tersayang. Hingga tunas kerinduan menjamur menggapai tangan, menggelitik sambil berbisik. Bisikan nan gemulai, tawa-tawa kecil kian membelai, canda-canda hingga terkulai, karena asyik, cinta pun telah menggulai. Menggulai awan yang mengawang, merobek cinta yang tinggi membintang, hingga luka mengubur cinta.....&lt;strong&gt;BERSAMBUNG&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Thanks to dudung.net&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-115761505536082149?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/115761505536082149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=115761505536082149' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115761505536082149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115761505536082149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/09/bagaimana-pacaran-menurut-islam-1.html' title='BAGAIMANA PACARAN MENURUT ISLAM ? (1)'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-115761484861852461</id><published>2006-09-07T14:37:00.000+07:00</published><updated>2006-09-07T14:40:48.716+07:00</updated><title type='text'>BAGAIMANA PACARAN MENURUT ISLAM ? (2)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc6600;"&gt;Bagaimana pandangan Ibnu Qoyyim tentang hal ini ? Kata Ibnu Qoyyim, " Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta. Malah, cinta diantara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan. Karena bila keduanya telah merasakan kenikmatan dan cita rasa cinta, tidak boleh tidak akan timbul keinginan lain yang tidak diperoleh sebelumnya. " &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc6600;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;" Bohong !" Itulah pandangan mereka guna membela hawa nafsunya yang dimurkai Allah, yakni berpacaran. Karena mereka telah tersosialisasi dengan keadaan seperti ini, seolah-olah mengharuskan adanya pacaran dengan bercintaan secara haram. Bahkan lebih dari itu mereka berani mengikrarkan, bahwa cinta yang dilahirkan bersama dengan sang pacar adalah cinta suci dan bukan cinta birahi. Hal ini didengung-dengungkan, dipublikasikan dalam segala bentuk media, entah cetak maupun elektronika. Entah yang legal maupun ilegal. Padahal yang diistilahkan kesucian dalam islam adalah bukanlah semata-mata kepemudaan, kegadisan dan selaput dara saja. Lebih dari itu, kesucian mata, telinga, hidung, tangan dan sekujur anggota tubuh, bahkan kesucian hati wajib dijaga. Zinanya mata adalah berpandangan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, zinanya hati adalah  membayangkan dan menghayal, zinannya tangan adalah menyentuh tubuh wanita yang bukan muhrim. Dan pacaran adalah refleksi hubungan intim, dan merupakan ring empuk untuk memberi kesempatan terjadinya segala macam zina ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda,&lt;br /&gt;" Telah tertulis atas anak adam nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tak dapat tidak. Zinanya mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan, zina hati adalah ingin dan berangan-angan. Dibenarkan hal ini oleh kelaminnya atau didustakannya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sejenak mau introspeksi diri dan mengkaji hadist ini dengan kepala dingin maka dapat dipastikan bahwa segala macam bentuk zina terjadi karena motivasi yang tinggi dari rasa tak pernah puas sebagai watak khas makhluk yang bernama manusia. Dan kapan saja, diman saja, perasaan tak pernah puas itu selalu memegang peranan. Seperti halnya dalam berpacaran ini.  