Monday, July 16, 2007

Ketika...

1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita.
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orangtua/wali si gadis, tetapi meminta kepada ALLOH melalui orang tua/wali si gadis.

3. KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan ALLOH

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoakan anda, karena anda harus berpikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berpikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan doa mereka.

5. SEJAK MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yg penuh onak dan duri.

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK
Cintailah isteri atau suami anda 100%

9. KETIKA TELAH MEMIKI ANAK
Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10.KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUMMEMBAIK
Yakinlah bahwa pintu rezeki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri

11.KETIKA EKONOMI MEMBAIK

Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita

12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkanpertolongan Anda.

13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemulai danlemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semuapekerjaan.

14. KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tuayang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orangtua yang jujur kepada anak ..

15.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

16.KETIKA ADA PIL
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

17.KETIKA ADA WIL
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

18.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

19.KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS
Gunakanlah formula 7 K
1 Ketakwaan
2 Kasih sayang
3 Kesetiaan
4 Komunikasi dialogis
5 Keterbukaan
6 Kejujuran
7 Kesabaran

Thanks to Mr. SiWe

Monday, June 25, 2007

Death is Certain

This is a tale of an average man,

Who acts contrary to Allah's Plan,

If you are reflected herein,

Then repent, and commit no sin


It was early in the morning at four,

When death knocked upon a bedroom door,

"Who is There?" the sleeping one cried,

"I'm Azrael, let me inside."

At once, the man began to shiver,

As one sweating in deadly fever,

He shouted to his sleeping wife,

"Don't let him take away my life."

"Please go away, O Angel of Death!

Leave me alone I am not ready yet.

My family on me depend,

Give me chance, O please perpend!"

The Angel knocked again and again,

"Friend! I will take your life without a pain.

It's your soul that Allah doth require

I come not with my own desire."

Bewildered, the man began to cry,

"O Angel! I am so afraid to die.

I will give you gold, and be your slave,

Don't send me to the unlit grave."

"Let me in, O Friend!", the Angel said,

"Open the door, get up from your bed,

If you do not allow me in,

I will walk through it like a Jinn"

The man held a gun in his right hand,

Ready to defy the Angel's stand.

"I will point my gun towards your head,

If you dare come in, I will shoot you dead."

By now, the Angel was in the room,

Saying, "O friend prepare for your doom.

Foolish man, Angels never die,

Put down your gun and do not sigh."

"Why are you afraid! Tell me O man,

To die according to Allah's plan?

Come, smile at me, do not be grim,

Be happy to return to Him."

"O Angel! I bow my head in shame,

I had no time to recite Allah's name,

From morn' till dusk, I made my wealth,

Not even caring for my health."

"Allah's commands, I never obeyed,

Nor five times a day I ever prayed.

A Ramadhan came, a Ramadhan went,

But no time had I to repent."

"The Hajj was already farz on me,

but I would not part with my money.

All charities, I did ignore.

Taking usury more and more."

"Some time I sipped my favorite wine,

with flirting women I sat to dine.

O Angel I appeal to you,

Spare my life for a year or two.

"The laws of the Quran I will obey,

I will begin Salaat this very day,

My fast and Hajj I will complete,

and keep away from self concet.

"I will refrain from usury,

and give all my wealth to charity.

Wine and wenches I will detest,

Allah's oneness I will attest."

"We Angels do what Allah demands,

We can not go against his commands.

Death is ordained for everyone,

Father, Mother, Daughter or son."

"I'm afraid, this moment is your last.

Now be reminded, more of your past.

I do understand your fears,

But it is now too late for tears."

"You lived in this world, two score or more,

Never did you, your people adore.

Your parents, you did not obey,

Hungry beggars, you turned away."

"Your two ill-gotten, female offspring,

In nightclubs, for livelihodd they sing.

Instead of making more Muslims,

You made your children non-muslim."

"You ignored the Muezzin's Azaan,

Nor did you read the Holy Quran.

Breaking promises all your life,

Backbiting friends and causing strife."

"From hoarded goods, great profits you made,

And your poor workers, you underpaid.

Horses and cards were your leisure,

Money making was your pleasure."

"You ate vitamins and grew more fat,

with the very poor and sick, you never sat.

A pint of blood you never gave,

which could a little baby save."

"O human, you have done enough wrong,

You bought properties for a song.

When the farmers appealed to you,

You did not have mercy, 'tis true."

"Paradise for you? I cannot tell,

Undoubtedly you will dwell in Hell.

