Saturday, September 02, 2006

Ibunda

Kalau ibunda membelai rambutmu
Kalau ibunda mengusap keningmu, memijiti kakimu
Nikmatilah dengan syukur dan bathin yang bersujud
Karena sesungguhnya Allah sendiri yang hadir dan maujud

Kalau dari tempat yang jauh engkau kangen kepada ibunda
Kalau dari tempat yang jauh ibunda kangen kepada engkau,
Dendangkanlah nyanyian puji-puji tuk Tuhanmu
Karena setiap bunyi
Kerinduan hatimu adalah
Sebaris lagu cinta Allah kepada segala ciptaanNya

Kalau engkau menangis
Ibundamu yang meneteskan airmata
Dan Tuhan yang akan mengusapnya
Kalau engkau bersedih
Ibundamu yang kesakitan
Dan Tuhan yang menyiapkan hiburan-hiburan

Menangislah banyak-banyak untuk ibundamu
Dan jangan bikin satu kalipun ibumu menangis karenamu
Kecuali engkau punya keberanian
Untuk membuat Tuhan naik pitam kepada hidupmu
Kalau ibundamu menangis,
Para malaikat menjelma jadi butiran-butiran air matanya
Dan cahaya yang memancar dari airmata ibunda
membuat para malaikat itu silau dan marah kepadamu

Dan kemarahan para malaikat adalah kemarahan suci
sehingga Allah tidak melarang mereka
tatkala menutup pintu sorga bagimu
Ibu kandungmu adalah ibunda kehidupanmu
Jangan sakiti hatinya,
karena Ibundamu akan senantiasa memaafkanmu.
Tetapi setiap permaafan ibundamu atas setiap kesalahanmu
akan digenggam erat-erat oleh para malaikat
untuk mereka usulkan kepada Tuhan agar dijadikan kayu bakar nerakamu

(Cuplikan Dari Buku Ibu Tamparlah Mulut anakmu - Sekelumit Catatan Harian Emha Ainun Nadjib)
Thanks to dudung.net

Goresan hati yang resah

Tahukah kau ibu, kau bukan hanya wanita lembut
bukan hanya wanita yang penuh kasih dan sayang
bukan pula sekedar wanita yang tegar
kau tidak hanya secantik kelopak mawar dan wangi semerbak melati

Tahukah ibu, setiap hembusan nafasku, setiap detak jantungku
dan tetesan darahku ini kupersembahkan untukmu
walaupun itu belumlah cukup dan tak'kan pernah cukup
untuk membalas semua budimu kepadaku
anakmu yang berlumur dosa kepadamu

Tahukah kau sahabat, bagiku beliau adalah BIDADARI
yang diciptakan tuhan untuk membimbingku
dari keringnya hati dan kerontangnya jiwa
TUHAN...lindungi dan sayangi bidadariku
layaknya beliau melidungi dan menyayangiku
dari lubuk hati yang paling dalam....

MOM , I love U....
Thanks to dudung.net

Perempuan Lain

Setelah 21 tahun menikah, saya tiba-tiba menemukan cara baru dalam menyalakan api cinta kami. Demikian tulis seorang pria yang ingin berbagi pengalaman.

Beberapa waktu lalu istri saya mengusulkan agar saya berkencan dengan seorang perempuan lain, besok malam."Kamu akan mencintainya," kata istri."Apa-apaan sih," protes saya. "Mengapa kamu tidak ikut?""Itu acara kamu berdua sama dia," jawab istri.

Perempuan yang dimaksudnya adalah ibu saya yang telah menjanda selama 19 tahun belakangan ini. Saya jarang menemuinya karena kesibukan kerja dan mengurus tiga anak kami.
Malam itu saya telepon ibu, mengajaknya makan malam dan nonton film.Berdua saja.
"Ada apa dengan istrimu?" kata ibu dari ujung telepon.