Pacaran adalah sebuah proses ketidakpuasan yang terus berlanjut untuk sebuah pembuktian cinta. Kita lihat secara umum tahapan dalam pacaran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perjumpaan pertama, yaitu perjumpan keduanya yang belum saling kenal. Kemudian berkenalan baik melalui perantara teman atau inisiatif sendiri. hasrat ingin berkenalan ini begitu menggebu karena dirasakan ada sifat2 yang menjadi sebab keduanya merasakan getaran yang lain dalam dada. Hubungan pun berlanjut, penilaian terhadap sang kenalan terasa begitu manis,      pertama ia nilai dengan daya tarik fisik dan penampilannya, mata sebagai juri. Senyum pun mengiringi, kemudian tertegun akhirnya , akhirnya jantung berdebar, dan hati rindu menggelora. Pertanyaan yang timbul kemudaian adalah kata-kata pujian, kemudian ia tuliskan dalam buku diary, "Akankah ia mencintaiku." Bila bertemu ia akan pandang berlama-lama, ia akan puaskan rasa rindu dalam dadanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pengungkapan diri dan pertalian, disinilah tahap ucapan I Love You, "Aku mencintaimu". Si Juliet akan sebagai penjual akan menawarkan cintanya dengan rasa malu, dan sang Romeo akan membelinya dengan, "I LOve You". Jika Juliet diam dengan tersipu dan tertunduk malu, maka sang Romeo pun telah cukup mengerti dengan sikap itu. Kesepakatan  pun dibuat, ada ijin sang romeo untuk datang kerumah, "Apel Mingguan atau Wakuncar ". Kapan pun sang Romeo pengin datang maka pintu pun terbuka dan di sinilah mereka akan menumpahkan perasaan masing-masing, persoalanmu menjadi persoalannya, sedihmu menjadi sedihnya, sukamu menjadi riangnya, hatimu menjadi hatinya, bahkan jiwamu menjadi hidupnya. Sepakat pengin terus bersama, berjanji sehidup semati, berjanji sampai rumah tangga. Asyik dan syahdu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pembuktian, inilah sebuah pengungkapan diri, rasa cinta yang menggelora pada sang kekasih seakan tak mampu untuk menolak ajakan sang kekasih. " buktikan cintamu sayangku". Hal ini menjadikan perasaan masing-masing saling ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan diantara keduanya. Bila sudah seperti ini ajakan ciuman bahkan bersenggama pun sulit untuk ditolak. Na'udzubillah &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitulah akhirnya mereka berdua telah terjerumus dalam nafsu syahwat, tali-tali iblis telah mengikat. Mereka jadi terbiasa jalan berdua bergandengan tangan, canda gurau dengan cubit sayang, senyum tawa sambil bergelayutan,  dan cium sayang melepas abang. Kunjungan kesatu, kedua, ketiga, keseratus, keseribu, dan yang tinggal sekarang adalah suasana usang, bosan, dan menjenuhkan percintaan . Segalanya telah diberikan sang juliet, Juliet pun menuntut sang Romeo bertanggung jawab ? Ternyata sang romeo pergi tanpa pesan walaupun datang dengan kesan. Sungguh malang nasib Juliet.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wahai para Muslimah sadarlah akan lamunan kalian , bayang-bayang cinta yang  suci, bukanlah dengan pacaran , cobalah pikirkan buat kamu muslimah yang masih bergelimang dengan pacaran atau kalian wahai pemuda yang suka gonta-ganti pacar. Cobalah jawab dengan hati jujur pertanyaan-pertanyaan berikut dan renungkan ! Kami tanya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu dapat berlaku jujur tentang hal adegan yang pernah kamu kamu lakukan waktu pacaran dengan si A,B,C s/d Z kepada calon pasangan yang akan menjadi istri atau suami kamu yang sesungguhnya ? Kalau tidak kenapa kamu berani mengatakan, pacaran merupakan suatu bentuk pengenalan kepribadian antara dua insan yang saling jatuh cinta dengan dilandasi sikap saling percaya ? Sedangkan kenapa kepada calon pasangan hidup kamu yang sesungguhnya kamu berdusta ? Bukankah sikap keterbukaan merupakan salah satu kunci terbinanya keluarga sakinah? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kamu pusing tujuh keliling untuk memutuskan seseorang menjadi pendamping hidupmu ? Apakah kamu takut mendapat pendamping yang setelah sekian kali pindah tangan ? " Aku ingin calon pendamping yang baik-baik" Kamu katakan seperti ini tapi mengapa kamu begitu gemar pacaran, hingga melahirkan korban baru yang siap pindah tangan dengan kondisi " Aku bukan calon pendamping yang baik" , bekas dari tanganmu, sungguh bekas tanganmu ? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu disuruh memilih diantara dua calon pasangan hidup kamu antara yang satu pernah pacaran dan yang satu begitu teguh memegang syari'at agama, yang mana yang akan kamu pilih ? Tentu yang teguh dalam memegangi agama, ya Khan ? Tapi kenapa kamu berpacaran dengan yang lain sementara kamu menginginkan pendamping yang bersih ? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana perasaan kamu jika mengetahui istri/ suami kamu sekarang punya nostalgia berpacaran yang sampai terjadi tidak suci lagi ? Tentu kecewa bukan kepalang. Tetapi mengapa sekarang kamu melakukan itu kepada orang yang itu akan menjadi pendamping hidup orang lain ? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun istri/suami kamu sekarang mau membuka mulut tentang nostalgia berpacaran sebelum menikah dengan kamu. Apakah kamu percaya jika dia bilang kala itu kami berdua hanya bicara biasa-biasa saja dan tidak saling bersentuhan tangan ? Kalau tidak kenapa ketika pacaran bersentuhan tangan dan berciuman kamu bilang sebagai bumbu penyedap ? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu nantinya sudah punya anak apakah rela punya anak yang telah ternoda ? Kalau tidak kenapa kamu tega menyeret Ortu kamu ke dalam neraka Api Allah ? Kamu tuntut mereka di hadapan Allah karena tidak melarang kamu berpacaran dan tidak menganjurkan kamu untuk segera menikah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu wahai muslimah dan kalian para pemuda kembalilah ke fitrah semula. Fitrah yang telah menjadi sunattullah, tidak satupun yang lari daripadanya melainkan akan binasa dan hancur.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Inti dari pembahasan ini adalah "&lt;strong&gt;PACARAN ITU HARAM&lt;/strong&gt;"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Khusus pembahasan ini bila ada komplain atau pertanyaan lanjutan silahkan kamu sampaikan di Forum Curhat dan Konsultasi ...&lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:...T4CurTasi@egroups.com"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc6600;"&gt;T4CurTasi@egroups.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Thanks to dudung.net&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-115761484861852461?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/115761484861852461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=115761484861852461' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115761484861852461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115761484861852461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/09/bagaimana-pacaran-menurut-islam-2.html' title='BAGAIMANA PACARAN MENURUT ISLAM ? (2)'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-115761459185236868</id><published>2006-09-07T14:33:00.000+07:00</published><updated>2006-09-07T14:36:43.396+07:00</updated><title type='text'>BUTA CINTA : Sesat Di Dunia, Merana Di Akhirat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Di Sebuah Taman Kota Metropolitan...... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Para pekerja yang sibuk membersihkan kawasan taman rekreasi gempar. Raungan bunyi ambulan begitu mengejutkan ketika pagi yang masih terlalu awal ini. Kelihatan beberapa petugas kesehatan begitu sibuk memberi pertolongan kepada sepasang muda-mudi yang terperangkap di dalam sebuah Rel Kereta API di Kota tersebut. Naas bagi pasangan merpati dua sejoli itu, malaikat maut telah mencabut nyawa mereka dalam keadaan yang sungguh tragis dan memilukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Apa yang terjadi sebenarnya? Ternyata sepasang muda-mudi itu nekad membunuh diri dengan menutup Jalan Kereta API,pada saat itu mereka mengikat diri di rel tersebut. Akibatnya mereka mati dalam keadaan berpelukan dan saling berciuman dengan kondisi tubuh hancur di lindas Kereta api, sehingga begitu sukar pihak bertanggung jawab memisahkan antara dua jasad tersebut. Begitu ‘mengharukan’!. Didalam rel kereta tersebut ditemui selembar kertas yang telah mereka tanda tangani. Antara isi kandungannya; tolong jangan pisahkan mayat kami dan terus dikebumikan untuk membuktikan cinta abadi kami sehidup semati. Dan di bagian akhir surat tersebut tercatat bahwa mereka melakukan ini demi menyelamatkan cinta ‘sejati’ yang ‘suci’ ini karena orang tua mereka tidak merestui hubungan cinta mereka. Astaghfirullah…!