There's no time for you to repent,

I'll take your soul, for which I am sent."

The ending, however, is very sad,

Eventually the man became mad.

With a cry he jumped out of bed,

And suddenly, he fell dead.

O Reader, take a moral from here,

Never know, your end may be near.

Change your living and make amends,

For heaven on your deeds depends.

THE END


This poem is woven around the following Quraanic verse:

"WHEREVER YOU BE DEATH WILL OVERTAKE YOU OUT, EVEN IF YOU BE IN TOWERS STRONG AND LOFTY."



Thanks to My Bhai

Friday, May 25, 2007

Sejuta Alasan Untuk Lebih Sering Bersyukur

Jika Anda tinggal di rumah yang baik, memiliki cukup makanan dan dapat
membaca. Maka Anda adalah bagian dari kelompok terpilih.

Jika Anda bangun pagi ini dan merasa sehat. Maka Anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak akan dapat bertahan hidup minggu ini.

Jika Anda tidak pernah merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara, kesakitan karena penyiksanaan, atau kelaparan. Maka Anda berada selangkah lebih maju dibandingkan 500 juta orang di dunia.

Jika Anda dapat menghadiri pertemuan politik atau keagamaan tanpa merasa takut akan dilecehkan, ditangkap, disiksa, atau mati. Maka Anda beruntung, karena lebih dari 3 milyar orang di dunia tidak dapat melakukannya.

Jika anda memiliki makanan di lemari pendingin, baju-baju di lemari pakaian, dan memiliki atap yang menaungi tempat anda beristirahat. Maka Anda lebih kaya dari 75% penduduk di dunia ini.

Jika Anda memiliki uang di bank, di dompet, dan mampu membelanjakan sebagian uang untuk menikmati hidangan di restoran. Maka Anda merupakan anggota dari 8% kelompok orang-orang kaya di dunia.

Jika orang tua Anda masih hidup dan menikmati kebahagiaan kehidupan pernikahan mereka. Maka Anda termasuk salah satu dari kelompok orang yang dikategorikan langka.

Jika Anda mampu menegakkan kepala dengan senyuman dibibir dan merasa benar-benar bahagia. Anda memiliki keistimewaan tersendiri, karena sebagian besar orang tidak memperoleh kenikmatan tersebut.

Jika Anda dapat membaca pesan ini. Maka Anda baru saja menerima karunia ganda, karena seseorang memikirkan Anda, dan Anda jauh lebih beruntung dibandingkan lebih dari 1 milyar orang yang tidak dapat membaca sama sekali

Semoga Anda menikmati hari yang indah ini.


Hitunglah karunia keberuntungan Anda, dan sampaikan hal ini kepada orang lain untuk mengingatkan bahwa sebenarnya, kita adalah orang-orang yang sangat beruntung.

Dengan bersyukur, Anda akan lebih menikmati hidup yang hanya sebentar ini.

http://www.conectique.com/

Pemberian Terbaik

Suatu ketika, hiduplah seorang petani bersama keluarganya. Mereka menetap di sebuah kerajaan yang besar, dengan raja yang adil dan bijaksana. Beruntunglah siapa saja yang tinggal disana. Tanahnya subur, keadaannya pun aman dan sentosa. Semuanya hidup berdampingan, tanpa pernah mengenal perang ataupun bencana.

Setiap pagi, sang petani selalu pergi ke sawah. Tak lupa ia membawa bajak dan kerbau peliharaannya. Walaupun sudah tua, namun bajak dan kerbau itu selalu setia menemaninya bekerja. Sisi-sisi kayu dan garu bajak itu tampak mengelupas, begitupun kerbau yang sering tampak letih jika bekerja terlalu lama. "Inilah hartaku yang paling berharga", demikian gumam petani itu dalam hati, sembari melayangkan pandangannya ke arah bajak dan kerbaunya.

Tak seperti biasa, tiba-tiba ada serombongan pasukan yang datang menghampiri petani itu. Tampak pemimpin pasukan yang maju, lalu berkata, "Berikan bajak dan kerbaumu kepada kami. "Ini perintah Raja!". Suara itu terdengar begitu keras, mengagetkan petani itu yang tampak masih kebingungan.

Petani itu lalu menjawab, "Untuk apa, sang Raja menginginkan bajak dan kerbauku? "Ini adalah hartaku yang paling berharga, bagaimana aku bisa bekerja tanpa itu semua. Petani itu tampak menghiba, memohon agar diberikan kesempatan untuk tetap bekerja. "Tolonglah, kasihani anak dan istriku...berilah kesempatan sampai besok. Aku akan membicarakan dengan keluargaku..."