Ibu saya adalah tipe yang selalu curiga kalau menerima telepon di tengah malam atau undangan yang datangnya tiba-tiba. Bagi dia, itu pasti akan membawa berita buruk."Saya pikir, pasti akan menyenangkan kalau kita sekali-sekali ke luar berdua saja," jawab saya."Ibu mau sekali," jawabnya setelah terdiam beberapa lama. Aha, dia masih curiga.

Besok malam, sepulang kantor saya ke rumah ibu.Dia terlihat agak senewen tapi berdandan resmi sekali. Ibu jelas telah menata rambutnya di salon, dan dia memakai gaunnya yang terbaik. Gaun yang dipakai pada pesta ulangtahun perkawinan yang terakhir ketika ayah masih hidup.

Ibu menyambut saya dengan senyum lebar."Saya bilang ke kawan-kawan tentang rencana kita ini. Mereka semua kagetdan merasa ikut senang seperti ibu sekarang," kata ibu seraya masuk mobil."Mereka bilang besok pagi ingin tahu ceritanya."

Kami pergi ke restoran yang agak mahal. Suasananya elegan, menyenangkan.Ibu menggandeng lengan saya ketika memasuki ruangan, persis seperti First Lady. Jalannya anggun.
Saya harus membacakan daftar menu karena ibu tak bisa lagi membacanya walau dengan kacamata tebal. Ketika sedang membaca daftar itu, saya berhenti sejenak menengok ke ibu.Dia sedang memandangi saya dengan senyum kasih."Dulu, ibu yang membacakan kamu daftar menu ketika kau masih kecil," katanya.


"Sekarang ibu santai saja. Giliran saya yang melayani ibu," jawab saya.Sambil makan, kami membincangkan banyak hal sehari-hari. Tidak ada topikyang istimewa tapi obrolan mengalir saja sampai-sampai kami terlambat untuk menonton film.

Mengantarnya pulang, di muka pintu ibu berkata, "Ibu mau pergi lagi dengan kamu, tapi lain kali ibu yang bayar." Saya setuju.

"Bagaimana kencanmu?" tanya istri saya di rumah."Sangat menyenangkan. Lebih dari yang saya duga. Tadinya tidak tahu mau ngomong apa."

Lalu .................................

Beberapa hari kemudian, ibu meninggal karena serangan jantung.Begitu tiba-tiba kejadiannya, saya tidak sempat berbuat apa-apa untuk menolongnya.

Satu minggu berlalu, sepucuk surat tiba dari restoran tempat ibu dan saya makan malam. Surat itu dilampiri kopi tanda lunas. Ada selembar kertas diselipkan di situ, tertuliskan:
"Ibu sudah bayar makan malam kita karena rasanya tak mungkin kita makan bersama lagi. Walaupun begitu, ibu sudah bayarkan untuk dua orang, barangkali untuk kau dan istrimu. Anakku, besar sekali arti undanganmu malam itu."


........................................
Pada detik itulah saya mengerti apa pentingnya arti bahwa kita mengatakan kepada orang-orang yang kita sayangi mengenai perasaan kita itu.


Tidak ada hal yang lebih penting dalam hidup daripada Tuhan dan keluarga.Berikan waktu Anda untuk mereka, jangan sampai terlambat untuk mengatakan 'nanti'.
........................................


I love U Mom...
Thanks to dudung.net

Ibu Doakanlah

Ibu Doakanlah
Album : Munsyid : Seismichttp://liriknasyid.com
Ibu doakanlah ku akan melangkah
Menyusuri waktu menjemput citaku
Ibu lepaskanlah ku ke laut biru
Akan kuarungi akan kuseberangi
Ibu doakanlah ku sedang melangkah
Menjalani hari menjemput harapku
Ibu lepaskanlah ku dengan maafmu
Tentramkan hatiku menempuh hidupku
Doamu oh ibu selalu kunanti
Tulus dan suci dari relung hati
Doamu oh ibu selalu kunanti
Mohonkanlah Allah Rabbi besertaku selalu
Besertaku selalu