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Di sebuah rumah di Jazirah Arab 1400 tahun yang lampau…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Abdullah bin Abu Bakar RA baru saja melangsungkan pernikahan dengan Atikah binti Zaid, seorang wanita cantik rupawan dan berbudi luhur. Dia seorang wanita berakhlak mulia, berfikiran cemerlang dan berkedudukan tinggi. Sudah tentu Abdullah amat mencintai istri yang sangat sempurna menurut pandangan manusia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Pada suatu hari, ayahnya Abu Bakar RA lewat di rumah Abdullah untuk pergi bersama-sama untuk sholat berjamaah di masjid. Namun apabila beliau mendapati anaknya sedang bermesraan dengan Atikah dengan lembut dan romantis sekali, beliau membatalkan niatnya dan meneruskan perjalanan ke masjid.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Setelah selesai menunaikan sholat Abu Bakar RA sekali lagi melalui jalan di rumah anaknya. Alangkah kesalnya Abu Bakar RA apabila beliau mendapati anaknya masih bersenda gurau dengan istrinya sebagaimana sebelum beliau menunaikan sholat di masjid. Kemudian Abu Bakar RA segera memanggil Abdullah, seterusnya bertanya : " Wahai Abdullah, adakah kamu sholat berjemaah? " Tanpa berhujjah panjang Abu Bakar berkata : "Wahai Abdullah, Atikah telah melalaikan kamu dari kehidupan dan pandangan hidup malah dia juga telah melupakan kamu dari sholat fardhu, ceraikanlah dia!" Demikianlah perintah Abu Bakar kepada Abdullah. Suatu perintah ketika Abu bakar mendapati anaknya melalaikan hak Allah. Ketika beliau mendapati Abdullah mulai sibuk dengan istrinya yang cantik. Ketika beliau melihat Abdullah terpesona keindahan dunia sehingga menyebabkan semangat juangnya semakin luntur. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Lalu bagaimana tanggapan Abdullah? Tanpa membuat dalih apatah lagi mencoba membunuh diri, Abdullah terus mengikuti perintah ayahandanya dan menceraikan istri yang cantik dan amat dicintainya. Subhanallah!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Dari dua petikan kisah di atas, marilah kita sama-sama bertafakkur tentang hakikat dan bagaimana cinta sejati, tulus dan suci itu sebenarnya. Sesungguhnya perjalanan hidup manusia akan sentiasa dipenuhi dengan warna-warna cinta. Bahkan kita dapat ungkapkan bahwa kehadiran manusia di muka bumi ini disebabkan Allah SWT meletakkan sebuah perasaan di dalam jiwa manusia, dan dia adalah cinta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Membicarakan tentang cinta ibarat menguras air lautan dalam yang kaya dengan pelbagai khazanah alam. Tak kan pernah habis dan kita akan sentiasa menemui berjuta macam benda. Dari sekecil-kecil ikan hingga ikan paus yang terbesar. Dari kerang sampai mutiara malah jika diizinkan Allah, kita mungkin menemui bangkai kapal dan bangkai manusia!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Usia sejarah cinta seumur dengan sejarah manusia itu sendiri. Jika di suatu tempat ada 1000 manusia maka di situ ada 1000 kisah cinta. Dan jika di muka bumi ini ada lebih 5 million manusia, maka sejumlah itu pulalah kisah cinta akan hadir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Walau berapa banyak pun nuansa cinta yang menjelma menjadi sebuah syair, drama, film,Sinetron, lagu dan berbagai bentuk hasil seni lain, namun pada hakikatnya cinta itu hanya ada dua buah versi saja. Versi cinta nafsu (syahwat) dan cinta Rabbani. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Yang menjadi persoalan sekarang adalah mampukah kita membedakan yang mana cinta syahwat dan mana cinta Rabbani? Derasnya arus ghazwul fikr (serangan pemikiran) dalam kesenian terutamanya, telah mampu membungkus cinta syahwat sehingga ia tampil sebagai cinta "suci" yang mesti diperjuangkan, dimenangkan dan diraih seterusnya untuk dinikmati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Manusia seakan lupa pada sejarah. Lupa pada kisah-kisah tragis yang berakhir di hujung pisau atau dalam segelas racun. Mereka semua rela diseret dan dijeremuskan ke dalam lubang ‘neraka’ hanya untuk mengejar salah satu rasa dari sekian banyak rasa yang ada disudut hati manusia, itulah cinta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Cinta memiliki kekuatan luar biasa. Dan kekuatan cinta (the power of love) mampu menjadikan manusia pribadi yang sangat nekad atau sangat taat. Nekad dalam konteks sangat berani dalam melanggar peraturan-peraturan Allah seperti berkhalwat (berdua-duaan dengan bukan mahram), berkasih-kasihan lelaki dan perempuan, berpegangan tangan, mempertontonkan adegan birahi percuma di khalayak ramai apatah lagi dalam sembunyi. Atau jika cinta tak mendapat restu dari orang tua, pasangan akan nekad, terus lari dari rumah atau berzina (na’udzubillah min dzalik). Dan tidak sedikit pula yang begitu nekad sanggup melakukan perbuatan yang dilaknat Allah yaitu membunuh diri demi cinta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Pribadi-pribadi nekad seperti ini menjadikan cinta sebagai tujuan bukan sebagai sarana mencapai tujuan. Oleh itu tidaklah mengherankan jika kita banyak menemui berbagai perilaku aneh para pencari cinta yang tak masuk akal. Sebab apa yang mereka tuju adalah suatu yang abstrak, tidak jelas dan bukan perkara yang pokok. Mereka sibuk mencari dan mengartikan makna cinta sementara lalai terhadap Dzat yang menganugerahkan cinta. Dzat yang menumbuh suburkan rasa cinta. Dzat yang memberikan kekuatan cinta. Dzat yang paling layak dicintai, kerana Dia juga Empunya nikmat cinta. Allah Rabbul ‘Alamin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Kisah tragis di awal tulisan ini memberikan gambaran jelas sikap manusia yang rela mengorbankan diri demi sepotong cinta. Muda-mudi yang nekad bunuh diri dengan berbagai cara ini pada dasarnya belum mengenali hakikat cinta. Cinta yang mereka kenal selama ini adalah cinta yang ditunggangi oleh nafsu syahwat. Dan joki penunggangnya adalah syaitan laknatulllah. Pada momen ini syaitan berteriak keriangan sambil mengibar-ngibarkan bendera kemenangan kerana berhasil menjerumuskan anak cucu Nabi Adam dalam neraka jahannam dengan dalih cinta yang begitu murah nilainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Cinta memang tak kenal warna. Cinta tak kenal baik-buruk. Cinta tak kenal rupa dan pertalian darah. Memang begitulah adanya. Kerana yang mampu mengenal warna dan baik-buruk adalah pelaku-pelaku cinta yang menggunakan akal fikirannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Sebaliknya cinta juga mampu melahirkan pribadi-pribadi yang mengagumkan. Pribadi yang tak takut kehilangan suatu apa pun walau ia amat cinta pada sesuatu. Namun kerena cinta yang hadir dipenuhi dengan nuansa keimanan, maka mereka rela mengorbankan apa saja yang mereka amat cintai demi memperolehi keridhaan Dzat Pemberi cinta. Jiwa mereka tidak gundah gulana hanya kerena kehilangan cinta duniawi karena Allah sebagai Dzat pemberi ketenteraman Pribadi-pribadi taat ini amat menyadari bahawa cinta hanyalah sebagai sarana mencapai tujuan. Mereka yakin kenikmatan cinta tak ada artinya tanpa ada restu Allah sebagai Pemberi cinta. Maka yang mereka cari adalah ridha dan cinta kasih Allah, bukan cinta yang bersifat sementara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Kisah Abdullah putera Abu Bakar RA menjadi contoh kematangan pemuda yang mengenal arti cinta. Bayangkan!! Dia memiliki isteri yang amat cantik, berakhlak mulia, berkedudukan tinggi dan berharta. Namun apabila ayahandanya memerintahkan untuk menceraikan isterinya, dengan alasan isterinya telah melalaikan Abdullah dalam menunaikan hak Allah seterusnya akan membuat Abdullah lalai dari berjihad di jalan Allah. Maka apa reaksi Abdullah? Tidak!! Abdullah tidak marah langsung pada ayahnya. Atau berusaha mengambil pedang dan ingin memenggal kepala si ayah yang berusaha memisahkan jalinan cinta yang memang sudah sah itu. Sekali lagi tidak!! Pemuda yang bernama Abdullah melihat perintah itu dengan kacamata cinta yang diberikan Allah. Ia rela menceraikan isteri yang dicintainya demi mempererat hubungan cinta dengan Allah. Subhanallah… Masih adakah pemuda-pemuda seperti peribadi Abdullah di zaman globalisasi kini?