Namun, pemimpi pasukan berkata lagi, "Kami hanya menjalankan perintah dari Baginda. Terserah, apakah kau mau menjalankannya atau tidak. Namun, ingatlah, kekuasaannya sangat kuat. "Petani semacam kau tak akan mampu melawan perintahnya." Akhirnya, pasukan itu berbalik arah, dan kembali ke arah istana.

Di malam hari, petani pun menceritakan kejadian itu dengan keluarganya. Mereka tampak bingung dengan keadaan ini. Hati bertanya-tanya, "Apakah baginda sudah mulai kehilangan kebijaksanaannya? Kenapa baginda tampak tak melindungi rakyatnya dengan mengambil bajak dan kerbau kita? Gundah, dan resah melingkupi keluarga itu. Namun, akhirnya, mereka hanya bisa pasrah dan memilih untuk menyerahkan kedua benda itu kepada raja.

Keesokan pagi, sang petani tampak pasrah. Bersama dengan bajak dan kerbaunya, ia melangkah menuju arah istana. Petani itu ingin memberikan langsung hartanya yang paling berharga itu kepada Raja. Tibalah ia di halaman Istana, dan langsung di terima Raja. "Baginda, hamba hanya bisa pasrah. Walaupun hamba merasa sayang dengan harta itu, namun hamba ingin membaktikan diri kepada Baginda. Duli Paduka, terimalah pemberian ini...."

Baginda Raja tersenyum. Sambil menepuk kedua tangannya, ia tampak memanggil pengawal. "Pengawal, buka selubung itu!! Tiba-tiba,terkuaklah selubung di dekat taman. Ternyata, disana ada sebuah bajak yang baru dan kerbau yang gemuk. Kayu-kayu bajak itu tampak kokoh, dengan urat-urat kayu yang mengkilap. Begitupun kerbau, hewan itu begitu gemuk, dengan kedua kaki yang tegap.

Sang Petani tampak kebingungan. Baginda mulai berbicara, "Sesungguhnya, aku telah mengenal dirimu sejak lama. Dan aku tahu kau adalah petani yang rajin dan baik. Namun, aku ingin mengujimu dengan hal ini. Ternyata, kau memang benar-benar hamba yang baik. Engkau rela memberikan hartamu yang paling berharga untukku. Maka, terimalah hadiah dariku. Engkau layak menerimanya...."

Petani itu pun bersyukur dan ia pun kembali pulang dengan hadiah yang sangat besar, buah kebaikan dan baktinya pada sang Raja.

***

Teman, bisa jadi, tak banyak orang yang bisa berlaku seperti petani tadi. Hanya sedikit orang yang mau memberikan harta yang terbaik yang dimilikinya kepada yang lain. Namun, petani tersebut adalah satu dari orang-orang yang sedikit itu. Dan ia, memberikan sedikit pelajaran buat kita.

Sesungguhnya, Allah sering meminta kita memberikan terbaik yang kita punya untuk-Nya. Allah, sering memerintahkan kita untuk mau menyampaikan yang paling berharga, hanya ditujukan pada-Nya. Bukan, bukan karena Allah butuh semua itu, dan juga bukan karena Allah kekurangan. Namun karena sesungguhnya Allah Maha Kaya, dan Allah sedang menguji setiap hamba-Nya.

Allah sedang menguji, apakah hamba-Nya adalah bagian dari orang-orang yang beriman dan mau bersyukur. Allah sedang menguji, apakah ada dari hamba-hamba-Nya yang mau menafkahkan harta di jalan-Nya. Dan Allah, pasti akan memberikan balasan atas upaya itu dengan pemberian yang tak akan kita bayangkan. Imbalan dan pahala yang akan kita terima, sesungguhya akan mampu membuat kita paham, bahwa Allah memang Maha Pemberi Kemuliaan.

Dan teman, mari kita berikan yang terbaik yang kita punya kepada-Nya. Marilah kita tujukan waktu, kerja dan usaha kita yang terbaik hanya kepada-Nya. Karena sesungguhnya memang, kita tak akan pernah menyadari balasan apa yang akan kita terima atas semua itu.

Allah selalu punya banyak cara-cara rahasia untuk memberikan kemuliaan bagi hamba-Nya. Dan Dia akan selalu memberikan pengganti yang lebih baik untuk semua yang ikhlas kita berikan pada-Nya.

Thanks to dudung.net