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Begitulah cinta. Ia mampu melambungkan manusia pada derajat kemuliaan yang tak terhingga. Manakala frekuensi atau gelombang cintanya juga sudah selaras dengan frekuensi atau gelombang cinta yang Allah kehendaki. Semuanya akan senada seirama. Tak ada dengung sumbang, tak ada nada ternoda. Demikian indah dan asli irama cinta sejati.Wallahu ‘Alam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#009900;"&gt;Thanks to dudung.net&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-115761459185236868?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/115761459185236868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=115761459185236868' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115761459185236868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115761459185236868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/09/buta-cinta-sesat-di-dunia-merana-di.html' title='BUTA CINTA : Sesat Di Dunia, Merana Di Akhirat'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-115752753346287558</id><published>2006-09-06T14:21:00.000+07:00</published><updated>2006-09-06T14:25:33.823+07:00</updated><title type='text'>'Ayah, Bolehkah Berpacaran?'</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;ABSTRACT:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Mungkin ada diantara kita selaku orangtua yang tidak mampu bersikap tegas dalam menyampaikan ajaran Islam, terutama yang berhubungan dengan psikoseksual remaja. Kita 'malu' menyampaikan kebenaran, padahal itu adalah kewajiban kita untuk menyampaikannya dan hak mereka untuk mengetahuinya. 'Ayah, bolehkah berpacaran?' mungkin salah satu pertanyaan yang lambat laun akan menyergap kita. Salah satu jawaban yang cerdas, memuaskan dan tepat, mungkin dapat kita simak dari artikel di bawah ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk memberikan yang terbaik kepada putra-putri kita, yaitu pendidikan yang baik dan adab yang mulia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Seorang ayah, bila ia mempunyai putra yang beranjak remaja, lambat atau cepat ia akan disergap oleh pertanyaan seperti ini: 'Ayah, bolehkah berpacaran?' Pengertian 'berpacaran' menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bercintaan, berkasih-kasihan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Sebagai Ayah yang baik, kita sudah seharusnya sejak jauh hari berusaha menyiapkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tak terduga seperti itu. Namun seringkali kita tidak siap dengan jawaban ketika pertanyaan tadi terlontar dari mulut anak kita. Seorang ayah mempunyai posisi strategis. AYAH TIDAK SAJA MENJADI PEMIMPIN BAGI KELUARGANYA, SEORANG AYAH JUGA SEHARUSNYA BISA MENJADI TEMAN BAGI ANAK-ANAKNYA, MENJADI NARASUMBER DAN GURU BAGI ANAK-ANAKNYA. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;'Tiada pemberian seorang bapak terhadap anak-anaknya yang lebih baik dari pada (pendidikan) yang baik dan adab yang mulia.' (HR At-Tirmidzy)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;'Barangsiapa yang mengabaikan pendidikan anak, maka ia telah berbuat jahat secara terang-terangan ...' Ibnu Qayyim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan dimintai pertangungjawaban terhadap apa yang kamu pimpin. Seorang suami (ayah) adalah pemimpin bagi anggota keluarganya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang telah dipimpinnya atas mereka." (HR Muslim). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Ada sebuah contoh yang datangnya dari keluarga Pak Syamsi. Ketika Iwan anak remajanya bertanya soal berpacaran, Pak Syamsi yang memang sudah sejak lama mempersiapkan diri, dengan santai memberikan jawaban seperti ini: 'Boleh nak, sejauh berpacaran yang dimaksud adalah sebagaimana yang terjadi antara Ayah dan Bunda' Pak Syamsi menjelaskan kepada Iwan, bahwa berpacaran adalah menjalin tali kasih, menjalin kasih sayang, dengan lawan jenis, untuk saling kenal-mengenal, untuk sama-sama memahami kebesaran Allah di balik tumbuhnya rasa kasih dan sayang itu. Oleh karena itu, berpacaran adalah ibadah. Dan SEBAGAI IBADAH, BERPACARAN HARUSLAH DILAKUKAN SESUAI DENGAN KETENTUAN ALLAH, YAITU DI DALAM LEMBAGA PERKAWINAN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Di dalam sebuah Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya.' 'Di luar ketentuan tadi, maka yang sesungguhnya terjadi adalah perbuatan mendekati zina, suatu perbuatan keji dan terkutuk yang diharamkan ajaran Islam (Qs. 17:32). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Allah SWT telah mengharamkan zina dan hal-hal yang bertendensi ke arah itu, termasuk berupa kata-kata (yang merangsang), berupa perbuatan-perbuatan tertentu (seperti membelai dan sebagainya).' Demikian penjelasan Pak Syamsi kepada Iwan anak remajanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;"DI DALAM LEMBAGA PERKAWINAN, ANANDA BISA BERPACARAN DENGAN BEBAS DAN TENANG, BISA SALING MEMEMBELAI DAN MENGASIHI, BAHKAN LEBIH JAUH DARI ITU, YANG SEMULA HARAM MENJADI HALAL SETELAH MENIKAH, YANG SEMULA DIHARAMKAN TIBA-TIBA MENJADI HAK BAGI SUAMI ATAU ISTRI YANG APABILA DITUNAIKAN DENGAN IKHLAS KEPADA ALLAH AKAN MENDATANGKAN PAHALA." Demikian penjelasan pak Syamsi kepada Iwan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;"Namun jangan lupa," sambung pak Syamsi, "ISLAM MENGAJARKAN DUA HAL YAITU MEMENUHI HAK DAN KEWAJIBAN SECARA SEIMBANG. DI DALAM LEMBAGA PERKAWINAN, KITA TIDAK SAJA BISA MENDAPATKAN HAK-HAK KITA SEBAGAI SUAMI ATAU ISTERI, NAMUN JUGA DITUNTUT UNTUK MEMENUHI KEWAJIBAN, MENAFKAHI DENGAN LAYAK, MEMBERI TEMPAT BERNAUNG YANG LAYAK, DAN YANG TERPENTING ADALAH MEMBERI PENDIDIKAN YANG LAYAK BAGI ANAK-ANAK KELAK ..." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seorang yang membina anaknya adalah lebih baik daripada ia bersedekah satu sha' ... (HR At-Tirmidzy).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;"Nah, apabila ananda sudah merasa mampu memenuhi kedua hal tadi, yaitu hak dan kewajiban yang seimbang, maka segeralah susun sebuah rencana berpacaran yang baik di dalam sebuah lembaga perkawinan yang dicontohkan Rasulullah..." Demikian imbuh pak Syamsi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Seringkali kita sebagai orangtua tidak mampu bersikap tegas di dalam menyampaikan ajaran Islam, terutama yang sangat berhubungan dengan perkembangan psikoseksual remaja. Seringkali kita 'malu' menyampaikan kebenaran yang merupakan kewajiban kita untuk menyampaikannya, sekaligus merupakan hak anak untuk mengetahuinya. Sebagai anak, seorang Iwan memang harus mempunyai tempat yang cukup layak untuk menumpahkan aneka pertanyaannya. Sebagai lelaki muda, yang ia butuhkan adalah sosok ayah yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaannya dengan cerdas, memuaskan, dan tepat. Seorang ayah yang mampu menjawab pertanyaan bukan dengan marah-marah. Berapa banyak remaja seperti Iwan diantara kita yang tidak punya tempat bertanya yang cukup layak?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Bagi seorang Iwan, sebagaimana dia melihat kenyataan yang terjadi di depan matanya, berpacaran adalah memadu kasih diantara dua jenis kelamin yang berbeda, sebuah ajang penjajagan, saling kenal diantara dua jenis kelamin berbeda, antara remaja putra dengan remaja putri, yang belum tentu bermuara ke dalam lembaga perkawinan. Hampir tak ada seorang pun remaja seperti Iwan yang mau menyadari, bahwa perilaku seperti itu adalah upaya-upaya mendekati zina, bahkan zina itu sendiri!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Celakanya, hanya sedikit saja diantara orangtua yang mau bersikap tegas terhadap perilaku seperti ini. Bahkan, seringkali sebagian dari orangtua kita justru merasa malu jika anaknya yang sudah menginjak usia remaja belum juga punya pacar. Sebaliknya, begitu banyak orangtua yang merasa bangga jika mengetahui anaknya sudah punya pacar. 'Berapa banyak kejahatan yang telah kita buat secara terang-terangan ...?'&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Di sebuah stasiun televisi swasta, ada program yang dirancang untuk mempertemukan dua remaja berlawanan jenis untuk kelak menjadi pacar. Di stasiun teve lainnya ada sebuah program berpacaran (dalam artian perbuatan mendekati zina) yang justru diasosiasikan dengan heroisme, antara lain dengan menyebut para pelakunya (para pemburu pacar) sebagai "pejuang." Dan bahkan para "pejuang" ini mendapat hadiah berupa uang tunai yang menggiurkan anak-anak remaja. Perilaku para "pejuang" ini disaksikan oleh banyak remaja, sehingga menjadi contoh bagi mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Makna pejuang telah bergeser jauh dari tempatnya semula. Seseorang yang melakukan perbuatan mendekati zina disebut "pejuang." Hampir tidak pernah kita mendengar ada seorang pelajar yang berprestasi disebut pejuang. Jarang kita dengar seorang atlet berprestasi disebut pejuang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA* &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;Al-Hubb Fillah wa Lillah,&lt;br /&gt;Abu Aufa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;Thanks to dudung.net&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23257446-115752753346287558?l=ryaniemuhasabah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/feeds/115752753346287558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23257446&amp;postID=115752753346287558' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115752753346287558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23257446/posts/default/115752753346287558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryaniemuhasabah.blogspot.com/2006/09/ayah-bolehkah-berpacaran.html' title='&apos;Ayah, Bolehkah Berpacaran?&apos;'/><author><name>ryanie_kusma</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18016321117238673890</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/3553/2219/1600/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23257446.post-115750750130294697</id><published>2006-09-06T08:45:00.000+07:00</published><updated>2006-09-06T09:10:27.406+07:00</updated><title type='text'>Terima Kasih Ayah Ibu</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Terima kasih Ayah Ibu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Album : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Munsyid : Hijjaz&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://liriknasyid.com"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;http://liriknasyid.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;terima kasih ibu, terima kasih duhai ayah (2x)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;lahirku ke duniaku disambut penuh syukur&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;bisikan azan ke telinga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;hikamah kalimah nan luhur&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;lahirku ke duniaku diasuh mengenal Allah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;ku diajar sebut namaNya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;juga nabi rasul mulia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;salam sayang ayah dan ibu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;mendidikku tak pernah jemu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;halalkanlah makan minumku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;maafkanlah salah silapku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;tanpa maaf dan juga restu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;hidupku jadi tak menentu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;tiada yang lebih bernilai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;dari pengorbanan yang suci itu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;tak berdaya aku membalasnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;moga ku jadi anak yang bertakwa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"
